Minggu, 12 Juli 2026
No Result
View All Result
TubinNews
  • Home
  • Daerah
    • Aceh
    • SUMATERA UTARA
    • Sumatera Selatan
    • Banda Aceh
    • Langsa
    • Aceh Barat
    • Aceh Tenggara
    • SIMEULUE
    • SINGKIL
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Wisata
    • Kuliner
    • Gaming
    • Movie
  • Olahraga
  • Hukrim
    • Hukum
    • Kriminal
  • Ekobis
    • Ekonomi
    • Bisnis
  • Opini
  • Serba-Serbi
  • Home
  • Daerah
    • Aceh
    • SUMATERA UTARA
    • Sumatera Selatan
    • Banda Aceh
    • Langsa
    • Aceh Barat
    • Aceh Tenggara
    • SIMEULUE
    • SINGKIL
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Wisata
    • Kuliner
    • Gaming
    • Movie
  • Olahraga
  • Hukrim
    • Hukum
    • Kriminal
  • Ekobis
    • Ekonomi
    • Bisnis
  • Opini
  • Serba-Serbi
No Result
View All Result
TubinNews
No Result
View All Result
Home Aceh

Di Halaman Gedung Juang, Sejarah Kemerdekaan Aceh Pernah Dipertaruhkan

Redaksi by Redaksi
5 Juni 2026
Di Halaman Gedung Juang, Sejarah Kemerdekaan Aceh Pernah Dipertaruhkan

Kantor Atjeh Syu Keimubu (kini Gedung Juang) tempat para pemuda Aceh mengibarkan bendera Merah Putih pertama di Aceh. [Foto: Fahzian Aldevan]

Bagikan ke FBBagikan ke WABagikan ke Twitter

Banda Aceh | TubinNews.com — Pagi itu, 24 Agustus 1945, udara di Kutaraja belum benar-benar bebas dari bayang-bayang penjajahan. Indonesia memang telah memproklamasikan kemerdekaannya sepekan sebelumnya, namun tentara Jepang masih bersenjata, sementara Belanda bersiap kembali merebut Nusantara.

Di tengah situasi yang penuh ketidakpastian itu, sekelompok pemuda Aceh melakukan tindakan yang tampak sederhana, tetapi memiliki arti yang sangat besar. Mereka mengibarkan Sang Merah Putih di halaman Gedung Juang, sebuah aksi yang kemudian tercatat sebagai salah satu simbol paling awal keberanian rakyat Aceh mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

BeritaTerkait

result_WhatsApp-Image-2026-07-07-at-03.00.22-e1783368434458-120x86 Di Halaman Gedung Juang, Sejarah Kemerdekaan Aceh Pernah Dipertaruhkan

Mualem Surati Presiden Prabowo, Ajukan Empat Usulan Pengelolaan Gas Blok Andaman

6 Juli 2026
WhatsApp-Image-2026-07-07-at-15.22.54-120x86 Di Halaman Gedung Juang, Sejarah Kemerdekaan Aceh Pernah Dipertaruhkan

Aceh Borong Sembilan Penghargaan Anugerah Adinata Syariah 2026

6 Juli 2026
result_WhatsApp-Image-2026-07-07-at-03.00.22-e1783368434458-120x86 Di Halaman Gedung Juang, Sejarah Kemerdekaan Aceh Pernah Dipertaruhkan

Sambut Baik Kapolda Irjen Ruddi, Mualem: Mari Sama-sama Bangun Aceh

6 Juli 2026

Bagi mereka, kemerdekaan bukan sekadar berita dari Jakarta. Kemerdekaan harus dinyatakan, diperlihatkan, dan dipertahankan.

Kabar Kemerdekaan Menembus Tanah Rencong

Dua hari setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dikumandangkan oleh Soekarno dan Mohammad Hatta, kabar itu akhirnya tiba di Aceh.

Pada 18 Agustus 1945, informasi kemerdekaan diterima di Banda Aceh yang kala itu masih bernama Kutaraja melalui telegram dan para utusan. Salah seorang yang pertama mengetahui kabar tersebut adalah Syamaun Gaharu, seorang perwira Gyugun berpangkat Chu-i atau Letnan Satu.

Di Bireuen, Husin Jusuf mendengar berita yang sama melalui siaran Radio Jepang pada 19 Agustus 1945.

Sehari kemudian, kabar kemerdekaan menyebar semakin luas. Para pemuda yang bekerja di Kantor Hodoka atau Penerangan mulai menyadap siaran Radio Jakarta untuk memastikan informasi yang diterima. Di sisi lain, tokoh Aceh, Ali Hasjmy, bahkan telah mengetahui kekalahan Jepang sejak 14 Agustus 1945 ketika mengelola surat kabar Atjeh Sinbun.

Meski suasana dipenuhi kegembiraan, ancaman belum benar-benar hilang. Pos-pos militer Jepang masih berdiri di berbagai sudut Kutaraja, lengkap dengan pasukan yang tetap memegang senjata.

Baca Juga :  Mualem Tegaskan Aceh Harus Bersatu: Konferensi 20 Tahun Damai Hasilkan 10 Rekomendasi

whatsapp-image-2026-07-03-at-02-49-30 Di Halaman Gedung Juang, Sejarah Kemerdekaan Aceh Pernah Dipertaruhkan

Ketika Merah Putih Diturunkan Berkali-kali

Momentum paling menentukan terjadi pada 24 Agustus 1945.

Para pemuda Aceh berkumpul di halaman Kantor Atjeh Syu Keimubu—bangunan yang kini dikenal sebagai Gedung Juang. Di tempat itulah mereka mengibarkan bendera Merah Putih sebagai penegasan bahwa Aceh telah menjadi bagian dari Indonesia yang merdeka.

Prosesi pengibaran dipimpin oleh Muhammad Hasyim, Wakil Kepala Polisi yang sebelumnya diangkat pemerintah Jepang.

Namun, aksi tersebut tidak berlangsung mulus.

Patroli tentara Jepang segera datang. Tanpa banyak bicara, mereka menurunkan Merah Putih dan menggantinya dengan Hinomaru, bendera kebangsaan Jepang.

Yang terjadi setelahnya menjadi salah satu kisah heroik paling dikenang dalam sejarah Aceh.

Setiap kali Jepang menurunkan Merah Putih, para pemuda kembali mengibarkannya. Aksi saling menurunkan dan menaikkan bendera berlangsung berulang kali.

Hingga akhirnya seorang pemuda bernama Amin Bugis mengambil keputusan yang tak terduga.

Ia memanjat tiang bendera, mengikat Sang Merah Putih kuat-kuat di puncak tiang, lalu memotong tali pengerek agar bendera tidak dapat lagi diturunkan.

Tentara Jepang yang menyaksikan aksi tersebut hanya bisa terdiam.

Mereka akhirnya meninggalkan lokasi dengan kepala tertunduk, sementara Merah Putih tetap berkibar di langit Aceh.

Hari itu, bukan hanya sebuah bendera yang berkibar. Yang berkibar adalah harga diri sebuah bangsa yang baru saja memproklamasikan kemerdekaannya.

Aceh, Daerah yang Sulit Ditaklukkan

Semangat mempertahankan kemerdekaan memang bukan hal baru bagi masyarakat Aceh.

Sejak masa kolonial Belanda hingga pendudukan Jepang, Aceh dikenal sebagai wilayah yang memberikan perlawanan sengit terhadap penjajah. Bahkan ketika Revolusi Kemerdekaan berlangsung pada 1945–1949, sebagian besar wilayah Aceh tetap berada di bawah kendali Republik Indonesia. Hanya Sabang atau Pulau Weh yang sempat dikuasai Belanda.

Baca Juga :  Satpol PP-WH Tertibkan 'Spiderman' di Banda Aceh

Sejarawan Aceh, Husaini Ibrahim, menilai pengibaran Merah Putih pada 24 Agustus 1945 menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah perjuangan rakyat Aceh mempertahankan kemerdekaan.

“Pengibaran Merah Putih di Aceh pada 24 Agustus 1945 merupakan bukti nyata keberanian rakyat Aceh dalam mempertahankan kemerdekaan. Ini bukan hanya simbol perlawanan terhadap Jepang, tetapi juga bentuk keteguhan bahwa Aceh tidak akan tunduk pada kekuatan asing,” ujarnya.

Jejak Sejarah yang Masih Berdiri

Kini, lokasi pengibaran bendera tersebut telah menjadi salah satu situs sejarah penting di Banda Aceh. Sebuah prasasti didirikan sebagai penanda bahwa di tempat itu pernah lahir salah satu simbol paling berani dalam perjalanan bangsa Indonesia.

Bagi masyarakat Aceh, kisah ini bukan sekadar catatan masa lalu.

Ia menjadi pengingat bahwa kemerdekaan tidak hanya diproklamasikan di Jakarta, tetapi juga diperjuangkan di berbagai pelosok Nusantara oleh rakyat yang rela mempertaruhkan nyawa demi mempertahankan merah dan putih tetap berkibar.

Di Gedung Juang, sejarah itu masih terasa hidup. Bukan karena bangunannya yang tua, melainkan karena semangat para pemuda yang pernah menolak menurunkan bendera bangsanya. (***)

Tags: Banda AcehGedung JuangKemerdekaan IndonesiaSejarah Aceh

Berita Lainnya

Mualem Surati Presiden Prabowo, Ajukan Empat Usulan Pengelolaan Gas Blok Andaman
Aceh

Mualem Surati Presiden Prabowo, Ajukan Empat Usulan Pengelolaan Gas Blok Andaman

6 Juli 2026
Aceh Borong Sembilan Penghargaan Anugerah Adinata Syariah 2026
Aceh

Aceh Borong Sembilan Penghargaan Anugerah Adinata Syariah 2026

6 Juli 2026
Mualem Surati Presiden Prabowo, Ajukan Empat Usulan Pengelolaan Gas Blok Andaman
Aceh

Sambut Baik Kapolda Irjen Ruddi, Mualem: Mari Sama-sama Bangun Aceh

6 Juli 2026
Pimpin Tanam Padi Perdana Pasca Bencana, Sekda Aceh : Jaga Stabilitas Pangan Tetap Aman
Aceh

Pimpin Tanam Padi Perdana Pasca Bencana, Sekda Aceh : Jaga Stabilitas Pangan Tetap Aman

6 Juli 2026
Kapolri Lantik Irjen Pol. Ruddi Setiawan Sebagai Kapolda Aceh
Aceh

Kapolri Lantik Irjen Pol. Ruddi Setiawan Sebagai Kapolda Aceh

4 Juli 2026
Polda Aceh Periksa Oknum Polisi Terkait Pemaksaan Aborsi Pacarnya Sendiri 
Aceh

Polisi Tunggu Hasil Labfor untuk Ungkap Penyebab Ledakan KMP Aceh Hebat 2

4 Juli 2026
  • Trending
Usai Aksi di Polda Aceh, Koordinator Demo Sebut Sejumlah Laporan Warga Aceh Barat Mulai Ditindaklanjuti

Usai Aksi di Polda Aceh, Koordinator Demo Sebut Sejumlah Laporan Warga Aceh Barat Mulai Ditindaklanjuti

9 Juli 2026
STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh Buka PMB Pascasarjana Tahun 2026/2027, Tawarkan 3 Program Magister Unggulan

STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh Buka PMB Pascasarjana Tahun 2026/2027, Tawarkan 3 Program Magister Unggulan

8 Juli 2026
Bupati Simeulue Lepas Kontingen O2SN 2026 ke Ajang Tingkat Provinsi

Bupati Simeulue Lepas Kontingen O2SN 2026 ke Ajang Tingkat Provinsi

9 Juli 2026
Ketua Organda Simeulue Minta Pertamina Tambah Kuota Bio Solar Subsidi ke SPBU

Ketua Organda Simeulue Minta Pertamina Tambah Kuota Bio Solar Subsidi ke SPBU

8 Juli 2026

Berita Terkini

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Jadi Tersangka TPPU

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Jadi Tersangka TPPU

11 Juli 2026
Jaksa Agung Tunjuk Rudi Margono sebagai Plt Jampidsus

Jaksa Agung Tunjuk Rudi Margono sebagai Plt Jampidsus

11 Juli 2026
Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Mengundurkan Diri

Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Mengundurkan Diri

11 Juli 2026
Kapolda Sumut Gelar Esports Kapolda Cup 2026, Ajak Generasi Muda Berkarya dan Hindari Kenakalan Remaja

Kapolda Sumut Gelar Esports Kapolda Cup 2026, Ajak Generasi Muda Berkarya dan Hindari Kenakalan Remaja

10 Juli 2026
TubinNews

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Copyright © 2023-2026 - Tubinnews.com

No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Daerah
    • Aceh
      • Banda Aceh
      • Aceh Barat
      • Langsa
      • Aceh Tenggara
      • Simeulue
      • Aceh Singkil
    • Sumatera Utara
    • Sumatera Selatan
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Wisata
    • Kuliner
    • Gaming
    • Movie
  • Olahraga
  • Politik
  • Parlemen
  • Hukrim
    • Hukum
    • Kriminal
  • Ekobis
    • Ekonomi
    • Bisnis
  • Opini