AcehDaerah

HMI Desak Bupati Abdya Segera Rehabilitasi Total Jalan Selamat di Blangpidie

×

HMI Desak Bupati Abdya Segera Rehabilitasi Total Jalan Selamat di Blangpidie

Sebarkan artikel ini
Kolase foto kondisi Jalan Selamat di pusat Kota Blangpidie, Aceh Barat Daya, rusak parah dengan lubang-lubang besar tergenang air, Selasa (4/11/2026) dini hari. [Foto: Dok. Ist]

Blangpidie | TubinNews.com – Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat STKIP Muhammadiyah Abdya, Supriadi, mendesak Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) segera mengambil langkah nyata untuk menangani kerusakan Jalan Selamat di pusat Kota Blangpidie.

Supriadi menilai, kerusakan jalan di kawasan padat aktivitas perdagangan tersebut belum tertangani secara maksimal meskipun telah beberapa kali diperbaiki. Kondisi itu dikeluhkan masyarakat, terutama pengguna jalan yang setiap hari melintasi kawasan tersebut.

Sejumlah lubang terlihat di badan jalan, salah satunya di sekitar depan Toko Emas Diamond. Kerusakan tersebut dinilai membahayakan pengendara, khususnya pengguna sepeda motor. Saat hujan, lubang yang tertutup genangan air semakin sulit dikenali.

“Jalan Selamat ini berada di pusat Kota Blangpidie, kawasan yang setiap hari dilalui masyarakat. Sudah beberapa kali diperbaiki, tetapi kerusakannya terus terjadi. Kita patut mempertanyakan kualitas pekerjaan sebelumnya. Jangan sampai anggaran terus dikeluarkan, sementara masyarakat tetap menghadapi persoalan yang sama,” ujar Supriadi, Rabu (4/11/2026).

Ia juga mengkritik penanganan sementara yang menggunakan tanah untuk menutupi bagian jalan berlubang. Menurutnya, cara tersebut justru menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat dan pedagang di sekitar lokasi.

Tanah yang digunakan untuk menutup lubang disebut menyebabkan debu beterbangan saat cuaca panas. Sementara ketika hujan, tanah tersebut membuat badan jalan menjadi kotor dan mengganggu kenyamanan pengguna jalan.

“Kalau penanganannya hanya menggunakan tanah, itu bukan solusi. Siang hari masyarakat harus menghadapi debu, sedangkan saat hujan jalan menjadi kotor. Apalagi ini berada di pusat kota dan kawasan pertokoan. Pemerintah seharusnya memberikan penanganan yang layak, bukan justru menambah persoalan baru,” tegasnya.

Supriadi menilai pemerintah daerah perlu mengevaluasi kualitas pekerjaan sebelumnya agar kerusakan serupa tidak terus berulang. Ia juga menduga kerusakan jalan dipengaruhi tingginya mobilitas kendaraan berat, seperti truk fuso, yang melintas di kawasan tersebut.

Baca Juga :  Infrastruktur Buruk Hambat Kapal dan Pesawat Kargo Masuk Aceh

Selain itu, ia meminta pemerintah memperhatikan aliran air dari atap toko yang langsung jatuh ke badan jalan karena dinilai dapat mempercepat pengikisan aspal.

“Kalau memang ada persoalan pada konstruksi jalan atau sistem pembuangan air, itu harus dibenahi. Jangan hanya menambal bagian yang berlubang, tetapi penyebab kerusakannya dibiarkan. Kalau seperti ini terus, jalan akan kembali rusak dan masyarakat lagi yang dirugikan,” katanya.

Atas kondisi tersebut, Supriadi mendesak Bupati Abdya melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) agar segera melakukan rehabilitasi total terhadap Jalan Selamat. Ia meminta pemerintah tidak terus mengandalkan perbaikan sementara yang dinilainya belum mampu menyelesaikan persoalan.

“Jangan terus mengandalkan tambal sulam jika hasilnya hanya bertahan sementara. Jalan ini membutuhkan perbaikan menyeluruh dan berkualitas. Pemerintah harus memastikan pekerjaan yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” lanjutnya.

Sebelumnya, Dinas PUPR Abdya melalui Bidang Bina Marga menyampaikan bahwa penimbunan lubang yang dilakukan baru-baru ini merupakan penanganan darurat awal. Pemerintah Kabupaten Abdya juga dikabarkan telah menjadwalkan rekonstruksi atau rehabilitasi total Jalan Selamat secara permanen melalui alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten Perubahan (APBK-P).

Supriadi berharap rencana tersebut dapat segera direalisasikan. Ia meminta pemerintah memberikan kepastian mengenai waktu pelaksanaan sekaligus memastikan kualitas pekerjaan.

Menurutnya, rehabilitasi nantinya tidak hanya berfokus pada pengaspalan ulang, tetapi juga memperhatikan sistem drainase dan faktor lain yang diduga menjadi penyebab kerusakan jalan.

Sebagai pimpinan organisasi mahasiswa, Supriadi menegaskan kritik yang disampaikannya merupakan bentuk kepedulian terhadap pembangunan daerah. Ia berharap pemerintah lebih serius memperhatikan kondisi infrastruktur yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

“Jangan tunggu ada korban baru pemerintah bergerak. Rakyat tidak meminta jalan berlapis emas, mereka hanya ingin jalan yang aman dan nyaman untuk dilalui. Kalau jalan di pusat kota saja terus mengalami kerusakan, wajar jika masyarakat mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam menjalankan tanggung jawabnya,” pungkas Supriadi.

Baca Juga :  Keuchik Surati PUPR Aceh Barat Atas Keluhan Masyarakat Jalan Rusak 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *