Jakarta | TubinNews.com — Presiden Prabowo menegaskan kesiapannya untuk keluar dari keanggotaan Board of Peace (BoP) apabila forum perdamaian internasional tersebut tidak membawa kemaslahatan atau tidak secara nyata memperjuangkan kemerdekaan Palestina.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo sebagai respons atas keraguan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace. Komitmen itu disampaikan langsung dalam agenda Silaturahim Prabowo dengan Pimpinan Organisasi Masyarakat Islam, yang digelar di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026).
Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, menjelaskan bahwa Prabowo menegaskan Indonesia tidak terikat penuh pada setiap keputusan forum tersebut. Indonesia, kata Presiden, memiliki ruang untuk bersikap independen bahkan menarik diri apabila forum itu tidak lagi sejalan dengan prinsip perjuangan kemanusiaan.
“Permintaan itu dijawab oleh Pak Presiden bahwa di dalam keanggotaan BoP itu tidak harus mengikuti semuanya. Jadi kalau ada langkah atau aksi yang tidak cocok maka Indonesia akan abstain dan absen. Yang kedua, kalau memang tidak membuat maslahah dalam perkembangan waktu maka Presiden tidak segan-segan akan keluar dari BoP,” kata KH Cholil Nafis, dikutip dari mui.or.id, Rabu (4/2/2026).
Sebelumnya, MUI secara terbuka menyampaikan sikap skeptis terhadap Board of Peace. Keraguan tersebut didasari oleh rekam jejak Presiden Amerika Serikat, Donald Trump sebagai inisiator forum, yang dinilai tidak konsisten dalam mendukung perdamaian dan kemerdekaan Palestina.
KH Cholil mengungkapkan, MUI menilai langkah Trump selama ini justru cenderung merugikan perjuangan rakyat Palestina, termasuk sikap pemerintahan Israel di bawah Benjamin Netanyahu yang hingga kini tidak mengakui kemerdekaan Palestina.
Meski demikian, Prabowo menjelaskan bahwa keterlibatan Indonesia di BoP merupakan strategi perjuangan dari dalam, bukan bentuk legitimasi terhadap kebijakan sepihak yang merugikan Palestina.
“Nah, Presiden menyatakan akan memperbaiki dari dalam. Nah, kami mengatakan skeptis karena pertama, Trump jejaknya itu tidak membela terhadap Palestina dan Israel, Netanyahu sampai sekarang tidak mengakui terhadap kemerdekaan Palestina,” tutur KH Cholil.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo dan MUI juga menegaskan kesepakatan bersama bahwa Indonesia menolak segala bentuk penjajahan, sebagaimana diamanatkan oleh UUD 1945 dan sejalan dengan nilai-nilai ajaran Islam.
Prabowo, lanjut KH Cholil, memastikan bahwa pemerintah Indonesia akan terus berada di garis depan dalam membela kemerdekaan Palestina, termasuk dalam setiap forum internasional yang diikuti Indonesia.
“Tadi itu kita dengan Presiden sepakat Indonesia menolak segala bentuk penjajahan karena menurut keyakinan umat Islam dan konstitusi kita, undang-undang dasar itu menolak segala bentuk penjajahan. Yang kedua kita sepakat bahwa kita membela kemerdekaan Palestina,” jelas KH Cholill.
Selain itu, MUI juga meminta pemerintah memastikan bahwa konsep perdamaian yang diperjuangkan dalam Board of Peace tidak tunduk pada versi perdamaian Donald Trump, yang dinilai tidak adil dan merugikan posisi Palestina.
MUI turut menyoroti rencana pengiriman pasukan perdamaian Indonesia, agar tidak disalahgunakan untuk menekan kelompok perjuangan Palestina yang justru menguntungkan Israel.
“Kita minta pembangunan itu adalah tidak hanya damai menurut versi Trump dan Netanyahu tetapi merdeka rakyat Palestina. Itu kita minta. Yang ketiga, kita minta agar pasukan-pasukan kita ini ketika diberangkatkan ke sana jangan sampai menjadi alat pemukul orang yang berjuang untuk kemerdekaan Palestina seperti Hamas dan lain-lain,” tutur KH Cholil.









