SIMEULUE ||TUBINNEWS.COM|| Turnamen Lauke CUP 1 Kecamatan Simeulue Tengah Kabupaten Simeulue terjadi kericuhan antara Pelor Lamerem melawan PS Mabaan diduga kesalahan wasit Tengah memberikan pinalti kepada PS Mabaan di dalam kota pinalti, sehingga memicu ketegangan antara dua tim tersebut, dikarenakan tim dari PS Mabaan tidak terima atas Keputusan wasit.
Dari tim panitia turnamen lauke cup 1 meberikan Keputusan dengan surat Nomor: 426/064/PANHUT/DLK/2026 menyatakan PS Amabaan kalah Walk Out (WO) 0-3 serta dikenakan denda Rp10.000.000..
Saat di hubungi ketua panitia Badri Irfan turnamen lauke cup 1 melalui whatsapp, ya menyampaikan benar dan adanya surat tersebut. Dan sesuai ketententuan yang berlaku tuturnya di whatsapp.
Menejer Pelor Lamrem Safdiarman menyampaikan kepada media, Langkah yang yang dilakukan panitia lauke cup 1 itu adalah Langkah yang tepat, dikarenakan Keputsan panitia terhadap protes PS ambaan sudah sesuai dengan kesepakatan pada tehnical meiting, dimana pada tata tertib pertandingan pada 11 ayat 3 . Tim yang melakukan pembogokan di saat pertandingan berlangsung maka dinyatakan walk out (wo) dan dinyatakan kalah 3 kosong dan di denda 10 juta rupiah . Keputusan panitia memetuskan protes PS ambaan sudah sesuai aturan pada tehnical meiting ungkapnya.
Lanjutnya, ini supaya menjadi pelajaran bagi semua club supaya berfikir untuk kedua x dalam mengambil keputusan, kami tim Menejer Pelor Lamrem tetap tunduk dan taat kepada aturan yang ada sesuai kesepakatan yang dilakukan tehnical meiting saat itu sebelum laga dimulai ujarnya.Tetepi PP dan wasit tetap memintah PS amabaan untuk tetap melanjutkan permaina namun dari tim PS amabaan Tidak mengindahkan permintaan wasit dan PP malah memilih meninggalkan lapangan bertandingan.
Ia juga mengucapkan dan apresiasi kepada ketua panitia yg sudah mengambil kepetusan sesuai ketentuan pada tehnical meiting dengan kajian yang matang sehingga terjadi Keputusan seperti itu tutupnya.














