Kamis, 6 Agustus 2026
No Result
View All Result
TubinNews
  • Home
  • Daerah
    • Aceh
    • SUMATERA UTARA
    • Sumatera Selatan
    • Banda Aceh
    • Langsa
    • Aceh Barat
    • Aceh Tenggara
    • SIMEULUE
    • SINGKIL
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Wisata
    • Kuliner
    • Gaming
    • Movie
  • Olahraga
  • Hukrim
    • Hukum
    • Kriminal
  • Ekobis
    • Ekonomi
    • Bisnis
  • Opini
  • Serba-Serbi
  • Home
  • Daerah
    • Aceh
    • SUMATERA UTARA
    • Sumatera Selatan
    • Banda Aceh
    • Langsa
    • Aceh Barat
    • Aceh Tenggara
    • SIMEULUE
    • SINGKIL
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Wisata
    • Kuliner
    • Gaming
    • Movie
  • Olahraga
  • Hukrim
    • Hukum
    • Kriminal
  • Ekobis
    • Ekonomi
    • Bisnis
  • Opini
  • Serba-Serbi
No Result
View All Result
TubinNews
No Result
View All Result
Home Opini

Ketika Diskon Mengalahkan Lailatul Qadar

Ahmad Hidayat by Ahmad Hidayat
17 Maret 2026
Ketika Diskon Mengalahkan Lailatul Qadar
Bagikan ke FBBagikan ke WABagikan ke Twitter

Ada sesuatu yang berbeda kini hadir di penghujung Ramadan. Jika dahulu malam-malam terakhir bulan suci ini diisi dengan linangan air mata di sajadah, lantunan ayat yang mengalir dari masjid ke gang-gang kampung, dan barisan orang yang berdesakan mengejar malam seribu bulan, maka kini yang hadir adalah sesuatu yang lain: notifikasi diskon, troli belanja, dan keramaian di pusat perbelanjaan hingga dini hari.

Di Aceh, tanah yang menyebut dirinya Serambi Mekkah, fenomena ini terasa lebih menyentuh. Sepuluh malam terakhir Ramadan yang dalam tradisi Islam diyakini menyimpan Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan kini bersaing ketat dengan diskon besar-besaran pakaian lebaran, promo elektronik, dan antrean panjang di toko-toko yang tetap buka hingga subuh.

BeritaTerkait

WhatsApp-Image-2026-07-27-at-13.52.38-120x86 Ketika Diskon Mengalahkan Lailatul Qadar

Mengantar Ayah Menjemput Maut: Potret Buruk Pelayanan dan Hilangnya Empati di RSUZA

27 Juli 2026
WhatsApp-Image-2026-07-23-at-14.17.55-120x86 Ketika Diskon Mengalahkan Lailatul Qadar

Aceh (Mati) Menganggur di Lumbung Minyak, Gas, Emas dan Batubara

23 Juli 2026
ChatGPT-Image-Jul-22-2026-10_52_43-PM-120x86 Ketika Diskon Mengalahkan Lailatul Qadar

Momentum Hari Anak Nasional Untuk Memperkuat Sistem Perlindungan Anak yang Berkeadilan

22 Juli 2026

“Masjid yang biasanya penuh sesak di malam-malam ganjil kini terasa lengang. Shaf yang tak lagi rapat, dan suara imam yang bergema di ruang yang separuh kosong.”

Di sudut lain kota, warung kopi tetap ramai. Asap rokok bercampur uap kopi, obrolan tentang harga baju yang turun 50%, rekomendasi toko mana yang paling murah semua menjadi topik hangat. Tidak ada yang berbicara tentang tanda-tanda Lailatul Qadar. Tidak ada yang membahas keutamaan itikaf. Yang ada hanya kalkulasi belanja dan perbandingan harga.

Fenomena yang Perlu Kita Renungkan

Bukan berarti berbelanja di Ramadan adalah kesalahan. Islam tidak melarang umatnya mempersiapkan kebutuhan Idulfitri. Namun persoalannya bukan pada belanjanya — persoalannya ada pada prioritas yang telah bergeser secara diam-diam dan tanpa kita sadari.

Baca Juga :  Ketua Dewan Pers: Pengamanan Mudik Luar Biasa, Terima Kasih Polri

Ketika seorang ibu rela berdiri berjam-jam di antrean kasir demi sepatu diskon, namun tak sanggup berdiri satu rakaat witir tambahan di malam ganjil ada sesuatu yang telah terbalik. Ketika seorang ayah begadang hingga pukul tiga pagi menjelajahi toko demi toko, namun enggan menginjakkan kaki ke masjid di jam yang sama untuk qiyamul lail ada sesuatu yang patut kita tanyai dalam diri kita.

Lantunan ayat suci yang dulu terdengar dari tiap sudut rumah dan masjid kini berganti dengan notifikasi aplikasi belanja. Tadarus yang menjadi tradisi kini tinggal tradisi di atas kertas. Masjid-masjid di Aceh yang sejak awal Ramadan ramai kini berangsur sepi justru di saat yang seharusnya paling ramai di saat Lailatul Qadar kemungkinan besar sedang mengetuk pintu.

“Lailatul Qadar tidak datang dengan pengumuman. Ia hadir diam-diam, dan hanya mereka yang berjagalah yang berkesempatan menemuinya.”

Ini bukan semata-mata soal individu yang lemah iman. Ini adalah cerminan sebuah arus budaya yang mengalir deras budaya konsumsi yang begitu cerdas menyelipkan dirinya ke dalam momen-momen paling sakral sekalipun. Ramadan, yang sejatinya adalah ujian pengendalian diri, kini justru menjadi puncak musim konsumsi. Kapitalisme tidak memandang bulan suci; ia hanya memandang peluang.

Solusi: Kembali kepada yang Esensial

Kritik tanpa solusi hanyalah keluhan. Maka mari kita pikirkan bersama apa yang bisa dilakukan oleh diri sendiri, oleh keluarga, dan oleh masyarakat.

Pertama, mulailah dari pemahaman yang benar. Lailatul Qadar bukan sekadar cerita indah dalam kitab kuning. Ia adalah malam nyata, malam yang nilai amalnya setara lebih dari 83 tahun ibadah. Pemahaman ini harus kembali dihidupkan di pengajian, di mimbar Jumat, di meja makan keluarga, di status media sosial. Jangan biarkan ia hanya menjadi pengetahuan tanpa rasa.

Baca Juga :  Investasi dan Kedatangan Turis Asing ke Simeulue, Apa Dampaknya bagi Ekonomi Daerah?

Kedua, buat komitmen keluarga. Sepakati bersama bahwa sepuluh malam terakhir Ramadan adalah waktu keluarga untuk ibadah, bukan untuk pusat perbelanjaan. Atur waktu belanja di siang hari atau di awal Ramadan. Jadikan malam-malam ganjil sebagai momen yang ditunggu-tunggu, bukan yang dihindari karena kelelahan berbelanja.

Ketiga, masjid harus tampil lebih hidup. Para pengurus masjid dan ulama perlu menghadirkan program itikaf dan qiyamul lail yang menarik bukan hanya salat berjamaah, namun juga tausiah ringan, tadarus bersama, dan suasana yang hangat sehingga orang betah berlama-lama. Masjid yang sunyi bukan hanya kehilangan jamaah; ia kehilangan perannya sebagai jangkar spiritual masyarakat.

Keempat, bijak bermedia sosial. Alih-alih mengisi beranda dengan konten promo dan diskon, isi dengan pengingat tentang keutamaan malam-malam terakhir Ramadan. Satu postingan yang menyentuh hati bisa menggerakkan satu orang untuk bangkit dari tidurnya dan menuju sajadah. []

Oleh : Dr. Erizar, M.Ed ,C.PS,C.HL (Akademisi STAIN Meulaboh/ Wakil Ketua PC NU Aceh Barat)

Tags: diskon lebarangaya hidup modernkritik sosialLailatul QadarOpinisosial keagamaan

Berita Lainnya

Mengantar Ayah Menjemput Maut: Potret Buruk Pelayanan dan Hilangnya Empati di RSUZA
HEADLINE

Mengantar Ayah Menjemput Maut: Potret Buruk Pelayanan dan Hilangnya Empati di RSUZA

27 Juli 2026
Aceh (Mati) Menganggur di Lumbung Minyak, Gas, Emas dan Batubara
HEADLINE

Aceh (Mati) Menganggur di Lumbung Minyak, Gas, Emas dan Batubara

23 Juli 2026
Momentum Hari Anak Nasional Untuk Memperkuat Sistem Perlindungan Anak yang Berkeadilan
Opini

Momentum Hari Anak Nasional Untuk Memperkuat Sistem Perlindungan Anak yang Berkeadilan

22 Juli 2026
Antre Solar, Antre Keadilan di Barat Selatan Aceh
Opini

Antre Solar, Antre Keadilan di Barat Selatan Aceh

3 Juni 2026
Berani Jujur di Tengah Badai: Menag Nasaruddin dan Wajah Baru Pejabat Negara
Opini

Berani Jujur di Tengah Badai: Menag Nasaruddin dan Wajah Baru Pejabat Negara

26 Februari 2026
Tuduhan Konflik Kepentingan Yayasan Kemala Bhayangkari Sebagai Mitra MBG Dinilai Tidak Berdasar
Opini

Tuduhan Konflik Kepentingan Yayasan Kemala Bhayangkari Sebagai Mitra MBG Dinilai Tidak Berdasar

5 Januari 2026
  • Trending
Sebambu Lokan Sungai Krueng Tujoh Sejuta Harapan

Sebambu Lokan Sungai Krueng Tujoh Sejuta Harapan

3 Agustus 2026
Warga Meureubo Keluhkan Dugaan Pencemaran Sungai Krueng Tujoh Akibat Aktivitas Tambang

Warga Meureubo Keluhkan Dugaan Pencemaran Sungai Krueng Tujoh Akibat Aktivitas Tambang

2 Agustus 2026
Kunjungan Kak Na ke Simeulue Disambut Antusias, Warga Salur Latun Titipkan Tiga Harapan

Kunjungan Kak Na ke Simeulue Disambut Antusias, Warga Salur Latun Titipkan Tiga Harapan

4 Agustus 2026
Warga Soroti Dugaan Pencemaran Sungai Krueng Tujoh, Desak DLH Jangan Tutup Mata

Warga Soroti Dugaan Pencemaran Sungai Krueng Tujoh, Desak DLH Jangan Tutup Mata

3 Agustus 2026

Berita Terkini

Kapolres AKBP Agus Sulistianto Tinjau Dapur SPPG Polri di Aceh Barat

Kapolres AKBP Agus Sulistianto Tinjau Dapur SPPG Polri di Aceh Barat

6 Agustus 2026
Dari Setetes Darah untuk Kehidupan, Bank Aceh Rayakan HUT Ke-53 Dengan Aksi Nyata

Dari Setetes Darah untuk Kehidupan, Bank Aceh Rayakan HUT Ke-53 Dengan Aksi Nyata

6 Agustus 2026
Fadli Kaukibi Tunjukkan Dokumen di RDP DPRD Deli Serdang, Soroti Sengketa Lahan Warga dengan PTPN I

Fadli Kaukibi Tunjukkan Dokumen di RDP DPRD Deli Serdang, Soroti Sengketa Lahan Warga dengan PTPN I

6 Agustus 2026
Menaker: Pemerintah Perkuat Pasar Kerja agar Kompetensi Tenaga Kerja Sesuai Kebutuhan Industri

Menaker: Pemerintah Perkuat Pasar Kerja agar Kompetensi Tenaga Kerja Sesuai Kebutuhan Industri

5 Agustus 2026
TubinNews

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Copyright © 2023-2026 - Tubinnews.com

No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Daerah
    • Aceh
      • Banda Aceh
      • Aceh Barat
      • Langsa
      • Aceh Tenggara
      • Simeulue
      • Aceh Singkil
    • Sumatera Utara
    • Sumatera Selatan
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Wisata
    • Kuliner
    • Gaming
    • Movie
  • Olahraga
  • Politik
  • Parlemen
  • Hukrim
    • Hukum
    • Kriminal
  • Ekobis
    • Ekonomi
    • Bisnis
  • Opini