Aceh Utara | TubinNews.com – Keluarga pasien mengeluhkan sikap seorang petugas piket di RSU Cut Meutia, Aceh Utara, yang dinilai berbicara dengan nada tinggi saat keluarga pasien berkonsultasi mengenai pelayanan kesehatan pada Jumat (24/7/2026).
Keluarga pasien, Junaidi, mengatakan insiden tersebut terjadi ketika pihak keluarga hendak berkonsultasi mengenai kondisi pasien. Namun, menurutnya, komunikasi dengan Elisa (petugas) yang ada disitu justru berlangsung dengan nada tinggi dan sikap yang dinilai tidak mencerminkan pelayanan yang semestinya diterima pasien maupun keluarga.
“Ketika keluarga konsultasi, kami malah dimarahi oleh petugas piket dengan nada tinggi. Pasien juga dipermalukan di situ. Gaya bicaranya terkesan sombong dan arogan,” ujar Junaidi.
Junaidi menilai, keluarga pasien yang datang ke rumah sakit seharusnya memperoleh informasi dan pelayanan dengan sikap yang ramah serta menghargai kondisi pasien. Menurutnya, cara petugas menyampaikan informasi menjadi bagian penting dari kualitas pelayanan kesehatan.
Ia mengaku kecewa karena persoalan tersebut tidak hanya menyangkut komunikasi dengan keluarga, tetapi juga berdampak pada perasaan dan martabat pasien yang disebut dipermalukan di hadapan petugas maupun orang lain.
“Kami berharap pelayanan di rumah sakit bisa lebih baik. Kalau keluarga pasien bertanya atau berkonsultasi, seharusnya dijelaskan dengan baik, bukan dimarahi atau diperlakukan dengan cara yang membuat pasien merasa dipermalukan,” katanya.
Atas kejadian tersebut, keluarga pasien meminta pihak manajemen RSU Cut Meutia melakukan evaluasi terhadap petugas dan pelayanan yang diberikan kepada pasien maupun keluarga.
Junaidi berharap evaluasi tidak hanya dilakukan terhadap satu kejadian, tetapi juga menjadi bahan perbaikan agar setiap pasien dan keluarga yang datang ke rumah sakit mendapatkan pelayanan yang humanis, profesional, dan sesuai dengan standar pelayanan kesehatan.
“Harapan kami, petugas dievaluasi dan pelayanan di rumah sakit diperbaiki. Masyarakat datang ke rumah sakit untuk mendapatkan pelayanan dan pertolongan, bukan untuk dimarahi atau dipermalukan,” ujarnya.
















