Medan | Tubinnews.com —Perkembangan terbaru kasus dugaan pengeroyokan, penculikan, dan pembacokan yang menimpa Ramadsyah (45) di kawasan Jermal VII, Medan Denai, mulai menemui titik terang.
Polrestabes Medan dikabarkan telah mengamankan enam orang yang diduga terlibat dalam aksi brutal yang terjadi pada Sabtu (30/5/2026) malam tersebut.
Informasi itu disampaikan langsung oleh Ramadsyah kepada Tubinnews.com saat ditemui dalam proses pemulihan pasca-serangan yang nyaris merenggut nyawanya.
“Sudah ada yang diamankan pihak Polrestabes Medan. Gondrong, Kriwil, cewek juga ada, sama tiga orang lainnya. Tapi waktu kejadian itu jumlah mereka sekitar 150 orang,” ungkap Ramadsyah pada sabtu 6 Juni 2026.
Meski sejumlah terduga pelaku telah diamankan, Ramadsyah menyebut masih ada beberapa nama yang menurutnya belum berhasil ditangkap aparat kepolisian.
“Si IS sama Soeh belum dapat. Sekarang saya masih fokus penyembuhan dulu bang,” katanya.
Ramadsyah juga menceritakan detik-detik dirinya tumbang setelah mengalami serangan bertubi-tubi dari para pelaku.
“Waktu dipukul pakai bisbol itulah saya enggak tahan lagi bang, langsung tumbang. Tapi GS enggak mengakui kalau dia yang memerintahkan. Mana mungkin enggak tahu, malah dibilang pencemaran nama baik,” ujarnya.
Menurut pengakuan korban, saat kejadian dirinya sempat mendengar komunikasi yang diduga melibatkan seseorang berinisial GS.
“Anggotanya nelepon si GS, saya dengar sendiri bang,” tambahnya.
Kasus ini sebelumnya menyita perhatian publik setelah Ramadsyah ditemukan dalam kondisi luka parah dan bersimbah darah di depan Rumah Sakit Muhammadiyah Medan.
Korban mengalami luka bacok di bagian kepala, lengan kiri, serta luka serius pada bagian kaki sehingga harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Medan dugaan perintah bos Kartel Narkoba GS
Laporan resmi atas kejadian tersebut telah diterima Polrestabes Medan melalui Surat Tanda Penerimaan Laporan Polisi (STTLP) Nomor LP/B/2299/V/2026/SPKT/POLRESTABES MEDAN/POLDA SUMATERA UTARA.
Selain Ramadsyah, keluarga korban sebelumnya juga mengungkap adanya korban lain bernama Bram yang disebut mengalami penganiayaan berat hingga kehilangan beberapa jari tangan.
Informasi mengenai keberadaan Bram sempat di culik hingga jari jari putus sempat menjadi perhatian keluarga yang mendesak aparat kepolisian melakukan penyelidikan menyeluruh.
Pihak keluarga berharap dan mengucapkan terimakasih dalam penangkapan enam terduga pelaku ini menjadi awal terbongkarnya seluruh pihak yang terlibat, termasuk aktor intelektual yang diduga berada di balik aksi kekerasan tersebut juga harus ditangkap.
“GS ini udah terkenal bang kalau di Jermal disini peredara sabu terbesar makanya masyarakat banyak tidak berani dan takut jadi itulah kriminal semangkin menjadi jadi pencurian dimana mana,”Ungkap warga yang enggan namanya disebutkan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polrestabes Medan masih terus melakukan pengembangan kasus dan pengejaran terhadap sejumlah terduga pelaku lain yang disebut-sebut masih buron.
Masyarakat kini menunggu langkah tegas aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus yang sempat menghebohkan kawasan Jermal VII tersebut serta memastikan seluruh pelaku diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.














