DaerahSumatra Utara

Tiga Kasus Dugaan Begal Terjadi dalam Sepekan, Warga Percut Sei Tuan Resah

×

Tiga Kasus Dugaan Begal Terjadi dalam Sepekan, Warga Percut Sei Tuan Resah

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi [Foto: Dok. Generate AI]

Medan | TubinNews.com – Aksi kejahatan jalanan di wilayah Kampung Kolam dan sekitarnya, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, semakin meresahkan warga.

Dalam sepekan terakhir, sedikitnya tiga kejadian yang terindikasi kuat berkaitan dengan aksi begal mewarnai laporan di seputaran kawasan tersebut.

Kasus terbaru terjadi pada Sabtu (12/9/2026). Warga menemukan seorang pria meninggal dunia di kawasan Kampung Kolam, tepatnya di sekitar Jalan Sukmo arah Sintes. Hingga kini, petugas belum mengetahui penyebab kematian korban secara pasti dan kasus ini masih menjadi misteri.

Informasi yang beredar di tengah masyarakat menyebutkan, warga melihat korban dalam kondisi meninggal dunia. Namun, belum ada kepastian apakah korban merupakan korban pembegalan atau meninggal akibat tindak kekerasan lainnya.

Seorang warga, Melalui akun Facebooknya @Dina Pramitha Nazwa, mengatakan informasi mengenai kasus tersebut masih simpang siur.

“Terbaru enggak dibegal mungkin, Bang, karena kereta masih utuh. Kunci kereta pun di kantong dia. Kabarnya ditemukan di sungai, habis dipukuli lalu dibuang. Tapi belum pasti karena belum jelas, masih simpang siur,” ujarnya.

Sebelum kejadian tersebut, warga juga menyebut adanya dua kasus dugaan pembegalan lainnya dalam beberapa hari terakhir.

Informasi di lapangan menyebutkan kasus pertama terjadi di kawasan Pasar 15, Pekan Senin, sekitar Perumahan Nabila, sekitar pukul 06.00 WIB. Seorang guru SMP Negeri 7 mengalami dugaan pembegalan saat melintas di kawasan tersebut.

Kemudian pada Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 06.00 WIB, warga kembali melaporkan kejadian serupa di Jalan Kolam, tepatnya di belakang Gang Sadar, dekat Sekolah SD PAB 20. Kali ini, seorang kurir paket menjadi korban.

Rentetan kejadian tersebut membuat warga mengaku semakin khawatir, khususnya saat harus beraktivitas pada pagi maupun malam hari.

Baca Juga :  Jembatan Krueng Tingkeum Kembali Difungsikan, Maksimal Beban 30 Ton

“Semakin takut dan resah mau keluar rumah kalau kayak gini. Semoga pelaku segera ditangkap. Sudah ada tiga korban begal minggu ini yang kami dengar, mulai dari ojol di Sampali, sekarang terakhirnya ini,” tulis Dina.

Sementara itu, kabar mengenai korban meninggal dunia pada Sabtu tersebut juga membuat warga berdatangan dan berkumpul di salah satu rumah duka. Suasana duka menyelimuti keluarga serta tetangga korban. Redaksi memperoleh informasi bahwa keluarga telah memakamkan korban.

Namun demikian, hingga media ini menyiarkan kabar tersebut, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait identitas korban, penyebab kematian, maupun dugaan motif dalam kasus tersebut.

Kanit Reskrim Polsek Medan Tembung, Iptu Parulian Sitanggang, hingga redaksi menayangkan berita ini juga belum memberikan keterangan resmi terkait rangkaian kejadian tersebut.

Warga berharap pihak kepolisian segera melakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk mengungkap fakta di balik sejumlah kejadian yang meresahkan masyarakat tersebut, sekaligus memastikan apakah rangkaian kasus tersebut benar berkaitan dengan aksi pembegalan atau memiliki motif lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *