Percut Sei Tuan | TubinNews.com – Banjir terus mengganggu aktivitas belajar siswa SD Negeri 101772 Tanjung Selamat, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Setiap hujan turun, air menggenangi lingkungan hingga ruang kelas. Kondisi ini membuat para siswa kesulitan mengikuti pembelajaran di sekolah.
Bahkan, hingga Sabtu (7/11/2026), para siswa sudah dua hari belajar dari rumah karena genangan air belum surut.
Kondisi tersebut mengundang keprihatinan warga sekitar. Ati dan Evi mengaku sudah bertahun-tahun melihat sekolah itu menghadapi persoalan banjir tanpa perbaikan berarti.
“Kami selama ini nengok sekolahnya selalu banjir kalau hujan. Kalau bisa ya diperbaikilah, jangan sampai banjir lagi, kasihan anak-anak ini mau belajar terganggu,” ujar Ati saat ditemui TubinNews, Sabtu.
Menurut keterangan warga, banjir mulai sering menggenangi sekolah sejak 2016. Mereka menduga pembangunan sejumlah pabrik di sekitar kawasan tersebut ikut memengaruhi kondisi lingkungan.
Sejak saat itu, hujan dengan intensitas ringan sekalipun kerap menyebabkan genangan di lingkungan sekolah.
Evi mengatakan, persoalan tersebut terus berulang meski sekolah sudah beberapa kali mengalami pergantian kepala sekolah.
”Sudah lama, sudah bolak-balik ganti kepala sekolah juga. Tapi ya, selalu kayak ginilah,” lanjutnya.
Banjir yang terus berulang juga mengganggu proses belajar siswa. Guru meminta anak-anak mengikuti pembelajaran dari rumah hingga kondisi sekolah memungkinkan untuk kembali digunakan.
”Belajar ya di rumah disuruh sama gurunya. Sudah dua hari,” kata Ati.
Warga bahkan mengingat kejadian banjir sebelumnya yang memaksa siswa dan masyarakat mengungsi ke masjid. Saat itu, genangan air mencapai ketinggian yang cukup mengkhawatirkan.
Persoalan sekolah ini ternyata bukan hanya menyangkut banjir. Dani, salah seorang guru yang telah mengajar selama tiga tahun, mengungkapkan pihak sekolah sudah berulang kali mengusulkan rehabilitasi bangunan. Namun, hingga kini, usulan tersebut belum mendapat tindak lanjut.
”Sekolah ini mungkin sudah mengajukan proposal pengajuan untuk rehab tapi sampai sekarang belum ada. Sementara sekolah lain jauh dari mitigasi bencana tapi dapat rehab,” ungkapnya.
Selain kondisi bangunan, Dani juga menyoroti bendera Merah Putih di lingkungan sekolah yang sudah sobek dan belum mendapat penggantian.
Sebelumnya, Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan bersama Dinas Pendidikan dan sejumlah pihak terkait telah mengunjungi sekolah tersebut. Namun, menurut warga, kunjungan itu belum berlanjut pada tindakan perbaikan.
TubinNews juga berupaya meminta keterangan Kepala SD Negeri 101772 Tanjung Selamat, Maruba Siregar, saat berada di sekolah. Namun, hingga berita ini ditulis, yang bersangkutan belum memberikan keterangan.
Warga berharap pemerintah tidak membiarkan persoalan ini berlarut-larut. Mereka ingin anak-anak kembali belajar di ruang kelas tanpa harus khawatir setiap kali hujan turun.
”Jangan sampai sudah lama kita mohonkan pun tapi enggak ada sampai sekarang,” ujar Evi.






