Breaking NewsDaerahPeristiwa

Limbah Kimia Diduga Pabrik Kasur Mengalir ke Warga Desa Sampali, LHK Sumut Segera Turun

38
×

Limbah Kimia Diduga Pabrik Kasur Mengalir ke Warga Desa Sampali, LHK Sumut Segera Turun

Sebarkan artikel ini

PERCUT SEI TUAN | TUBINNEWS.COM Warga Dusun 23, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, kembali dibuat resah dengan kondisi aliran air yang diduga tercemar limbah dari aktivitas industri di sekitar permukiman.

Pantauan di lokasi menunjukkan aliran air berwarna kecokelatan hingga kehitaman. Permukaan air juga tampak berbusa, sementara pada sejumlah bagian terlihat lapisan yang menyerupai minyak.

Kondisi tersebut berada tidak jauh dari permukiman warga dan disebut berdekatan dengan rumah Kepala Desa Sampali. Warga menduga air tersebut mengalir ke drainase yang berada di lingkungan masyarakat.

Warga pun meminta pemerintah segera turun tangan untuk memastikan sumber aliran tersebut serta melakukan pemeriksaan dan uji laboratorium terhadap sampel air.

“Kalau benar ini limbah pabrik, jangan sampai dibiarkan. Ini dekat dengan rumah warga. Kami khawatir berdampak terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat,” ujar Wak Black rabu 26 Agustus 2026.

Terpisah, Kabid LHK Sumatera Utara, Zainuddin, saat dikonfirmasi mengenai dugaan pencemaran tersebut mengatakan pihaknya akan segera melakukan tindak lanjut.

“Ya bang, sedang kami tindaklanjuti. Belum bisa jawab persis, bang. Kami harus turun ke lokasi dahulu,” ujar Zainuddin.

Dengan demikian, sumber maupun jenis zat yang menyebabkan perubahan warna dan kondisi air tersebut belum dapat dipastikan sebelum dilakukan pemeriksaan langsung serta pengujian laboratorium.

Sementara itu, Ketua Palemdas Sumut, Fajar, turut menyoroti kondisi aliran air tersebut.

Menurut Fajar, berdasarkan kondisi yang terlihat di lapangan dan informasi dari warga, terdapat dugaan limbah industri sengaja dialirkan ke drainase masyarakat.

“Kalau kami melihat, limbah ini diduga sengaja dibuang ke drainase warga. Diduga mengandung bahan kimia yang bisa berdampak buruk kepada masyarakat,” ujar Fajar.

Baca Juga :  Honorer di Deli Serdang Pamer Uang di Medsos, Warganet Desak Bupati Turun Tangan

Ia juga menyebut adanya informasi dari warga bahwa di sekitar lokasi terdapat aktivitas pabrik yang berkaitan dengan pembuatan kasur, yang diduga menggunakan bahan kimia dalam proses produksinya.

Namun, dugaan mengenai jenis zat kimia maupun sumber limbah tersebut masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan resmi oleh instansi lingkungan hidup.

Kondisi ini semakin menjadi perhatian karena sebelumnya dugaan pencemaran lingkungan di kawasan Sampali juga sempat menjadi sorotan.

Warga berharap persoalan tersebut tidak berhenti pada pemeriksaan visual semata. Mereka meminta petugas mengambil sampel air untuk mengetahui kandungan di dalamnya dan memastikan apakah terdapat zat pencemar yang melebihi baku mutu lingkungan.

Masyarakat juga meminta hasil pemeriksaan nantinya disampaikan secara transparan agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah warga.

Jika hasil pemeriksaan nantinya membuktikan adanya pencemaran akibat aktivitas industri, warga berharap pemerintah mengambil tindakan tegas sesuai ketentuan yang berlaku.

Sebaliknya, apabila hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa aliran tersebut bukan berasal dari aktivitas industri, masyarakat juga meminta pemerintah memberikan penjelasan secara terbuka mengenai sumber dan penyebab perubahan kondisi air tersebut.

Kini, perhatian warga tertuju pada langkah LHK Sumut yang menyatakan akan turun langsung ke lokasi untuk memastikan fakta di lapangan.

 

Share this content:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *