Kamis, 23 Juli 2026
No Result
View All Result
TubinNews
  • Home
  • Daerah
    • Aceh
    • SUMATERA UTARA
    • Sumatera Selatan
    • Banda Aceh
    • Langsa
    • Aceh Barat
    • Aceh Tenggara
    • SIMEULUE
    • SINGKIL
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Wisata
    • Kuliner
    • Gaming
    • Movie
  • Olahraga
  • Hukrim
    • Hukum
    • Kriminal
  • Ekobis
    • Ekonomi
    • Bisnis
  • Opini
  • Serba-Serbi
  • Home
  • Daerah
    • Aceh
    • SUMATERA UTARA
    • Sumatera Selatan
    • Banda Aceh
    • Langsa
    • Aceh Barat
    • Aceh Tenggara
    • SIMEULUE
    • SINGKIL
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Wisata
    • Kuliner
    • Gaming
    • Movie
  • Olahraga
  • Hukrim
    • Hukum
    • Kriminal
  • Ekobis
    • Ekonomi
    • Bisnis
  • Opini
  • Serba-Serbi
No Result
View All Result
TubinNews
No Result
View All Result
Home EDITORIAL

Menunggu Rezeki di Pangkalan Becak

Kisah Pak Nashir Bertahan di Tengah Sepinya Penumpang di Banda Aceh

Nurul Azkia by Nurul Azkia
23 Januari 2026
Menunggu Rezeki di Pangkalan Becak

Pak Nashir bersama rekannya sesama penarik becak motor menunggu penumpang di pangkalan kawasan Pasar Aceh, dekat Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. (Foto: Tubinnews/Azkia).

Bagikan ke FBBagikan ke WABagikan ke Twitter

Banda Aceh | TubinNews.com — Siang merambat pelan di sekitar Masjid Raya Baiturrahman. Di salah satu pangkalan becak yang kian lengang, Pak Nashir duduk menunggu penumpang. Becaknya terparkir rapi di tepi jalan. Matanya sesekali mengikuti arus kendaraan yang berlalu, berharap ada yang berhenti dan meminta tumpangan becaknya. Namun hingga matahari condong ke barat, belum satu pun penumpang datang.

Pak Nashir berusia 51 tahun. Lebih dari dua dekade hidupnya ia habiskan di jalanan Kota Banda Aceh sebagai penarik becak. Jauh sebelum tsunami 2004 mengubah wajah Aceh, pekerjaan itu sudah menjadi sandaran hidupnya.

BeritaTerkait

images-120x86 Menunggu Rezeki di Pangkalan Becak

Simpul Kusut Motor Listrik MBG

4 Juli 2026
result_Screenshot_20260702_103701_Gallery-120x86 Menunggu Rezeki di Pangkalan Becak

Laporan Dugaan KKN Cipta Karya dan Tata ruang Deli Serdang Terus Berlanjut

2 Juli 2026
Screenshot-2026-06-10-231656-120x86 Menunggu Rezeki di Pangkalan Becak

NTP Aceh Mei 2026 Naik, Tanaman Pangan dan Perikanan Merosot

12 Juni 2026

“Dari sebelum tsunami memang sudah narik becak,” ujarnya pelan, seolah mengingat kembali perjalanan panjang yang telah ia lewati.

Becak bukan sekadar alat mencari nafkah. Dari situlah Pak Nashir membesarkan anak-anaknya, membayar kebutuhan dapur, hingga menyekolahkan mereka. Dulu, penumpang masih ramai. Becak menjadi pilihan utama warga untuk berpindah dari satu sudut kota ke sudut lainnya. Namun kini, keadaan telah berubah drastis.

“Pengaruhnya bukan biasa, udah luar biasa betul. Jauh kali,” katanya, menggambarkan dampak kehadiran ojek online dan semakin banyaknya kendaraan pribadi di Banda Aceh.

Sepinya penumpang berimbas langsung pada penghasilan hariannya. Dalam sehari, Pak Nashir terkadang hanya membawa pulang Rp30 ribu hingga Rp50 ribu. Jumlah itu belum dipotong BBM dan makan. Bahkan, tak jarang satu hari berlalu tanpa satu pun penumpang.

“Kayak hari ini, laris saja belum. Makan siang aja belum,” ucapnya lirih.

Baca Juga :  Gempa Bumi Kota Sabang Aceh Terasa Hingga Singgli

Tarif becak yang tak lagi pasti juga menjadi tantangan. Banyak penumpang menawar di bawah harga yang semestinya. Namun Pak Nashir jarang menolak.

“Kadang enggak maksimal harganya, tapi tetap kita ambil. Kalau enggak kita ambil, enggak ada uang,” katanya jujur.

Baginya, setiap penumpang—berapa pun bayarannya—adalah harapan untuk bisa bertahan satu hari lagi.

Bertahan sebagai penarik becak bagi Pak Nashir bukan lagi soal pilihan, melainkan keterpaksaan. Usia dan kondisi fisik yang membatasi langkahnya untuk beralih pekerjaan.

“Mau kerja bangunan, pinggang sudah sakit. Mau usaha lain, modal enggak ada,” tuturnya. Dengan nada pasrah, ia menambahkan, “Udah mentok di sini.”

Di rumah, Pak Nashir masih menanggung satu orang anak yang masih duduk dibangku sekolah. Dengan penghasilan yang serba terbatas, ia dan keluarganya hanya bisa saling menguatkan.

“Di rumah paling bilang sabar. Pendapatan kurang, kita cukup-cukupin,” ujarnya.

Tak ada keluhan berlebihan, tak pula tuntutan macam-macam. Yang ada hanya upaya untuk terus bertahan.

Untuk dirinya dan sesama penarik becak, Pak Nashir tak menyimpan harapan muluk. Pesannya sederhana, namun sarat makna.

“Kalau untuk kawan-kawan, ya semangat aja,” katanya singkat.

Di tengah Kota Banda Aceh yang terus bergerak dan berubah, Pak Nashir tetap setia di pangkalan becak dekat Masjid Raya Baiturrahman. Meski penumpang kian sepi dan hidup terasa berat, ia memilih bertahan—menunggu, berharap, dan menjalani hari dengan sabar. Karena di situlah satu-satunya jalan hidup yang masih ia punya.

Tags: Banda AcehBecak

Berita Lainnya

Simpul Kusut Motor Listrik MBG
EDITORIAL

Simpul Kusut Motor Listrik MBG

4 Juli 2026
Laporan Dugaan KKN Cipta Karya dan Tata ruang Deli Serdang Terus Berlanjut
EDITORIAL

Laporan Dugaan KKN Cipta Karya dan Tata ruang Deli Serdang Terus Berlanjut

2 Juli 2026
NTP Aceh Mei 2026 Naik, Tanaman Pangan dan Perikanan Merosot
EDITORIAL

NTP Aceh Mei 2026 Naik, Tanaman Pangan dan Perikanan Merosot

12 Juni 2026
Arogansi Sang ‘Raja’ Nagan Raya di Atas Jejak Darah Para Syuhada: Aku Bukan Menggadai, Tapi Menjual Beutong Ateuh!
EDITORIAL

Arogansi Sang ‘Raja’ Nagan Raya di Atas Jejak Darah Para Syuhada: Aku Bukan Menggadai, Tapi Menjual Beutong Ateuh!

4 Juni 2026
Salah satu anak korban Keracunan MBG kecamatan Sp Mamplam, Jumat (27/2/2026) (dok/Masakini.co)
EDITORIAL

Ratusan Anak di Bireuen Diduga Alami Keracunan setelah Konsumsi Bakso Program MBG

27 Februari 2026
Buruh bangunan yang merupakan bagian dari pekerjaan setengah pengangguran. (Dok. suarasurabaya.net)
EDITORIAL

Setengah Pengangguran Meningkat di Tengah Penurunan TPT Aceh

7 Februari 2026
  • Trending
Polres Aceh Barat Bongkar Peredaran Sabu di Arongan Lambalek, Sita 23,7 Gram Dari Dua Pria

Polres Aceh Barat Bongkar Peredaran Sabu di Arongan Lambalek, Sita 23,7 Gram Dari Dua Pria

22 Juli 2026
Polres Simeulue Limpahkan Kasus Pembakaran Rumah di Teluk dalam Ke Kejaksaan

Polres Simeulue Limpahkan Kasus Pembakaran Rumah di Teluk dalam Ke Kejaksaan

16 Juli 2026
Ayah dan Anak Di Tangkap Kasus Narkoba Di Aceh Barat

Ayah dan Anak Di Tangkap Kasus Narkoba Di Aceh Barat

23 Juli 2026
Oknum TNI dan Empat Oknum Securiti Diduga Terlibat Tewasnya Burnok Resmi Dilaporkan

Oknum TNI dan Empat Oknum Securiti Diduga Terlibat Tewasnya Burnok Resmi Dilaporkan

20 Juli 2026

Berita Terkini

Kawal Wakaf Blangpadang, Pemprov Aceh dan Ulama Temui BWI Pusat

Kawal Wakaf Blangpadang, Pemprov Aceh dan Ulama Temui BWI Pusat

23 Juli 2026
Pengurus PCNU dan LAZISNU Aceh Barat serahkan ZIS untuk Senif Muallaf

Pengurus PCNU dan LAZISNU Aceh Barat serahkan ZIS untuk Senif Muallaf

23 Juli 2026
Gubernur Mualem Soroti Persoalan Krusial Aceh, dari Tambang Ilegal hingga LGBT

Gubernur Mualem Soroti Persoalan Krusial Aceh, dari Tambang Ilegal hingga LGBT

23 Juli 2026
Mahasiswa PBL II UTU Edukasi Warga Subarang tentang Pencegahan Hipertensi

Mahasiswa PBL II UTU Edukasi Warga Subarang tentang Pencegahan Hipertensi

23 Juli 2026
TubinNews

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Copyright © 2023-2026 - Tubinnews.com

No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Daerah
    • Aceh
      • Banda Aceh
      • Aceh Barat
      • Langsa
      • Aceh Tenggara
      • Simeulue
      • Aceh Singkil
    • Sumatera Utara
    • Sumatera Selatan
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Wisata
    • Kuliner
    • Gaming
    • Movie
  • Olahraga
  • Politik
  • Parlemen
  • Hukrim
    • Hukum
    • Kriminal
  • Ekobis
    • Ekonomi
    • Bisnis
  • Opini