Pidie Jaya | TubinNews.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Syiah Kuala (USK) XXIX Reguler Kelompok 11 menggelar Festival Anak Sholeh di Meunasah Gampong Cut Langien, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya, Sabtu (1/8/2026). Kegiatan yang diikuti puluhan anak tingkat TK dan SD tersebut mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.
Festival mengusung tema “Generasi Sholeh dan Sholehah: Berakhlak Mulia, Berprestasi, Percaya Diri, serta Mencintai Al-Qur’an Sejak Dini” dengan menghadirkan dua cabang perlombaan, yakni Lomba Azan dan Lomba Hafalan Surah Pendek (Juz 30).
Program tersebut merupakan salah satu kegiatan unggulan mahasiswa KKN dalam mendukung pembentukan karakter religius anak-anak di Gampong Cut Langien.
Festival dilaksanakan oleh tujuh mahasiswa lintas program studi, yakni Ilmu Hukum, Pendidikan Dokter, Ilmu Keperawatan, Pendidikan Geografi, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, serta Kehutanan. Kegiatan dipimpin oleh Ketua Kelompok KKN, Ari Maulana.
Sejak sore hingga malam hari, suasana perlombaan berlangsung meriah. Para peserta tampil bergantian melantunkan azan dan menghafalkan surah-surah pendek di hadapan dewan juri, disaksikan orang tua serta masyarakat yang memenuhi area meunasah.
Ketua Kelompok KKN USK XXIX Reguler 11, Ari Maulana, mengatakan festival tersebut tidak hanya bertujuan mencari pemenang, tetapi juga menjadi sarana pembinaan karakter Islami bagi anak-anak.
“Kami ingin menghadirkan kegiatan yang memberikan pengalaman berharga bagi anak-anak. Melalui festival ini mereka belajar mencintai Al-Qur’an, berani tampil di depan umum, melatih kepercayaan diri, sekaligus menanamkan nilai-nilai akhlak yang baik. Semoga kegiatan ini menjadi motivasi bagi mereka untuk terus belajar dan mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Menurut Ari, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa kegiatan pembinaan keagamaan bagi anak-anak masih sangat dibutuhkan di tingkat gampong. Ia menilai keberhasilan festival merupakan hasil kolaborasi antara mahasiswa KKN, aparatur gampong, tokoh masyarakat, dan para orang tua.
Kegiatan tersebut juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui penguatan pendidikan karakter, nilai-nilai keagamaan, dan pengembangan potensi anak sejak usia dini.
Salah seorang peserta, Aqil Mubarrak, mengaku senang dapat mengikuti perlombaan tersebut.
“Saya senang sekali bisa ikut lomba ini. Saya jadi lebih rajin menghafal surah dan belajar azan. Semoga kegiatan seperti ini sering diadakan lagi karena seru dan membuat saya semakin semangat belajar agama,” katanya.
Sementara itu, Geuchik Gampong Cut Langien, Muhammad Syahril, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN USK yang menghadirkan kegiatan positif bagi anak-anak di desanya.
“Festival ini sangat baik karena mampu menumbuhkan semangat anak-anak untuk belajar agama sejak dini. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut sehingga menjadi bagian dari pembinaan generasi muda di Gampong Cut Langien,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan Dosen Pembimbing Lapangan KKN USK XXIX Reguler 11, Dr. Muhammad Sayuthi. Menurutnya, Festival Anak Sholeh bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga media pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai keislaman bagi generasi muda.
“Saya mengapresiasi Ari Maulana bersama seluruh anggota Kelompok 11 yang telah menghadirkan program yang bermanfaat bagi masyarakat. Festival Anak Sholeh bukan hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga media pembentukan karakter, penguatan nilai-nilai keislaman, dan pengembangan potensi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa,” katanya.
Adapun dewan juri pada perlombaan tersebut terdiri atas Ari Maulana, Farras Aditya Mahasin, dan Muhammad Syahril, selaku Geuchik Gampong Cut Langien.

















