ACEH BARAT || TUBINNEWS.COM|| Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menangani infrastruktur di daerah pelosok yang terisolir pascabencana alam yang melanda pada November 2025 lalu. Khususnya di jalur Pulo Tengoh, Jambak, hingga Desa Sikundo.
Kabid Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Aceh Barat, Beni Hardi, mengungkapkan bahwa terdapat lima titik jalan yang mengalami kerusakan parah hingga putus total untuk saat ini. Kerusakan tersebut meliputi satu titik di Pulo Tengoh dan empat titik di ruas jalan Jambak-Sikundo.
Jalan ini putus total dan sama sekali tidak bisa dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat. Namun, berkat respons cepat Pemerintah Daerah yang dibantu TNI, Polri, serta swadaya masyarakat lokal, khususnya dari Koperasi Gunung Hijau, jalur darurat sudah berhasil dibuka sejak awal tahun 2026,” ujar Beni Hardi
Tambahnya, Dinas PUPR Aceh Barat meluncurkan sejumlah paket pengerjaan strategis tahun ini, meski di tengah keterbatasan anggaran. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi jalan putus kembali akibat erosi sungai. Ada dua paket relokasi jalan utama yang saat ini sedang berjalan:Relokasi Titik Belakang Kantor Keuchik Jambak: Proyek ini merupakan paket penanganan titik satu dengan pagu anggaran sekitar Rp370 juta. Saat ini, pembentukan badan jalan telah selesai dan proses penimbunan sudah mencapai 200 hingga 300 meter.
Target penyelesaian dan pembukaan akses kendaraan roda dua serta empat diproyeksikan tuntas pada awal September mendatang. Relokasi Titik Alue Keube: Menjadi titik kerusakan paling parah, pemerintah mengambil langkah ekstrem dengan membuka jalur baru sepanjang lebih dari 1 kilometer memotong sisi tebing di ketinggian lereng gunung. Proses pengerjaan saat ini berfokus pada pembentukan badan jalan dan pemasangan beberapa fasilitas box culvert. Selain relokasi jalan, pengaspalan sepanjang 200 meter juga telah berhasil direalisasikan pada jalur Pulo Tengoh-Jambak dengan mengoptimalkan Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA).
Pembangunan Jembatan Baru dan Pengaman Erosi Keseriusan pemerintah dalam memulihkan perekonomian masyarakat pelosok juga ditunjukkan melalui pembangunan infrastruktur jembatan himbaunya.
Lanjutnya sebuah jembatan gantung baru sepanjang 80 meter tengah dibangun di Desa Sikundo melalui kolaborasi solid antara TNI, Pemerintah Daerah, dan Polres Aceh Barat. Untuk mengamankan badan jalan dari ancaman pengikisan air, pemerintah juga melakukan pemasangan bronjong pengaman di tiga titik rawan. Salah satu titik utama di wilayah Jambak kini sedang dikerjakan dengan dukungan sumber dana dari Badan Wilayah Sungai (BWS) Sumatera 1. Ada pula perbaikan box culvert darurat di ruas Jambak-Sikundo dengan alokasi anggaran sekitar Rp300 juta yang pengerjaannya sedang berproses.Beni Hardi menekankan bahwa seluruh instansi dan elemen masyarakat terus bergerak bersama demi membuka keterisolasian wilayah. “Pemerintah tidak diam. Kami terus berupaya semaksimal mungkin memperjuangkan hak-hak yang semestinya didapatkan oleh masyarakat Sikundo, terutama hak untuk mendapatkan akses transportasi dan jalan yang layak,” tutupny.
















