DELI SERDANG | Tubinnews.com – Pembangunan Jembatan Sei Serdang yang menghubungkan Kecamatan Pantai Labu dengan Kecamatan Batang Kuis terus dikebut rabu 22 juli 2026
Proyek senilai sekitar Rp18 miliar tersebut disambut antusias masyarakat yang selama bertahun-tahun harus melintasi jembatan lama dengan kondisi rusak dan membahayakan.
Pantauan di lokasi, alat berat telah bekerja, material besi dan baja sudah berada di lokasi proyek, serta para pekerja mulai melakukan berbagai tahapan pembangunan.
Pemerintah Kabupaten Deli Serdang melalui Dinas SDABMBK juga telah memasang pemberitahuan agar kendaraan yang melintas dibatasi sementara demi kelancaran pekerjaan.
Jembatan baru yang dibangun oleh PT Nunut Karya itu dirancang menjadi jembatan permanen dengan panjang sekitar 93 meter, lebar 8 meter, trotoar 1 meter di setiap sisi, dan lebar efektif jalan sekitar 6 meter.
Warga mengaku pembangunan tersebut menjadi harapan baru bagi peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya nelayan dan petani yang setiap hari menggunakan akses tersebut.
“Kami masyarakat Desa Kelambir, Desa Rantau Panjang, Desa Bagan Serdang, umumnya nelayan, sangat mengapresiasi Bupati Deli Serdang. Selama ini kami hanya berharap, sekarang pembangunan benar-benar terlaksana,” ujar Johanes Hasibuan kepada Tubinnews.com.
Ia mengaku tidak pernah membayangkan akan dibangun jembatan sebesar itu di wilayah mereka.
“Kami tidak menyangka akan dibangun jembatan ikonik seperti ini. Semoga setelah selesai nanti, masyarakat bisa menikmati akses yang lebih aman dan nyaman,” katanya.
Menurutnya, kondisi jembatan lama selama ini sangat memprihatinkan.
“Dulu banyak lubang, bahkan pernah ada kendaraan terperosok. Kami hanya bisa berdoa kapan jembatan ini dibangun. Sekarang harapan itu mulai terwujud,” tuturnya.
Hal senada disampaikan warga lainnya, Bang Boy. Ia berharap pembangunan jembatan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.
“Harapan kami ekonomi semakin baik. Kami bangga kepada Bapak Bupati dan Wakil Bupati. Bahkan ada warga yang ikut bekerja di proyek ini karena saat ini tidak bisa melaut,” ucapnya.
Sebelumnya, warga bersama berbagai elemen masyarakat telah berulang kali menyuarakan perlunya pembangunan jembatan permanen demi keselamatan pengguna jalan.
Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kabupaten Deli Serdang, Janso Sipahutar, saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya menargetkan pekerjaan dapat selesai pada Desember 2026, apabila tidak ada kendala berarti.
Ia juga mengimbau seluruh pengguna jalan, khususnya kendaraan angkutan barang, agar mematuhi ketentuan tonase selama proses pembangunan berlangsung.
“Kami mengimbau kendaraan dengan muatan melebihi 5 ton agar tidak melintasi kawasan jembatan demi menjaga keselamatan dan mendukung kelancaran proses pembangunan,” ujarnya.
Pembangunan Jembatan Sei Serdang diharapkan menjadi solusi atas persoalan infrastruktur yang selama bertahun-tahun dikeluhkan masyarakat sekaligus menjadi penggerak roda perekonomian di wilayah pesisir Kecamatan Pantai Labu dan sekitarnya.














