ACEH BARAT||TUBINNEWS.COM|| Warga Desa Ujong Tanoh Darat, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, mengeluhkan dugaan pencemaran lingkungan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Tujoh yang diduga berkaitan dengan aktivitas salah satu perusahaan batu bara yang beroperasi di Kecamatan Meureubo. Minggu, 2 Agustus 2026.
Masyarakat menilai kondisi Sungai Krueng Tujoh yang selama ini menjadi sumber kehidupan warga semakin memprihatinkan. Dimana mereka mengaku kualitas air sungai mengalami penurunan, ditandai dengan kondisi air yang keruh, berbau serta menimbulkan rasa gatal saat terkena kulit.
Ketua Aliansi Krueng Tujoh, Nazar mengatakan kondisi sungai saat ini sangat mengkhawatirkan karena tidak lagi dapat dimanfaatkan sebagaimana sebelumnya. Air Krueng Tujoh sekarang keruh, berbau, dan menyebabkan gatal. Selama ini masyarakat Meureubo memanfaatkan sungai untuk kebutuhan sehari-hari, pertanian, mandi, mencari ikan, lokan, hingga berbagai kebutuhan hidup lainnya. Sekarang air itu sudah tidak bisa dimanfaatkan lagi, ujarnya
Menurut Nazar, masyarakat menduga perubahan kondisi sungai berkaitan dengan aktivitas perusahaan batu bara yang beroperasi di sekitar kawasan tersebut. Ia menyebut lokasi aktivitas tambang diperkirakan berada sekitar 300 meter dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Tujoh.
Selain dugaan pencemaran air, warga juga mengeluhkan terjadinya pendangkalan sungai dalam beberapa bulan terakhir ini kondisi tersebut disebut menghambat aktivitas transportasi air masyarakat karena sampan milik warga tidak lagi dapat melintas menuju kawasan Bukit Jaya maupun Sumber Batu seperti sebelumnya.
Akibat kondisi tersebut, masyarakat mengaku tidak lagi dapat memanfaatkan air sungai untuk mandi, kebutuhan air minum, maupun air lahan pertanian. Padahal selama ini Sungai Krueng Tujoh menjadi salah satu sumber utama mata pencaharian warga, seperti mencari ikan, lokan, dan hasil sungai lainnya.
“Kami berharap perusahaan benar-benar memperhatikan dampak lingkungan dari aktivitas pertambangan agar masyarakat tidak terus dirugikan,” kata Nazar.
Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera melakukan pemeriksaan terhadap kondisi Sungai Krueng Tujoh untuk memastikan penyebab perubahan kualitas air serta mengambil langkah penanganan apabila ditemukan adanya pelanggaran terhadap ketentuan pengelolaan lingkungan hidup tutupnya.







![Petugas BPBD bersama anggota Polri memeriksa lubang tambang ilegal di Kawasan Hutan Lindung Desa Kuta Usang, Kecamatan Pegagan Hilir, Jumat (31/7/2026). [Foto: Dok. Humas Polres Dairi]](https://tubinnews.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260801-WA0002-1-350x250.jpg)
![Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Aceh, Teuku Robby Irza, memimpin rapat koordinasi bersama Sales Area Manager Retail Pertamina dan Hiswana Migas Aceh untuk membahas penanganan antrean BBM di SPBU, Kantor Gubernur Aceh, 23 Juli 2026. [Foto: Dok.Biro Adpim]](https://tubinnews.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260721-WA0026-350x250.jpg)







