Banda Aceh | TubinNews.com — Sejumlah tabung LPG 3 kilogram ditemukan diangkut menggunakan kendaraan minibus jenis Toyota Avanza pada malam hari dan dibawa ke sebuah kios di Banda Aceh, Senin malam (7/9/2026).
Temuan ini menjadi perhatian di tengah harga LPG 3 kilogram di tingkat pengecer berdasarkan penelusuran dilapangan berkisar Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per tabung. Harga tersebut hampir dua kali lipat dari HET LPG 3 kilogram yang ditetapkan untuk wilayah Banda Aceh, yakni sekitar Rp18 ribu per tabung.
Praktik penjualan dengan harga tinggi tersebut diduga memberikan keuntungan berlebih kepada pihak pengecer sekaligus berpotensi merugikan masyarakat penerima manfaat subsidi.
Temuan pengangkutan menggunakan kendaraan pribadi pada malam hari perlu ditelusuri lebih lanjut oleh pihak terkait. Pasalnya, LPG bersubsidi tersebut ditemukan dalam jumlah yang tidak sedikit dan tak terlihat seperti pembelian rumah tangga biasa.
Kondisi itu memunculkan pertanyaan dari mana LPG tersebut diperoleh dan bagaimana proses penyalurannya hingga sampai ke pengecer. Hal ini memunculkan dugaan adanya kebocoran dalam rantai distribusi.
Persoalan ini penting mendapat perhatian karena LPG 3 kilogram merupakan barang bersubsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat tertentu. Jika distribusinya tidak tepat sasaran dan justru dikuasai oleh pihak yang mencari keuntungan, tujuan pemberian subsidi menjadi tak tercapai.






