Kamis, 23 Juli 2026
No Result
View All Result
TubinNews
  • Home
  • Daerah
    • Aceh
    • SUMATERA UTARA
    • Sumatera Selatan
    • Banda Aceh
    • Langsa
    • Aceh Barat
    • Aceh Tenggara
    • SIMEULUE
    • SINGKIL
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Wisata
    • Kuliner
    • Gaming
    • Movie
  • Olahraga
  • Hukrim
    • Hukum
    • Kriminal
  • Ekobis
    • Ekonomi
    • Bisnis
  • Opini
  • Serba-Serbi
  • Home
  • Daerah
    • Aceh
    • SUMATERA UTARA
    • Sumatera Selatan
    • Banda Aceh
    • Langsa
    • Aceh Barat
    • Aceh Tenggara
    • SIMEULUE
    • SINGKIL
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Wisata
    • Kuliner
    • Gaming
    • Movie
  • Olahraga
  • Hukrim
    • Hukum
    • Kriminal
  • Ekobis
    • Ekonomi
    • Bisnis
  • Opini
  • Serba-Serbi
No Result
View All Result
TubinNews
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Aceh (Mati) Menganggur di Lumbung Minyak, Gas, Emas dan Batubara

Ahmad Hidayat by Ahmad Hidayat
23 Juli 2026
Aceh (Mati) Menganggur di Lumbung Minyak, Gas, Emas dan Batubara

Zulfata (Ketua Umum DPP Ankatan Muda Mudi Perjuangan Aceh).

Bagikan ke FBBagikan ke WABagikan ke Twitter

Oleh : Zulfata (Ketua Umum DPP Angkatan Muda Mudi Perjuangan Aceh)

Aceh dikenal sebagai daerah kaya sumber daya alamnya, mulai dari minyak beserta cadangannya, gas beserta cadanganya, emas juga beserta cadangannya, batu bara dan seterusnya. Dalam perjalanannya, kesejahteraan rakyat Aceh (ekonomi, pendidikan dan kesehatan) tak berbanding lurus dengan kekayaan lumbung minyak, gas dan batubara.

Sepanjang tarik ulur kebijakan ekonomi, hukum dan politik yang fokus mengeksplorasi “lumbung” kekayaan alam Aceh, posisi rakyat Aceh nyaris tidak dapat ditarik keluar dari garis kemiskinan, pengangguran hingga konflik satwa.

BeritaTerkait

WhatsApp-Image-2026-07-23-at-15.20.14-120x86 Aceh (Mati) Menganggur di Lumbung Minyak, Gas, Emas dan Batubara

Ayah dan Anak Di Tangkap Kasus Narkoba Di Aceh Barat

23 Juli 2026
ChatGPT-Image-Jul-22-2026-10_52_43-PM-120x86 Aceh (Mati) Menganggur di Lumbung Minyak, Gas, Emas dan Batubara

Momentum Hari Anak Nasional Untuk Memperkuat Sistem Perlindungan Anak yang Berkeadilan

22 Juli 2026
WhatsApp-Image-2026-07-22-at-21.58.17-120x86 Aceh (Mati) Menganggur di Lumbung Minyak, Gas, Emas dan Batubara

Jembatan Jambak-Canggai Aceh Barat Dipastikan Akan Selesai Tahun Ini Dengan Anggaran Rp1 Milyar

22 Juli 2026

Dampak kebijakan politik “mengurus Aceh” baik dari kalangan beberapa elite Aceh dengan pemangku kebijakan di pemerintah pusat, apapun rezimnya, justru berakhir dengan harapan kosong dalam mensejahterakan dominan rakyat Aceh (jika seluruh rakyat Aceh mustahil untuk disejahterakan).

Jumlah penduduk miskin Aceh berada di angka 703 ribu jiwa (BPS Aceh 2025), demikian pula tingkat pengangguran merangkak naik di sekitar ±152 ribu jiwa, belum lagi tingkat kemiskinan desa, kesenjangan akses pelayanan kesehatan dan administrasi publik. Rakyat Aceh nyaris melarat dari semua sisi sebagai imbas ketidak-berpihakan kebijakan tatakelola lumbung energi yang dimilikinya.

Tidak ingin berkutat di laporan angka di atas kerja layaknya laporan kinerja birokrasi yang cenderung jauh dari jawaban realitas yang ditanggung rakyat Aceh. Jika ditarik satu benang merah dalam mencermati situasi dan kondisi Aceh sedemikian, puncanya adalah pada Gubernur Aceh beserta parlemennnya (DPRA).

Baca Juga :  Ketua Umum FPN Temui Menteri, Bahas Percepatan Pembangunan Desa

Dua jabatan publik tersebut turut menjadi bagian skema menjadikan Aceh (mati) menganggur di lumbung minyak, gas, emas dan batu bara. Alih-alih menyorot pemerintah pusat tidak adil dalam pembagian pengelolaan minyak dan gas, di waktu bersamaan (termasuk belum pulih pasca bencana ekologi), pemerintah Aceh justru banyak menerbitkan izin pertambangan yang dapat mengganggu hajat hidup masyarakat di sekitar tambang.

Arah kebijakan politik Aceh hari ini semakin manipulatif tanpa berempati pada nasib rakyat. Lumbung energi Aceh terus “dikerok” kesenjangan semakin menjadi-jadi. Padahal, setiap kebijakan yang tidak mengarah pada kesejahteraan rakyat, maka akan menggandakan permasalahan sosial yang tidak mampu diselesaikan dengan anggaran. Misalnya, maraknya praktik pelacuran, tingginya angka perceraian, kriminal, narkoba, hingga praktik KKN di birokrasi maupun siasat kelola licik perusahaan plat merah daerah.

Aceh belum dikelola secara bijaksana, baik oleh gubernur Aceh, DPRA maupun lembaga wali nanggroe, justru yang terlihat pada tiga lembaga tersebut adalah ikut serta dalam “merampok APBA/dana otsus” secara birokratis.

Perhatikan saja misalnya, apakah kinerja mereka berbanding lurus dengan kemaslahatan publik dengan jumlah anggaran yang digunakannya, atau justru anggaran publik tersebut dijadikan sebagai strategi memperkaya diri agar dapat memperbesar pengaruh/kuasa.

Mata rantai setan pengelolaan lumbung energi Aceh sedemikian akan terputus jika dominan rakyat Aceh mampu melawan praktik manipulasi politik pejabat Aceh sebagai boneka mafia politik yang bersembunyi di Pemerintah Pusat.

Diakui atau tidak, tantangan membangun Aceh semakin terjal dan butuh gerakan nurani kolektif oleh rakyat Aceh, terutama untuk menciptakan industri padat karya-serap tenaga kerja secara massal, peningkatan pelayanan publik dan kesehatan.

Tantangan ini tidak akan dapat dilalui ketika rakyat Aceh terutama pemuda dan mahasiswa sebagai aktor pendobrak masih merasa bangga bekerjasama dalam gerbong politik yang terus menjebak Aceh layaknya ayam mati di lumbung padi. Ekspresi politik rakyat, mahasiswa dan pemuda harus diarahkan ke gerakan dobrakan kebijakan rasional untuk memutuskan mata rantai setan yang dimaksud.

Baca Juga :  Viral, Protes Warga Tagih Uang Pemenangan : Kepling tersenyum Manis

Rakyat Aceh mesti didorog kembali untuk menghentikan dan memberikan sanksi sosial kepada pelaku (pemangku) kuasa yang terlibat memanipulasi kekayaan Aceh untuk kepentingan pribadi. Penulis yakin, publik Aceh, pemuda dan mahasiswa di Aceh mengetahui siapa nama-nama pejabat publik yang terlibat aktif dalam upaya melanggengkan Aceh sebagai daerah ayam mati di lumbung padi. Hanya saja nurani dan keberanian untuk tegas menyampaikan kebenaran tak cukup mampu dengan alasan demi asap dapur dan memenuhi makan sehari-hari.

Dengan bersikap sedemikian, secara tidak langsung karkater sedemikian merupakan wujud jebakan kebijakan lingkaran setan. Rakyat, pemuda dan mahasiswa diperalat secara politik untuk mendukung pejabat yang nyata-nyatanya menjadi bagian dari menjadikan Aceh tak berdaya dalam mendorong percepatan kesejahteraan dan keadilan di tanah kelahirannya yang katanya daerah sebagai daerah pejuang “syuhada”. Akhirnya, patutkah kita bertanya? Sepecundang inikah “kita” di Aceh hari ini? sehingga membiarkan kezaliman politik terus meraja-lela di bumi Serambi Mekah dan mulia?

Tags: AcehEkonomi AcehPolitik Aceh

Berita Lainnya

Ayah dan Anak Di Tangkap Kasus Narkoba Di Aceh Barat
HEADLINE

Ayah dan Anak Di Tangkap Kasus Narkoba Di Aceh Barat

23 Juli 2026
Momentum Hari Anak Nasional Untuk Memperkuat Sistem Perlindungan Anak yang Berkeadilan
Opini

Momentum Hari Anak Nasional Untuk Memperkuat Sistem Perlindungan Anak yang Berkeadilan

22 Juli 2026
Jembatan Jambak-Canggai Aceh Barat Dipastikan Akan Selesai Tahun Ini Dengan Anggaran Rp1 Milyar
Aceh

Jembatan Jambak-Canggai Aceh Barat Dipastikan Akan Selesai Tahun Ini Dengan Anggaran Rp1 Milyar

22 Juli 2026
Wabup Nusar Temui Anggota DPR RI Komisi XIII, Usulkan Lanjutan Pembangunan GOR Simeulue
Daerah

Wabup Nusar Temui Anggota DPR RI Komisi XIII, Usulkan Lanjutan Pembangunan GOR Simeulue

22 Juli 2026
YARA Apresiasi Polres Aceh Barat : Raih Peringkat II Penyelesaian Perkara Terbaik Polda Aceh
Aceh

YARA Apresiasi Polres Aceh Barat : Raih Peringkat II Penyelesaian Perkara Terbaik Polda Aceh

21 Juli 2026
Kapolres Agus Sulistianto Baru Menjabat Lansung Kunjungi Gampong Sikundo dan Berdialog Dengan Masyaraka
Aceh

Kapolres Agus Sulistianto Baru Menjabat Lansung Kunjungi Gampong Sikundo dan Berdialog Dengan Masyaraka

20 Juli 2026
  • Trending
Polres Aceh Barat Bongkar Peredaran Sabu di Arongan Lambalek, Sita 23,7 Gram Dari Dua Pria

Polres Aceh Barat Bongkar Peredaran Sabu di Arongan Lambalek, Sita 23,7 Gram Dari Dua Pria

22 Juli 2026
Polres Simeulue Limpahkan Kasus Pembakaran Rumah di Teluk dalam Ke Kejaksaan

Polres Simeulue Limpahkan Kasus Pembakaran Rumah di Teluk dalam Ke Kejaksaan

16 Juli 2026
Oknum TNI dan Empat Oknum Securiti Diduga Terlibat Tewasnya Burnok Resmi Dilaporkan

Oknum TNI dan Empat Oknum Securiti Diduga Terlibat Tewasnya Burnok Resmi Dilaporkan

20 Juli 2026
Diduga Tewas Usai Diamankan, Keluarga Minta Kasus Daniel Situmeang Diusut Tuntas

Diduga Tewas Usai Diamankan, Keluarga Minta Kasus Daniel Situmeang Diusut Tuntas

14 Juli 2026

Berita Terkini

Dorong Sistem Resi Gudang, Pemerintah Aceh Percepat Hilirisasi Nilam

Dorong Sistem Resi Gudang, Pemerintah Aceh Percepat Hilirisasi Nilam

23 Juli 2026
Ayah dan Anak Di Tangkap Kasus Narkoba Di Aceh Barat

Ayah dan Anak Di Tangkap Kasus Narkoba Di Aceh Barat

23 Juli 2026
Desa Batu-Batu Raih Nol Stunting dan Perkuat Komitmen Generasi Sehat

Desa Batu-Batu Raih Nol Stunting dan Perkuat Komitmen Generasi Sehat

23 Juli 2026
Mahasiswa KKN USK Edukasi Tas Siaga Bencana dan GERADAM kepada Warga Cut Langien

Mahasiswa KKN USK Edukasi Tas Siaga Bencana dan GERADAM kepada Warga Cut Langien

23 Juli 2026
TubinNews

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Copyright © 2023-2026 - Tubinnews.com

No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Daerah
    • Aceh
      • Banda Aceh
      • Aceh Barat
      • Langsa
      • Aceh Tenggara
      • Simeulue
      • Aceh Singkil
    • Sumatera Utara
    • Sumatera Selatan
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Wisata
    • Kuliner
    • Gaming
    • Movie
  • Olahraga
  • Politik
  • Parlemen
  • Hukrim
    • Hukum
    • Kriminal
  • Ekobis
    • Ekonomi
    • Bisnis
  • Opini