Simeulue | TubinNews.com – Manajer Pelor Lamrem, Safdiarman, menilai keputusan Panitia Turnamen Lauke Cup I yang menyatakan PS Mabaan kalah walk out (WO) telah sesuai dengan tata tertib pertandingan yang disepakati seluruh peserta dalam technical meeting sebelum turnamen dimulai.
Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Panitia Nomor: 426/064/PANHUT/DLK/2026, yang menetapkan PS Mabaan kalah WO dengan skor 0-3 serta dikenakan denda sebesar Rp10 juta.
Sanksi tersebut diberikan menyusul insiden yang terjadi saat pertandingan antara Pelor Lamrem melawan PS Mabaan di Turnamen Lauke Cup I, Kecamatan Simeulue Tengah, Kabupaten Simeulue.
Pertandingan sempat diwarnai kericuhan setelah wasit memberikan hadiah penalti kepada Pelor Lamrem. Keputusan itu memicu protes dari kubu PS Mabaan hingga pertandingan tidak dapat dilanjutkan.
Ketua Panitia Turnamen Lauke Cup I, Badri Irfan, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Selasa (28/7/2026) membenarkan penerbitan surat keputusan tersebut.
“Benar, surat itu dikeluarkan panitia duan keputusan tersebut sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Badri.
Menanggapi keputusan tersebut, Manajer Pelor Lamrem, Safdiarman, menyatakan panitia telah bertindak sesuai aturan yang telah disepakati bersama seluruh tim peserta.
”Langkah yang dilakukan panitia Lauke Cup I sudah tepat. Keputusan terhadap protes PS Mabaan sudah sesuai dengan kesepakatan pada technical meeting. Dalam tata tertib pertandingan Pasal 11 ayat (3) disebutkan bahwa tim yang melakukan pembogokan saat pertandingan berlangsung dinyatakan walk out (WO), kalah dengan skor 0-3, serta dikenakan denda Rp10 juta,” kata Safdiarman.
Menurutnya, keputusan tersebut diharapkan menjadi pembelajaran bagi seluruh klub agar menghormati aturan yang telah disepakati sebelum kompetisi berlangsung.
”Ini supaya menjadi pelajaran bagi semua klub agar berpikir dua kali dalam mengambil keputusan. Kami dari Manajer Pelor Lamrem tetap tunduk dan taat terhadap aturan yang telah disepakati bersama saat technical meeting sebelum pertandingan dimulai,” ujarnya.
Safdiarman juga menyebut bahwa perangkat pertandingan telah berupaya agar laga tetap dilanjutkan.
”Wasit dan perangkat pertandingan sudah meminta PS Mabaan untuk melanjutkan pertandingan. Namun tim PS Mabaan tidak mengindahkan permintaan tersebut dan memilih meninggalkan lapangan,” katanya.
Ia turut mengapresiasi keputusan panitia yang dinilai telah melalui pertimbangan sesuai regulasi.
“Kami mengapresiasi Ketua Panitia yang telah mengambil keputusan berdasarkan ketentuan technical meeting dengan kajian yang matang sehingga lahirlah keputusan tersebut,” tutupnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PS Mabaan terkait tanggapan atas keputusan panitia tersebut.















