Banda Aceh | TubinNews.com – Pemerintah Aceh mengimbau masyarakat mewaspadai potensi cuaca ekstrem pada 6–12 November 2026. Peringatan tersebut merujuk pada analisis BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh yang mendeteksi aktivitas Gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial serta sejumlah dinamika atmosfer pendukung pertumbuhan awan hujan.
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, mengatakan kondisi atmosfer saat ini berpotensi meningkatkan curah hujan di sejumlah wilayah Aceh. Selain aktivitas gelombang atmosfer, daerah belokan angin dan konvergensi turut mendukung pertumbuhan awan hujan.
“Suhu muka laut berkisar 29–31 derajat Celsius dengan kelembapan udara 70–100 persen. Kondisi ini menambah uap air dan meningkatkan pembentukan awan hujan di Aceh,” kata Nurlis di Banda Aceh, Minggu (9/11/2026).
Berdasarkan analisis tersebut, terdapat dua kategori wilayah yang perlu mewaspadai potensi hujan disertai petir dan angin kencang.
Wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat meliputi Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Besar, Aceh Jaya, Pidie, Nagan Raya, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Aceh Tengah, Aceh Utara, Aceh Timur, dan Bener Meriah.
Sementara itu, wilayah yang berpotensi mengalami hujan intensitas sedang meliputi Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tamiang, Bireuen, Langsa, Lhokseumawe, Pidie Jaya, Subulussalam, dan Simeulue. Kedua kategori tersebut disertai potensi petir dan angin kencang.
Nurlis meminta masyarakat memperhatikan potensi bencana hidrometeorologi sesuai tingkat kerawanan wilayah masing-masing. Dampak yang perlu diwaspadai antara lain banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang.
“Masyarakat harus tetap tenang namun selalu waspada. Ambil langkah antisipatif agar aktivitas harian tetap aman dan lancar,” tegas Nurlis.
Masyarakat juga diminta memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG, termasuk media sosial @infobmkg_aceh dan email stamet.bandaaceh@bmkg.go.id. Nurlis mengingatkan warga agar tidak mempercayai informasi cuaca dari sumber yang tidak resmi.






