Simeulue|Tubinnews.com|Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar dan bensin di Kabupaten Simeulue semakin dikeluhkan masyarakat. Sulitnya mendapatkan BBM bukan hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga mengancam sumber penghidupan masyarakat kecil yang menggantungkan nasib pada sektor pertanian dan perikanan.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar ke mana distribusi BBM bersubsidi untuk masyarakat Simeulue dan apa sebenarnya yang menjadi kendala hingga kebutuhan bahan bakar sulit terpenuhi?
Di saat petani membutuhkan solar untuk mengoperasikan mesin bajak sawah, sementara nelayan membutuhkan bensin untuk melaut, justru BBM yang menjadi kebutuhan utama mereka sulit didapatkan.
Salah seorang masyarakat Simeulue, Rudi, mengaku sangat terdampak dengan kondisi tersebut. Menurutnya, kelangkaan solar dan bensin telah menyulitkan masyarakat dalam menjalankan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
“Kami ini mau bekerja mau mencari nafkah. Kami di ladang membutuhkan solar untuk membajak sawah. Begitu juga saudara-saudara kami yang mencari rezeki di laut membutuhkan bensin untuk melaut. Kalau BBM tidak ada bagaimana kami bisa bekerja ? Bagaimana kami memberi makan anak dan istri di rumah?” keluh Rudi.
Ia menilai persoalan kelangkaan BBM tidak boleh dianggap sebagai masalah biasa. Sebab, bagi masyarakat kecil ketersediaan solar dan bensin merupakan kebutuhan mendasar untuk mempertahankan kehidupan ekonomi keluarga.
Masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Simeulue agar segera mengambil langkah nyata. Pemerintah daerah diminta tidak hanya menerima keluhan, tetapi juga turun tangan mencari tahu penyebab kelangkaan dan memastikan distribusi BBM bersubsidi berjalan sebagaimana mestinya.
Jangan sampai masyarakat terus menanggung dampak dari persoalan distribusi yang hingga kini belum mendapatkan penjelasan secara terbuka.
Pertamina juga diminta tidak tinggal diam. Perusahaan tersebut perlu memberikan penjelasan kepada publik mengenai penyebab kelangkaan solar dan bensin di Simeulue. Apakah terjadi kendala pasokan, distribusi, keterlambatan pengiriman atau persoalan lainnya?
Persoalan ini membutuhkan penanganan segera pemerintah Kabupaten Simeulue bersama Pertamina harus duduk bersama mengevaluasi distribusi serta memastikan kebutuhan BBM masyarakat terpenuhi.
Sebab, ketika solar tidak tersedia petani kesulitan mengolah sawah Ketika bensin sulit didapatkan nelayan terancam kehilangan kesempatan melaut. Dampaknya bukan hanya pada pekerjaan hari ini tetapi juga pada dapur keluarga yang harus tetap mengepul.
Masyarakat tidak meminta sesuatu yang berlebihan. Mereka hanya menginginkan hak untuk mendapatkan BBM sesuai ketentuan dan distribusi yang lancar.
Kini masyarakat menunggu tindakan nyata pemerintah dan penjelasan resmi Pertamina. Jangan sampai kelangkaan BBM terus berlarut-larut sementara masyarakat kecil harus menanggung kerugian setiap harinya.






