Sabtu, 25 Juli 2026
No Result
View All Result
TubinNews
  • Home
  • Daerah
    • Aceh
    • SUMATERA UTARA
    • Sumatera Selatan
    • Banda Aceh
    • Langsa
    • Aceh Barat
    • Aceh Tenggara
    • SIMEULUE
    • SINGKIL
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Wisata
    • Kuliner
    • Gaming
    • Movie
  • Olahraga
  • Hukrim
    • Hukum
    • Kriminal
  • Ekobis
    • Ekonomi
    • Bisnis
  • Opini
  • Serba-Serbi
  • Home
  • Daerah
    • Aceh
    • SUMATERA UTARA
    • Sumatera Selatan
    • Banda Aceh
    • Langsa
    • Aceh Barat
    • Aceh Tenggara
    • SIMEULUE
    • SINGKIL
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Wisata
    • Kuliner
    • Gaming
    • Movie
  • Olahraga
  • Hukrim
    • Hukum
    • Kriminal
  • Ekobis
    • Ekonomi
    • Bisnis
  • Opini
  • Serba-Serbi
No Result
View All Result
TubinNews
No Result
View All Result
Home Opini

Pancasila di Persimpangan Jalan: Antara Idealisme dan Realitas Politik Kontemporer

Ahmad Hidayat by Ahmad Hidayat
3 Juni 2025
Pancasila di Persimpangan Jalan: Antara Idealisme dan Realitas Politik Kontemporer
Bagikan ke FBBagikan ke WABagikan ke Twitter

*) Oleh: Dr. Erizar, M.Ed, Dosen STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh

Setiap tanggal 1 Juni, bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila sebagai momentum refleksi terhadap nilai-nilai dasar negara. Namun, di tengah dinamika politik kontemporer yang semakin kompleks, pertanyaan kritis yang muncul adalah: sejauh mana Pancasila masih relevan dan efektif sebagai panduan dalam mengatasi tantangan kebangsaan di abad ke-21? Pancasila telah mengalami proses sakralisasi yang berlebihan, terutama selama era Orde Baru, di mana ideologi negara ini dijadikan alat legitimasi kekuasaan politik (Latif, 2011). Fenomena ini menciptakan paradoks yang mengkhawatirkan, yakni di satu sisi Pancasila diagungkan sebagai nilai-nilai luhur, namun di sisi lain sering dimanipulasi untuk kepentingan politik praktis.

BeritaTerkait

WhatsApp-Image-2026-07-23-at-14.17.55-120x86 Pancasila di Persimpangan Jalan: Antara Idealisme dan Realitas Politik Kontemporer

Aceh (Mati) Menganggur di Lumbung Minyak, Gas, Emas dan Batubara

23 Juli 2026
ChatGPT-Image-Jul-22-2026-10_52_43-PM-120x86 Pancasila di Persimpangan Jalan: Antara Idealisme dan Realitas Politik Kontemporer

Momentum Hari Anak Nasional Untuk Memperkuat Sistem Perlindungan Anak yang Berkeadilan

22 Juli 2026
IMG-20260603-WA0038-120x86 Pancasila di Persimpangan Jalan: Antara Idealisme dan Realitas Politik Kontemporer

Antre Solar, Antre Keadilan di Barat Selatan Aceh

3 Juni 2026

Bourchier (2015) mengimplementasikan bahwa proses “pancasilaisasi” telah mengaburkan esensi filosofis Pancasila itu sendiri, mengubahnya dari panduan etis menjadi instrumen kontrol sosial-politik. Konsekuensinya, instrumentalisasi Pancasila terlihat jelas dalam berbagai kebijakan yang mengatasnamakan nilai-nilai Pancasila, namun dalam praktiknya justru bertentangan dengan prinsip-prinsip keadilan sosial dan kemanusiaan.

Tantangan yang tidak kalah serius adalah kemampuan Pancasila mengelola keragaman dalam masyarakat Indonesia yang semakin terpolarisasi. Aspinall (2016) mencatat bahwa pasca-Reformasi 1998, Indonesia mengalami peningkatan signifikan dalam politisasi identitas agama dan etnisitas, yang kemudian menghadirkan dilema bagi implementasi sila “Bhinneka Tunggal Ika”. Kasus-kasus seperti penistaan agama, konflik antar-umat beragama, dan munculnya gerakan-gerakan intoleransi menunjukkan bahwa Pancasila belum sepenuhnya berhasil menjadi perekat sosial yang efektif.

Baca Juga :  DPD JWI Dan Warga Tanjung Merawa Bersihkan Sampah Menumpuk

Crouch (2010) menganalisis bahwa lemahnya institusi-institusi demokratis dan sistem hukum yang belum konsisten dalam menegakkan prinsip-prinsip toleransi, menjadi faktor utama yang menghambat realisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Lebih jauh lagi, sila kelima Pancasila, “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia,” menghadapi ujian paling berat dalam konteks ketimpangan ekonomi yang semakin melebar. Data Badan Pusat Statistik (2023) menunjukkan bahwa rasio Gini Indonesia masih berada di level 0,38, yang mengindikasikan ketimpangan yang relatif tinggi.

Warburton (2016) menganalisis bahwa model pembangunan ekonomi Indonesia pasca-Reformasi masih didominasi oleh elit ekonomi dan politik, yang bertentangan dengan semangat keadilan sosial yang diamanatkan Pancasila.

Persoalan menjadi semakin kompleks ketika fenomena korupsi yang masih endemik di berbagai level pemerintahan turut menunjukkan lemahnya internalisasi nilai-nilai Pancasila dalam praktik penyelenggaraan negara. Transparency International (2023) menempatkan Indonesia pada posisi 64 dari 180 negara dalam Indeks Persepsi Korupsi, yang mengindikasikan masih tingginya level korupsi dan menunjukkan adanya kesenjangan fundamental antara retorika Pancasila dengan realitas tata kelola pemerintahan. Sementara itu, tantangan kontemporer lainnya muncul dari era digital dan globalisasi yang menghadirkan dinamika baru dalam kehidupan berbangsa. Lim (2017) mengobservasi bahwa media sosial dan platform digital telah menciptakan ruang-ruang echo chamber yang memperkuat polarisasi politik dan sosial, di mana nilai-nilai Pancasila menghadapi tantangan dalam mengelola diskursus publik yang semakin fragmentatif dan seringkali dipenuhi dengan hoaks serta ujaran kebencian.

Selain itu, globalisasi ekonomi juga menghadirkan dilema bagi implementasi nilai-nilai Pancasila, khususnya dalam menjaga kedaulatan ekonomi nasional. Robison & Hadiz (2017) mengargumentasikan bahwa integrasi Indonesia ke dalam ekonomi global telah menciptakan ketergantungan struktural yang berpotensi mengikis semangat gotong royong dan kemandirian ekonomi yang menjadi bagian dari nilai-nilai Pancasila.

Baca Juga :  Ketika Diskon Mengalahkan Lailatul Qadar

Menghadapi berbagai tantangan tersebut, revitalisasi Pancasila menjadi sebuah keharusan yang tidak dapat ditunda lagi. Namun demikian, revitalisasi ini tidak boleh sekadar bersifat ritualistik, melainkan harus substantif dan kontekstual. Heryanto (2014) menekankan pentingnya reinterpretasi Pancasila yang lebih inklusif dan adaptif terhadap perkembangan zaman, tanpa kehilangan esensi filosofisnya.

Revitalisasi ini harus dimulai dari sistem pendidikan yang mampu mengajarkan Pancasila bukan sebagai dogma, melainkan sebagai kerangka berpikir kritis dalam memecahkan persoalan-persoalan kebangsaan. Selain itu, diperlukan reformasi institusi-institusi negara agar lebih responsif terhadap tuntutan keadilan sosial dan perlindungan hak-hak minoritas. Dengan demikian, Pancasila sebagai dasar negara Indonesia dapat menghadapi ujian eksistensial di era kontemporer dengan lebih baik.

Pada akhirnya, kesenjangan antara idealisme filosofis dengan realitas praktik politik dan sosial menunjukkan perlunya evaluasi kritis terhadap implementasi nilai-nilai Pancasila. Tantangan pluralisme, ketimpangan sosial, korupsi, dan dampak digitalisasi memerlukan respons yang lebih adaptif dan kontekstual dari para pemangku kepentingan.

Oleh karena itu, peringatan Hari Lahir Pancasila seharusnya menjadi momentum untuk melakukan refleksi kritis, bukan sekadar perayaan seremonial. Diperlukan komitmen bersama untuk mewujudkan Pancasila sebagai living ideology yang mampu memberikan solusi terhadap permasalahan-permasalahan konkret bangsa Indonesia.

Tanpa upaya revitalisasi yang substansial, Pancasila berrisiko menjadi sekadar simbol tanpa makna yang relevan bagi kehidupan rakyat Indonesia, dan hal ini tentunya akan menjadi kerugian besar bagi masa depan bangsa.

Tags: Aceh BaratOpini

Berita Lainnya

Aceh (Mati) Menganggur di Lumbung Minyak, Gas, Emas dan Batubara
HEADLINE

Aceh (Mati) Menganggur di Lumbung Minyak, Gas, Emas dan Batubara

23 Juli 2026
Momentum Hari Anak Nasional Untuk Memperkuat Sistem Perlindungan Anak yang Berkeadilan
Opini

Momentum Hari Anak Nasional Untuk Memperkuat Sistem Perlindungan Anak yang Berkeadilan

22 Juli 2026
Antre Solar, Antre Keadilan di Barat Selatan Aceh
Opini

Antre Solar, Antre Keadilan di Barat Selatan Aceh

3 Juni 2026
Ketika Diskon Mengalahkan Lailatul Qadar
Opini

Ketika Diskon Mengalahkan Lailatul Qadar

17 Maret 2026
Berani Jujur di Tengah Badai: Menag Nasaruddin dan Wajah Baru Pejabat Negara
Opini

Berani Jujur di Tengah Badai: Menag Nasaruddin dan Wajah Baru Pejabat Negara

26 Februari 2026
Tuduhan Konflik Kepentingan Yayasan Kemala Bhayangkari Sebagai Mitra MBG Dinilai Tidak Berdasar
Opini

Tuduhan Konflik Kepentingan Yayasan Kemala Bhayangkari Sebagai Mitra MBG Dinilai Tidak Berdasar

5 Januari 2026
  • Trending
Polres Aceh Barat Bongkar Peredaran Sabu di Arongan Lambalek, Sita 23,7 Gram Dari Dua Pria

Polres Aceh Barat Bongkar Peredaran Sabu di Arongan Lambalek, Sita 23,7 Gram Dari Dua Pria

22 Juli 2026
Ayah dan Anak Di Tangkap Kasus Narkoba Di Aceh Barat

Ayah dan Anak Di Tangkap Kasus Narkoba Di Aceh Barat

23 Juli 2026
Oknum TNI dan Empat Oknum Securiti Diduga Terlibat Tewasnya Burnok Resmi Dilaporkan

Oknum TNI dan Empat Oknum Securiti Diduga Terlibat Tewasnya Burnok Resmi Dilaporkan

20 Juli 2026
Perbaikan Jalan Pelabuhan Kolok sebesar Rp1,3 Miliar, Pemkab Simeulue Akan Laksanakan Tahun Ini

Perbaikan Jalan Pelabuhan Kolok sebesar Rp1,3 Miliar, Pemkab Simeulue Akan Laksanakan Tahun Ini

21 Juli 2026

Berita Terkini

‎Sikap Petugas RSU Cut Meutia Aceh Utara Dinilai Arogan

‎Sikap Petugas RSU Cut Meutia Aceh Utara Dinilai Arogan

25 Juli 2026
‎Biadab! Pemilik Panti Asuhan di Deli Serdang Cabuli Tiga Anak Dibawah Umur

‎Biadab! Pemilik Panti Asuhan di Deli Serdang Cabuli Tiga Anak Dibawah Umur

24 Juli 2026
Kadis Kominfo Deli Serdang Bantah Perintah Larang Wartawan Liput Kunjungan Wamenkes di RS Tambunan

Kadis Kominfo Deli Serdang Bantah Perintah Larang Wartawan Liput Kunjungan Wamenkes di RS Tambunan

24 Juli 2026
Polisi dan PGN Telusuri Titik Kebocoran, Labfor Pastikan Ledakan Grand Polonia Dipicu Akumulasi Gas

Polisi dan PGN Telusuri Titik Kebocoran, Labfor Pastikan Ledakan Grand Polonia Dipicu Akumulasi Gas

24 Juli 2026
TubinNews

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Copyright © 2023-2026 - Tubinnews.com

No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Daerah
    • Aceh
      • Banda Aceh
      • Aceh Barat
      • Langsa
      • Aceh Tenggara
      • Simeulue
      • Aceh Singkil
    • Sumatera Utara
    • Sumatera Selatan
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Wisata
    • Kuliner
    • Gaming
    • Movie
  • Olahraga
  • Politik
  • Parlemen
  • Hukrim
    • Hukum
    • Kriminal
  • Ekobis
    • Ekonomi
    • Bisnis
  • Opini