Minggu, 9 Agustus 2026
No Result
View All Result
TubinNews
  • Home
  • Daerah
    • Aceh
    • SUMATERA UTARA
    • Sumatera Selatan
    • Banda Aceh
    • Langsa
    • Aceh Barat
    • Aceh Tenggara
    • SIMEULUE
    • SINGKIL
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Wisata
    • Kuliner
    • Gaming
    • Movie
  • Olahraga
  • Hukrim
    • Hukum
    • Kriminal
  • Ekobis
    • Ekonomi
    • Bisnis
  • Opini
  • Serba-Serbi
  • Home
  • Daerah
    • Aceh
    • SUMATERA UTARA
    • Sumatera Selatan
    • Banda Aceh
    • Langsa
    • Aceh Barat
    • Aceh Tenggara
    • SIMEULUE
    • SINGKIL
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Wisata
    • Kuliner
    • Gaming
    • Movie
  • Olahraga
  • Hukrim
    • Hukum
    • Kriminal
  • Ekobis
    • Ekonomi
    • Bisnis
  • Opini
  • Serba-Serbi
No Result
View All Result
TubinNews
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Aceh (Mati) Menganggur di Lumbung Minyak, Gas, Emas dan Batubara

Ahmad Hidayat by Ahmad Hidayat
23 Juli 2026
Aceh (Mati) Menganggur di Lumbung Minyak, Gas, Emas dan Batubara

Zulfata (Ketua Umum DPP Ankatan Muda Mudi Perjuangan Aceh).

Bagikan ke FBBagikan ke WABagikan ke Twitter

Oleh : Zulfata (Ketua Umum DPP Angkatan Muda Mudi Perjuangan Aceh)

Aceh dikenal sebagai daerah kaya sumber daya alamnya, mulai dari minyak beserta cadangannya, gas beserta cadanganya, emas juga beserta cadangannya, batu bara dan seterusnya. Dalam perjalanannya, kesejahteraan rakyat Aceh (ekonomi, pendidikan dan kesehatan) tak berbanding lurus dengan kekayaan lumbung minyak, gas dan batubara.

Sepanjang tarik ulur kebijakan ekonomi, hukum dan politik yang fokus mengeksplorasi “lumbung” kekayaan alam Aceh, posisi rakyat Aceh nyaris tidak dapat ditarik keluar dari garis kemiskinan, pengangguran hingga konflik satwa.

BeritaTerkait

IMG-20260809-WA0006-120x86 Aceh (Mati) Menganggur di Lumbung Minyak, Gas, Emas dan Batubara

400 Titik Di Perbaiki Jalan Berlobang PUPR : Kaway XVI Belum Tersentuh 

9 Agustus 2026
WhatsApp-Image-2026-08-08-at-16.54.16-120x86 Aceh (Mati) Menganggur di Lumbung Minyak, Gas, Emas dan Batubara

Ancam Keselamatan, Jalan Berlubang Hiasi Kabupaten Aceh Barat

8 Agustus 2026
img_6a6f274f97977-1-120x86 Aceh (Mati) Menganggur di Lumbung Minyak, Gas, Emas dan Batubara

Kapolresta Banda Aceh dan Kasat Narkoba Diperiksa Mabes Polri, Polda Aceh Tunjuk Plt

7 Agustus 2026

Dampak kebijakan politik “mengurus Aceh” baik dari kalangan beberapa elite Aceh dengan pemangku kebijakan di pemerintah pusat, apapun rezimnya, justru berakhir dengan harapan kosong dalam mensejahterakan dominan rakyat Aceh (jika seluruh rakyat Aceh mustahil untuk disejahterakan).

Jumlah penduduk miskin Aceh berada di angka 703 ribu jiwa (BPS Aceh 2025), demikian pula tingkat pengangguran merangkak naik di sekitar ±152 ribu jiwa, belum lagi tingkat kemiskinan desa, kesenjangan akses pelayanan kesehatan dan administrasi publik. Rakyat Aceh nyaris melarat dari semua sisi sebagai imbas ketidak-berpihakan kebijakan tatakelola lumbung energi yang dimilikinya.

Tidak ingin berkutat di laporan angka di atas kerja layaknya laporan kinerja birokrasi yang cenderung jauh dari jawaban realitas yang ditanggung rakyat Aceh. Jika ditarik satu benang merah dalam mencermati situasi dan kondisi Aceh sedemikian, puncanya adalah pada Gubernur Aceh beserta parlemennnya (DPRA).

Baca Juga :  Baitul Mall Simeulue Dan STAIN Meulaboh Jalin Kerja Sama Program Biaya Siswa: Membantu Masyarakat Kurang Mampu

Dua jabatan publik tersebut turut menjadi bagian skema menjadikan Aceh (mati) menganggur di lumbung minyak, gas, emas dan batu bara. Alih-alih menyorot pemerintah pusat tidak adil dalam pembagian pengelolaan minyak dan gas, di waktu bersamaan (termasuk belum pulih pasca bencana ekologi), pemerintah Aceh justru banyak menerbitkan izin pertambangan yang dapat mengganggu hajat hidup masyarakat di sekitar tambang.

Arah kebijakan politik Aceh hari ini semakin manipulatif tanpa berempati pada nasib rakyat. Lumbung energi Aceh terus “dikerok” kesenjangan semakin menjadi-jadi. Padahal, setiap kebijakan yang tidak mengarah pada kesejahteraan rakyat, maka akan menggandakan permasalahan sosial yang tidak mampu diselesaikan dengan anggaran. Misalnya, maraknya praktik pelacuran, tingginya angka perceraian, kriminal, narkoba, hingga praktik KKN di birokrasi maupun siasat kelola licik perusahaan plat merah daerah.

Aceh belum dikelola secara bijaksana, baik oleh gubernur Aceh, DPRA maupun lembaga wali nanggroe, justru yang terlihat pada tiga lembaga tersebut adalah ikut serta dalam “merampok APBA/dana otsus” secara birokratis.

Perhatikan saja misalnya, apakah kinerja mereka berbanding lurus dengan kemaslahatan publik dengan jumlah anggaran yang digunakannya, atau justru anggaran publik tersebut dijadikan sebagai strategi memperkaya diri agar dapat memperbesar pengaruh/kuasa.

Mata rantai setan pengelolaan lumbung energi Aceh sedemikian akan terputus jika dominan rakyat Aceh mampu melawan praktik manipulasi politik pejabat Aceh sebagai boneka mafia politik yang bersembunyi di Pemerintah Pusat.

Diakui atau tidak, tantangan membangun Aceh semakin terjal dan butuh gerakan nurani kolektif oleh rakyat Aceh, terutama untuk menciptakan industri padat karya-serap tenaga kerja secara massal, peningkatan pelayanan publik dan kesehatan.

Tantangan ini tidak akan dapat dilalui ketika rakyat Aceh terutama pemuda dan mahasiswa sebagai aktor pendobrak masih merasa bangga bekerjasama dalam gerbong politik yang terus menjebak Aceh layaknya ayam mati di lumbung padi. Ekspresi politik rakyat, mahasiswa dan pemuda harus diarahkan ke gerakan dobrakan kebijakan rasional untuk memutuskan mata rantai setan yang dimaksud.

Baca Juga :  Residivis Pencurian Kembali Berulah, Tim Rimueng Ringkus Pelaku di Lembah Seulawah

Rakyat Aceh mesti didorog kembali untuk menghentikan dan memberikan sanksi sosial kepada pelaku (pemangku) kuasa yang terlibat memanipulasi kekayaan Aceh untuk kepentingan pribadi. Penulis yakin, publik Aceh, pemuda dan mahasiswa di Aceh mengetahui siapa nama-nama pejabat publik yang terlibat aktif dalam upaya melanggengkan Aceh sebagai daerah ayam mati di lumbung padi. Hanya saja nurani dan keberanian untuk tegas menyampaikan kebenaran tak cukup mampu dengan alasan demi asap dapur dan memenuhi makan sehari-hari.

Dengan bersikap sedemikian, secara tidak langsung karkater sedemikian merupakan wujud jebakan kebijakan lingkaran setan. Rakyat, pemuda dan mahasiswa diperalat secara politik untuk mendukung pejabat yang nyata-nyatanya menjadi bagian dari menjadikan Aceh tak berdaya dalam mendorong percepatan kesejahteraan dan keadilan di tanah kelahirannya yang katanya daerah sebagai daerah pejuang “syuhada”. Akhirnya, patutkah kita bertanya? Sepecundang inikah “kita” di Aceh hari ini? sehingga membiarkan kezaliman politik terus meraja-lela di bumi Serambi Mekah dan mulia?

Tags: AcehEkonomi AcehPolitik Aceh

Berita Lainnya

400 Titik Di Perbaiki Jalan Berlobang PUPR : Kaway XVI Belum Tersentuh 
Aceh

400 Titik Di Perbaiki Jalan Berlobang PUPR : Kaway XVI Belum Tersentuh 

9 Agustus 2026
Ancam Keselamatan, Jalan Berlubang Hiasi Kabupaten Aceh Barat
Aceh Barat

Ancam Keselamatan, Jalan Berlubang Hiasi Kabupaten Aceh Barat

8 Agustus 2026
Kapolresta Banda Aceh Imbau Warga Waspadai Dampak El Nino dan Cegah Karhutla
HEADLINE

Kapolresta Banda Aceh dan Kasat Narkoba Diperiksa Mabes Polri, Polda Aceh Tunjuk Plt

7 Agustus 2026
Iming-iming Pekerjaan, Eks Anggota DPRA Fraksi PAN Diduga Tipu Pengusaha Hingga Ratusan Juta
Aceh

Iming-iming Pekerjaan, Eks Anggota DPRA Fraksi PAN Diduga Tipu Pengusaha Hingga Ratusan Juta

5 Agustus 2026
BPMA dan Medco E&P Malaka Berhasil Optimalkan Dua Sumur WK A
Bisnis

BPMA dan Medco E&P Malaka Berhasil Optimalkan Dua Sumur WK A

4 Agustus 2026
Pertamina Tambah Pasokan BBM di Aceh, Pemprov Pastikan Antrean Mulai Terurai
Aceh

Pertamina Tambah Pasokan BBM di Aceh, Pemprov Pastikan Antrean Mulai Terurai

4 Agustus 2026
  • Trending
Sebambu Lokan Sungai Krueng Tujoh Sejuta Harapan

Sebambu Lokan Sungai Krueng Tujoh Sejuta Harapan

3 Agustus 2026
Kunjungan Kak Na ke Simeulue Disambut Antusias, Warga Salur Latun Titipkan Tiga Harapan

Kunjungan Kak Na ke Simeulue Disambut Antusias, Warga Salur Latun Titipkan Tiga Harapan

4 Agustus 2026
Warga Soroti Dugaan Pencemaran Sungai Krueng Tujoh, Desak DLH Jangan Tutup Mata

Warga Soroti Dugaan Pencemaran Sungai Krueng Tujoh, Desak DLH Jangan Tutup Mata

3 Agustus 2026
Warga Meureubo Keluhkan Dugaan Pencemaran Sungai Krueng Tujoh Akibat Aktivitas Tambang

Warga Meureubo Keluhkan Dugaan Pencemaran Sungai Krueng Tujoh Akibat Aktivitas Tambang

2 Agustus 2026

Berita Terkini

400 Titik Di Perbaiki Jalan Berlobang PUPR : Kaway XVI Belum Tersentuh 

400 Titik Di Perbaiki Jalan Berlobang PUPR : Kaway XVI Belum Tersentuh 

9 Agustus 2026
Polri Pastikan Pemeriksaan Kapolresta Banda Aceh dan Kasat Narkoba Transparan

Polri Pastikan Pemeriksaan Kapolresta Banda Aceh dan Kasat Narkoba Transparan

8 Agustus 2026
Ancam Keselamatan, Jalan Berlubang Hiasi Kabupaten Aceh Barat

Ancam Keselamatan, Jalan Berlubang Hiasi Kabupaten Aceh Barat

8 Agustus 2026
‎Kemnaker Transformasi Balai K3 Jadi Garda Terdepan Pencegahan Kecelakaan Kerja

‎Kemnaker Transformasi Balai K3 Jadi Garda Terdepan Pencegahan Kecelakaan Kerja

8 Agustus 2026
TubinNews

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Copyright © 2023-2026 - Tubinnews.com

No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Daerah
    • Aceh
      • Banda Aceh
      • Aceh Barat
      • Langsa
      • Aceh Tenggara
      • Simeulue
      • Aceh Singkil
    • Sumatera Utara
    • Sumatera Selatan
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Wisata
    • Kuliner
    • Gaming
    • Movie
  • Olahraga
  • Politik
  • Parlemen
  • Hukrim
    • Hukum
    • Kriminal
  • Ekobis
    • Ekonomi
    • Bisnis
  • Opini