Sabang | TubinNews.com — Sejumlah mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) mengenalkan arsitektur tradisional Aceh kepada siswa sekolah dasar di Kota Sabang melalui game edukasi puzzle 3D Rumoh Aceh.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut dilaksanakan di SDN 3 Sabang dan SDN 11 Sabang pada 16-17 September 2026. Kegiatan mengusung tema “Pengembangan Game Edukasi Puzzle 3D Rumah Tradisional Aceh sebagai Media Pembelajaran Budaya Anak”.
Program tersebut merupakan bagian dari hibah penelitian USK dalam skema Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Teknologi Tepat Guna. Pelaksanaannya melibatkan mahasiswa bersama dosen dari Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik USK dan FKIP USK.
Media pembelajaran yang digunakan memadukan pengetahuan mengenai arsitektur tradisional Aceh, teknologi 3D printing, dan konsep permainan edukatif.
Ketua tim pengabdian, Pratitou Arafat, menjelaskan kegiatan tersebut bertujuan agar siswa mengenal Rumoh Aceh sekaligus memahami pentingnya pelestarian arsitektur tradisional Aceh.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya mengenal Rumoh Aceh sebagai sebuah bangunan, tetapi juga memahami bagaimana rumah tersebut dibangun, bagaimana ruang-ruangnya digunakan, serta mengenali bagian-bagian dan keunggulannya. Mereka juga diajak melihat bagaimana rumah tradisional Aceh dapat terus beradaptasi dan berkembang di masa depan,” ujar Pratitou Arafat.
Dalam kegiatan tersebut, siswa terlibat langsung memegang, menyusun, dan merangkai komponen puzzle 3D hingga menjadi model Rumoh Aceh.
Melalui permainan tersebut, siswa diperkenalkan dengan bagian-bagian bangunan, hubungan antarelemen, fungsi ruang, serta karakteristik arsitektur Rumoh Aceh. Puzzle juga dilengkapi buklet edukasi yang berisi cerita mengenai Rumoh Aceh dan panduan merakit puzzle 3D.
Pengembangan media pembelajaran ini dilatarbelakangi pentingnya pengenalan budaya lokal sejak usia sekolah dasar. Rumoh Aceh tidak hanya memiliki nilai arsitektural, tetapi juga menyimpan pengetahuan mengenai proses pembangunan, pengaturan ruang, pemanfaatan material, serta kemampuan beradaptasi dengan lingkungan.
Pengembangan puzzle dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari identifikasi elemen arsitektur Rumoh Aceh, pemodelan digital, pengembangan desain modular, produksi menggunakan teknologi 3D printing, hingga uji coba dan evaluasi.
Pada tahap pelaksanaan, siswa didampingi guru, mahasiswa, dan tim pengabdian saat merakit puzzle sekaligus berdiskusi mengenai Rumoh Aceh.
Dalam kegiatan tersebut, tim pengabdian juga bekerja sama dengan Illusion Architect sebagai mitra dalam penyediaan fasilitas dan dukungan teknis 3D printing. Sementara DLHK3 Kota Sabang membantu memfasilitasi akses dan koordinasi dengan sekolah-sekolah Adiwiyata di Kota Sabang.
Melalui kegiatan pengabdian tersebut, mahasiswa USK memperkenalkan arsitektur tradisional Aceh kepada siswa melalui metode pembelajaran yang memadukan aktivitas bermain, merakit, dan memahami unsur-unsur Rumoh Aceh.






