Simeulue | TubinNews.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simeulue menindaklanjuti keluhan mengenai sulitnya bahan bakar minyak (BBM) jenis Bio Solar, yang dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan antrean panjang di SPBU kota Sinabang.
Sekretaris Daerah (Sekda) Simeulue, Asludin, mengatakan pihaknya telah memanggil pihak Pertamina dan para pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) untuk meminta penjelasan terkait kelangkaan BBM jenis Bio Solar.
“Tiga hari yg lalu, kita sudah panggil pihak Pertamina dan para Pengelola SPBU dalam rangka meminta penjelasan terkait dengan kelangkaan BBM khususnya minyak Solar,” kata Asludin kepada TubinNews.com, Minggu (6/9/2026).
Menurut Asludin, persoalan distribusi BBM menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian agar bahan bakar yang tersedia dapat disalurkan kepada masyarakat sesuai dengan peruntukannya.
“Penyaluran dan Distribusi BBM harus tepat sasaran,” tuturnya.
Ia mengatakan, Pemkab Simeulue tidak hanya meminta penjelasan dari pihak Pertamina dan pengelola SPBU, tetapi juga akan melanjutkan pengawasan bersama unsur terkait untuk memastikan proses penyaluran BBM berjalan sebagaimana mestinya.
“Untuk langkah selanjutnya, Pemda bersama unsur terkait terus akan melakukan Pengawasan dan Monev agar masalah BBM di Simeulue tepat sasaran,” kata Asludin.
Sebelumnya Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Simeulue menyebut kelangkaan Solar telah berlangsung hampir sebulan.
Organda menilai kondisi tersebut berdampak terhadap aktivitas para pengguna kendaraan yang bergantung pada Bio Solar, termasuk angkutan umum dan kendaraan pengangkut barang.






