Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
HEADLINEInternasional

Indonesia Siapkan Langkah Hadapi Perubahan Dunia Kerja di Forum ASEAN

3
×

Indonesia Siapkan Langkah Hadapi Perubahan Dunia Kerja di Forum ASEAN

Sebarkan artikel ini
Dirjen PHI dan Jamsos Kemnaker Indah Anggoro Putri sedang menyampaikan Visi dan Misi Indonesia di SLOM ASEAN. (Dok. Bidang Humas Kemnaker)
Dirjen PHI dan Jamsos Kemnaker Indah Anggoro Putri sedang menyampaikan Visi dan Misi Indonesia di SLOM ASEAN. (Dok. Bidang Humas Kemnaker)
Example 468x60

Bangkok | TubinNews.com — Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memaparkan langkah konkret untuk merespons perubahan dunia kerja dalam Senior Labour Officials Meeting (SLOM) ASEAN di Bangkok, Thailand, 23–27 Agustus 2026.

Dirjen PHI dan Jamsos Kemnaker Indah Anggoro Putri mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Indonesia mengimplementasikan ASEAN Declaration on Promoting Competitiveness, Resilience and Agility of Workers for the Future of Work.

idt-size-300600 Indonesia Siapkan Langkah Hadapi Perubahan Dunia Kerja di Forum ASEAN

“Indonesia tetap berkomitmen untuk menerjemahkan tujuan Deklarasi ke dalam langkah-langkah yang praktis dan saling memperkuat, guna memastikan tidak ada pekerja yang tertinggal dalam perubahan dunia kerja,” ujar Indah di Bangkok, Senin (24/8/2026).

Salah satu langkah tersebut dilakukan melalui penguatan keterampilan. Program Pemagangan Nasional ditargetkan menjangkau 150 ribu peserta, melengkapi tahap pertama yang telah menjangkau 100 ribu lulusan baru perguruan tinggi dengan tingkat penyerapan kerja mencapai 30 persen. Program Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) juga ditargetkan menjangkau 300 ribu peserta.

Indonesia juga memodernisasi sistem informasi pasar kerja terintegrasi untuk mempererat keterkaitan antara pelatihan dan kebutuhan industri, “Di bidang keselamatan dan kesehatan kerja (K3), Indonesia mengadopsi teknologi digital dan Internet of Things (IoT) untuk pengawasan ketenagakerjaan serta layanan kepatuhan K3 berbasis daring,” jelas Indah

Di bidang perlindungan sosial, ia mengatakan Indonesia memperkuat jaringan pengaman pekerja melalui perluasan cakupan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) yang meliputi manfaat tunai, pelatihan, dan penempatan kerja. Upaya tersebut juga mencakup pengoperasian Satuan Tugas Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) serta insentif iuran jaminan sosial bagi sektor padat karya dan informal.

Pada aspek inklusivitas, Indonesia mendorong kesempatan kerja yang adil bagi penyandang disabilitas, perempuan, pemuda, dan pekerja lansia.

“Kalau kita bicara tentang penguatan hubungan industrial, saat ini kita sudah memiliki lebih dari 12.830 LKS Bipartit di tingkat perusahaan. Kemudian, ada juga LKS Tripartit yang sudah terbentuk di 34 provinsi dan 398 kabupaten/kota. Ini tentunya menjadi bagian dari upaya kita untuk memperkuat hubungan industrial, sekaligus sejalan dengan prinsip yang ada dalam Konvensi ILO No. 144,” ungkapnya.

Baca Juga :  Simeulue Dapat Bantuan Rp2 Miliar Untuk Pendidikan

Indah mengatakan pada tingkat regional, Indonesia juga mengambil bagian dalam sejumlah agenda konkret. Indonesia memimpin pelaksanaan ASEAN Guiding Principles (AGP) Phase 3 untuk mendorong harmonisasi sistem sertifikasi kompetensi di lima negara anggota ASEAN, dengan fokus awal pada sektor konstruksi dan kelistrikan.

Indonesia juga tengah menyiapkan proyek Knowledge Sharing on Unemployment Insurance yang melibatkan delapan negara anggota ASEAN serta aktif dalam studi produktivitas tenaga kerja kawasan.

“Melalui langkah-langkah ini, Indonesia menegaskan bahwa daya saing kawasan harus senantiasa berjalan selaras dengan resiliensi, inklusivitas, perlindungan sosial, dan pemenuhan hak-hak dasar pekerja,” ujar Indah.

Share this content:

idt-size-300250 Indonesia Siapkan Langkah Hadapi Perubahan Dunia Kerja di Forum ASEAN
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *