Minggu, 12 Juli 2026
No Result
View All Result
TubinNews
  • Home
  • Daerah
    • Aceh
    • SUMATERA UTARA
    • Sumatera Selatan
    • Banda Aceh
    • Langsa
    • Aceh Barat
    • Aceh Tenggara
    • SIMEULUE
    • SINGKIL
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Wisata
    • Kuliner
    • Gaming
    • Movie
  • Olahraga
  • Hukrim
    • Hukum
    • Kriminal
  • Ekobis
    • Ekonomi
    • Bisnis
  • Opini
  • Serba-Serbi
  • Home
  • Daerah
    • Aceh
    • SUMATERA UTARA
    • Sumatera Selatan
    • Banda Aceh
    • Langsa
    • Aceh Barat
    • Aceh Tenggara
    • SIMEULUE
    • SINGKIL
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Wisata
    • Kuliner
    • Gaming
    • Movie
  • Olahraga
  • Hukrim
    • Hukum
    • Kriminal
  • Ekobis
    • Ekonomi
    • Bisnis
  • Opini
  • Serba-Serbi
No Result
View All Result
TubinNews
No Result
View All Result
Home FEATURE

Ramadan di Tanah Rantau: Kisah Mahasiswa Menahan Rindu Kampung Halaman

Riska Amelia by Riska Amelia
7 Maret 2026
Ramadan di Tanah Rantau: Kisah Mahasiswa Menahan Rindu Kampung Halaman

Ilustrasi berbuka puasa. (Foto : ilustrasi dibuat menggunakan ChatGPT)

Bagikan ke FBBagikan ke WABagikan ke Twitter

Banda Aceh | TubinNews.com – Di sudut-sudut kota Banda Aceh, Ramadan selalu datang dengan suasana yang khas. Menjelang azan magrib, jalanan dipenuhi orang yang berburu takjil, mulai dari mahasiswa hingga masyarakat lokal.

Di tengah suasana religius itu, ada banyak mahasiswa rantau yang menjalani Ramadan dengan cerita yang berbeda, jauh dari keluarga, namun tetap berusaha menemukan makna di tanah perantauan.

BeritaTerkait

690469089708d1761896712-120x86 Ramadan di Tanah Rantau: Kisah Mahasiswa Menahan Rindu Kampung Halaman

Mengenang Teuku Umar, Menyusuri Wisata Sejarah yang Menjadi Kebanggaan Aceh Barat

28 Juni 2026
1596533644048201-0-120x86 Ramadan di Tanah Rantau: Kisah Mahasiswa Menahan Rindu Kampung Halaman

Eksotis dan Belum Banyak Diketahui, Pesona Air Terjun Pungki di Tengah Alam Liar

26 Juni 2026
result_68ca2d159ca1d1758080277-120x86 Ramadan di Tanah Rantau: Kisah Mahasiswa Menahan Rindu Kampung Halaman

Dari Motif Sulu Bayung hingga Kasab, Ini Kekayaan Budaya Aceh Barat

26 Juni 2026

Bagi sebagian mahasiswa, Ramadan bukan hanya tentang ibadah dan menahan lapar. Bulan suci ini juga membawa rasa rindu pada rumah, pada meja makan keluarga, dan pada kebiasaan sederhana yang dulu terasa biasa saja.

Mistia Zahra, mahasiswa Program Studi Bahasa Inggris Universitas Syiah Kuala asal Padang, Sumatera Barat, merasakan hal itu sejak pertama kali menjalani Ramadan di Aceh. Tahun pertama berpuasa di perantauan menjadi pengalaman yang cukup berat baginya.

“Tahun pertama, awalnya pasti sedih karena tidak bisa menjalani ibadah Ramadan bersama keluarga saat sahur, berbuka, atau tarawih,” katanya kepada Tubinnews, Sabtu (07/03/2026).

Kini ia sudah memasuki tahun kedua menjalani Ramadan jauh dari rumah. Perasaan rindu itu masih ada, tetapi perlahan ia mulai terbiasa dengan ritme kehidupan baru di tanah rantau. Menurutnya, salah satu tantangan terbesar adalah menyesuaikan diri dengan makanan. Masakan yang ia temui di perantauan sering kali terasa berbeda dengan cita rasa rumah.

“Yang paling terasa itu dari makanan. Sangat sulit menyesuaikan cita rasa di tanah rantau dengan masakan rumah. Biasanya juga kalau di rumah dibangunkan sahur, sementara di rantau harus mandiri,” ungkapnya.

Baca Juga :  Dari Motif Sulu Bayung hingga Kasab, Ini Kekayaan Budaya Aceh Barat

Di kampung halamannya, Ramadan selalu diwarnai berbagai kegiatan bersama masyarakat. Mulai dari tadarus di masjid hingga ngabuburit bersama teman-teman di sore hari.

“Biasanya kami ikut ibadah bersama di masjid kampung, tadarusan, atau ngabuburit sama teman-teman kampung. Suasana seperti itu yang paling dirindukan,” tambahnya lirih.

Meski demikian, ia juga merasakan sisi lain Ramadan di Aceh. Menurutnya, kehidupan Ramadan di kota terasa lebih ramai dibandingkan di kampung halamannya.

“Di Aceh saya berada di kota jadi rasanya lebih ramai dan meriah. Di kampung juga ada suasana Ramadan, tapi tidak seramai di kota. Walaupun begitu tetap terasa hampa kalau tidak bersama keluarga,” ujarnya.

Di balik rasa rindu itu, Mistia mulai menemukan makna baru dari Ramadan yang dijalaninya di tanah rantau. Ia merasa bulan suci ini mengajarkan banyak hal tentang kemandirian dan kedisiplinan.

“Ramadan bukan hanya mengajarkan kita untuk sabar, tapi juga kuat, mandiri, dan disiplin. Walaupun suasananya berbeda, saya mulai menikmati Ramadan di rantau dengan hati yang lapang,” pungkasnya.

Cerita serupa juga datang dari Nur Inda Andita, mahasiswa Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam UIN Ar-Raniry Banda Aceh asal Medan, Sumatera Utara. Baginya, perbedaan paling terasa adalah momen kebersamaan saat sahur dan berbuka.

“Biasanya sahur dan berbuka bersama orang tua, sekarang harus sendiri,” ujarnya.

Namun pengalaman hidup di pondok sebelumnya membuatnya lebih siap menjalani Ramadan jauh dari keluarga. Meski begitu, tantangan kecil tetap ada, seperti bangun sahur sendiri atau menjaga pola makan selama berpuasa.

“Kadang saya tidak terbangun sahur, tapi saya tidak pernah meninggalkan puasa,” tuturnya.

Bagi Inda, momen yang paling ia rindukan adalah kebersamaan bersama keluarga sebelum berbuka puasa. Biasanya mereka berkumpul di ruang keluarga, saling bercerita tentang kegiatan sepanjang hari, lalu menunggu azan magrib bersama.

Baca Juga :  Kuasa Hukum Sulaimi Ajukan Banding Administratif ke Mendagri Atas Pemberhentian Sebagai Sekda Aceh Besar

“Biasanya sebelum berbuka kami saling sharing apa yang dilakukan selama satu hari itu, lalu berdoa bersama menjelang azan,” kenangnya.

Meski jauh dari rumah, ia mengakui bahwa suasana Ramadan di Aceh memiliki karakter yang kuat. Menurutnya, kehidupan masyarakat selama bulan suci terasa lebih tertib dan religius.

“Di Aceh suasana ibadah di masjid sangat hidup. Makanan juga banyak yang tutup dan masyarakat terlihat lebih tertib menjalani Ramadan,” jelasnya.

Di balik pengalaman sebagai mahasiswa rantau, Ramadan justru memberi ruang refleksi yang lebih dalam bagi dirinya. Ia memaknai bulan suci ini sebagai waktu untuk kembali memperbaiki diri setelah menjalani berbagai aktivitas selama sebelas bulan sebelumnya.

“Ramadan itu seperti kampung halaman bagi jiwa kita. Selama sebelas bulan jiwa kita seperti melalang buana, lalu di bulan ini kita kembali memperbaiki diri. Rasanya seperti pulang ke rumah, tenang dan damai,” tutupnya.

Tags: Banda AcehCerita RamadanMahasiswa RantauUin Ar raniry

Berita Lainnya

Mengenang Teuku Umar, Menyusuri Wisata Sejarah yang Menjadi Kebanggaan Aceh Barat
FEATURE

Mengenang Teuku Umar, Menyusuri Wisata Sejarah yang Menjadi Kebanggaan Aceh Barat

28 Juni 2026
Eksotis dan Belum Banyak Diketahui, Pesona Air Terjun Pungki di Tengah Alam Liar
FEATURE

Eksotis dan Belum Banyak Diketahui, Pesona Air Terjun Pungki di Tengah Alam Liar

26 Juni 2026
Dari Motif Sulu Bayung hingga Kasab, Ini Kekayaan Budaya Aceh Barat
Aceh

Dari Motif Sulu Bayung hingga Kasab, Ini Kekayaan Budaya Aceh Barat

26 Juni 2026
Kopi Khop Meulaboh, Sensasi Minum Kopi Terbalik dengan Filosofi Teuku Umar
Aceh

Kopi Khop Meulaboh, Sensasi Minum Kopi Terbalik dengan Filosofi Teuku Umar

25 Juni 2026
Di Halaman Gedung Juang, Sejarah Kemerdekaan Aceh Pernah Dipertaruhkan
Aceh

Di Halaman Gedung Juang, Sejarah Kemerdekaan Aceh Pernah Dipertaruhkan

5 Juni 2026
Camping di Pentago Garden, Menikmati Malam Dingin di Jantung Dataran Tinggi Gayo
Aceh

Camping di Pentago Garden, Menikmati Malam Dingin di Jantung Dataran Tinggi Gayo

2 Juni 2026
  • Trending
Usai Aksi di Polda Aceh, Koordinator Demo Sebut Sejumlah Laporan Warga Aceh Barat Mulai Ditindaklanjuti

Usai Aksi di Polda Aceh, Koordinator Demo Sebut Sejumlah Laporan Warga Aceh Barat Mulai Ditindaklanjuti

9 Juli 2026
STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh Buka PMB Pascasarjana Tahun 2026/2027, Tawarkan 3 Program Magister Unggulan

STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh Buka PMB Pascasarjana Tahun 2026/2027, Tawarkan 3 Program Magister Unggulan

8 Juli 2026
Bupati Simeulue Lepas Kontingen O2SN 2026 ke Ajang Tingkat Provinsi

Bupati Simeulue Lepas Kontingen O2SN 2026 ke Ajang Tingkat Provinsi

9 Juli 2026
Ketua Organda Simeulue Minta Pertamina Tambah Kuota Bio Solar Subsidi ke SPBU

Ketua Organda Simeulue Minta Pertamina Tambah Kuota Bio Solar Subsidi ke SPBU

8 Juli 2026

Berita Terkini

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Jadi Tersangka TPPU

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Jadi Tersangka TPPU

11 Juli 2026
Jaksa Agung Tunjuk Rudi Margono sebagai Plt Jampidsus

Jaksa Agung Tunjuk Rudi Margono sebagai Plt Jampidsus

11 Juli 2026
Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Mengundurkan Diri

Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Mengundurkan Diri

11 Juli 2026
Kapolda Sumut Gelar Esports Kapolda Cup 2026, Ajak Generasi Muda Berkarya dan Hindari Kenakalan Remaja

Kapolda Sumut Gelar Esports Kapolda Cup 2026, Ajak Generasi Muda Berkarya dan Hindari Kenakalan Remaja

10 Juli 2026
TubinNews

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Copyright © 2023-2026 - Tubinnews.com

No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Daerah
    • Aceh
      • Banda Aceh
      • Aceh Barat
      • Langsa
      • Aceh Tenggara
      • Simeulue
      • Aceh Singkil
    • Sumatera Utara
    • Sumatera Selatan
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Wisata
    • Kuliner
    • Gaming
    • Movie
  • Olahraga
  • Politik
  • Parlemen
  • Hukrim
    • Hukum
    • Kriminal
  • Ekobis
    • Ekonomi
    • Bisnis
  • Opini