Scroll untuk baca artikel
DaerahSumatra Utara

PT Nunut Karya Bantah Proyek Jembatan Sei Serdang Menyalahi Bestek

×

PT Nunut Karya Bantah Proyek Jembatan Sei Serdang Menyalahi Bestek

Sebarkan artikel ini

Deli Serdang | TubinNews.com PT Nunut Karya membantah adanya dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan proyek Penggantian Jembatan Sei Serdang di Desa Kelambir, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Proyek yang bersumber dari APBD Kabupaten Deli Serdang Tahun Anggaran 2026 dengan nilai sekitar Rp17 miliar lebih tersebut sebelumnya mendapat sorotan terkait pekerjaan struktur beton dan perakitan besi.

Pihak PT Nunut Karya menegaskan bahwa seluruh pekerjaan dilaksanakan berdasarkan gambar kerja dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam kontrak.

Salah satu hal yang diluruskan pihak perusahaan adalah mengenai ukuran struktur beton yang sebelumnya disebut berukuran sekitar 80×120 sentimeter.

Menurut pihak PT Nunut Karya, ukuran tersebut tidak tepat. Sesuai gambar pekerjaan, ukuran struktur besi beton yang dimaksud adalah 90×140 sentimeter.

Pekerja lapangan PT Nunut Karya, Melalui Gunawan, saat dikonfirmasi di lokasi proyek sebelumnya juga membantah adanya pekerjaan yang tidak sesuai dengan bestek.

“Itu tidak benar. Kami melaksanakan proyek ini sudah sesuai dengan bestek. Tidak ada penyimpangan di sini,” tegas Gunawan, Senin (14/9/2026).

Terkait sorotan terhadap jarak rakitan besi yang disebut sekitar 20 sentimeter, Gunawan menjelaskan bahwa pekerjaan tersebut telah dilakukan berdasarkan ketentuan teknis yang tercantum dalam dokumen proyek.

“Kami bekerja sesuai ketentuan yang ada,” katanya.

Pihak kontraktor menilai penilaian terhadap kesesuaian pekerjaan konstruksi tidak dapat hanya dilakukan berdasarkan pengamatan visual di lapangan.

Kesesuaian pekerjaan harus mengacu pada gambar rencana, shop drawing, spesifikasi teknis, diameter dan mutu besi, hingga metode pelaksanaan yang telah ditentukan dalam kontrak.

PT Nunut Karya meminta agar informasi mengenai pekerjaan proyek tersebut disampaikan secara utuh dan sesuai dengan dokumen teknis yang menjadi dasar pelaksanaan.

Baca Juga :  Wagub Aceh Hadiri Maulid Nabi di Pidie, Tegaskan Pentingnya Menjaga Tradisi Islam

Sementara terkait pekerjaan tembok penahan jalan, Gunawan menjelaskan bahwa pekerjaan tersebut akan dilaksanakan setelah pekerjaan utama jembatan selesai.

“Untuk pekerjaan tembok penahan jalan akan kami kerjakan setelah proyek utama siap. Karena lokasi jalan yang sempit menjadi kendala, akses jalan jadi susah. Sementara jalan alternatif lain juga tidak ada,” ujarnya.

Sementara itu, warga mengaku pembangunan tersebut menjadi harapan baru bagi peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya nelayan dan petani yang setiap hari menggunakan akses tersebut.

“Kami masyarakat Desa Kelambir, Desa Rantau Panjang, Desa Bagan Serdang, umumnya nelayan, sangat mengapresiasi Bupati Deli Serdang. Selama ini kami hanya berharap, sekarang pembangunan benar-benar terlaksana,” ujar salah seorang warga setempat, Johanes Hasibuan, kepada Tubinnews.com.

Ia mengaku tidak pernah membayangkan akan dibangun jembatan sebesar itu di wilayah mereka.

“Kami tidak menyangka akan dibangun jembatan ikonik seperti ini. Semoga setelah selesai nanti, masyarakat bisa menikmati akses yang lebih aman dan nyaman,” katanya.

Menurutnya, kondisi jembatan lama selama ini sangat memprihatinkan.

“Dulu banyak lubang, bahkan pernah ada kendaraan terperosok. Kami hanya bisa berdoa kapan jembatan ini dibangun. Sekarang harapan itu mulai terwujud,” tuturnya.

Hal senada disampaikan warga lainnya, Bang Boy. Ia berharap pembangunan jembatan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.

“Harapan kami ekonomi semakin baik. Kami bangga kepada Bapak Bupati dan Wakil Bupati. Bahkan ada warga yang ikut bekerja di proyek ini karena saat ini tidak bisa melaut,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *