Banda Aceh | TubinNews.com – Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak fenomena El Nino yang diperkirakan memengaruhi kondisi cuaca di Indonesia selama musim kemarau 2026.
Fenomena tersebut berpotensi menyebabkan musim kemarau lebih panjang, kondisi cuaca lebih kering, serta penurunan curah hujan di sejumlah wilayah.
Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), El Nino dapat meningkatkan risiko kekeringan, krisis air bersih, gagal panen, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Menyikapi potensi tersebut, Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol. Andi Kirana mengajak masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan dengan melakukan langkah-langkah pencegahan dan mitigasi sejak dini.
Menurut Andi Kirana, personel Polsek jajaran Polresta Banda Aceh setiap hari terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat di desa binaan masing-masing terkait bahaya kebakaran hutan dan lahan.
“Setiap hari personel Polsek jajaran Polresta Banda Aceh mensosialisasikan bahaya karhutla di desa binaan masing-masing. Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, menggunakan air secara bijaksana, serta menjaga lingkungan agar tetap terlindungi dari potensi kebakaran maupun kekeringan. Pencegahan jauh lebih baik daripada penanggulangan setelah bencana terjadi,” ujar Andi Kirana, Minggu (2/8/2026).
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembukaan lahan maupun aktivitas usaha dengan cara membakar hutan, lahan, ataupun sampah yang dapat memicu terjadinya kebakaran.
Selain itu, masyarakat juga diminta menghemat penggunaan air bersih, memanfaatkan sumber air secara efisien, serta rutin membersihkan lingkungan dari material yang mudah terbakar, seperti rumput dan semak kering di sekitar permukiman.
Kapolresta juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap munculnya titik api, khususnya di kawasan hutan, lahan gambut, dan area perkebunan.
“Segera laporkan kepada aparat desa, BPBD, pemadam kebakaran, atau pihak berwenang apabila menemukan kebakaran agar dapat ditangani sejak dini,” katanya.
Andi turut mengingatkan masyarakat agar selalu mengikuti informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG sebagai acuan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Sementara itu, pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan terus memperkuat langkah mitigasi menghadapi dampak El Nino, di antaranya melalui pemantauan kondisi cuaca secara berkala, penyediaan cadangan air bersih, pengelolaan sumber daya air secara efisien, serta peningkatan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan.








![Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Aceh, Teuku Robby Irza, memimpin rapat koordinasi bersama Sales Area Manager Retail Pertamina dan Hiswana Migas Aceh untuk membahas penanganan antrean BBM di SPBU, Kantor Gubernur Aceh, 23 Juli 2026. [Foto: Dok.Biro Adpim]](https://tubinnews.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260721-WA0026-350x250.jpg)






