Banda Aceh | TubinNews.com — Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Museum Tsunami Aceh terus memperluas jangkauan edukasi kebencanaan melalui program inovatif “Museum Keliling” yang kali ini digelar di SMP Negeri 4 Banda Aceh, Rabu (12/5/2026).
Program tersebut menjadi bagian dari upaya Museum Tsunami Aceh dalam membangun kesiapsiagaan bencana sejak usia sekolah, khususnya bagi generasi muda pascatsunami. Melalui pendekatan edukasi interaktif di lingkungan sekolah, para pelajar diajak memahami pentingnya mitigasi dan kesiapan menghadapi potensi bencana.
Dalam kegiatan tersebut, Museum Tsunami Aceh menghadirkan berbagai materi edukasi kebencanaan, mulai dari simulasi jalur evakuasi, pengenalan tanda-tanda alam, hingga pembelajaran mengenai kearifan lokal masyarakat Simeulue melalui konsep Smong yang menjadi salah satu pengetahuan tradisional dalam menghadapi ancaman tsunami.
Ratusan pelajar SMP Negeri 4 Banda Aceh mengikuti kegiatan tersebut secara aktif dengan mendapatkan pendampingan langsung dari tim edukator Museum Tsunami Aceh. Pembelajaran dikemas melalui metode praktik dan interaksi agar peserta lebih mudah memahami pentingnya kesiapsiagaan bencana.
Kepala Seksi Edukasi dan Preparasi UPTD Museum Tsunami Aceh, Abdul Lathief, mengatakan program tersebut merupakan langkah nyata untuk mengubah pengalaman tragedi tsunami 2004 menjadi pembelajaran berharga bagi generasi masa depan.
“Kami ingin generasi muda Aceh tidak hanya mengetahui sejarah, tetapi tumbuh menjadi generasi yang tangguh dan siaga menghadapi potensi bencana,” ujar Lathief.
Kepala SMP Negeri 4 Banda Aceh, Annie Kusharyanti, menyambut baik pelaksanaan program Museum Keliling di sekolahnya. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi pelajar untuk memperoleh pengetahuan langsung dari para praktisi dan edukator kebencanaan di luar pembelajaran kelas.
Selain kegiatan edukasi lapangan, rangkaian program juga dilengkapi dengan seminar kesiapsiagaan melalui program SIBONA (Si Bocah Tangguh Bencana). Melalui kegiatan tersebut, para siswa diberikan pemahaman lebih mendalam mengenai pentingnya membangun budaya sadar bencana sejak dini.
Program Museum Keliling merupakan salah satu inovasi rutin UPTD Museum Tsunami Aceh dalam mendukung penguatan pendidikan kebencanaan, termasuk kurikulum muatan lokal yang dikembangkan Dinas Pendidikan Aceh.
Dengan menggabungkan fungsi edukasi, riset, dan pelestarian memori kebencanaan, Museum Tsunami Aceh berharap pemahaman mengenai mitigasi dapat menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Aceh secara berkelanjutan. (***)














