Deli Serdang | Tubinnews.com — Dugaan intervensi terhadap wartawan kembali menjadi sorotan. Kali ini, seorang oknum anggota TNI yang disebut bertugas sebagai Babinsa di wilayah Desa Saentis, Kecamatan Percut Sei Tuan, diduga diminta oleh Kepala SMK PAB 12 Saentis untuk menemui wartawan terkait pemberitaan dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Oknum tersebut disebut merupakan anggota Koramil 13/Percut Sei Tuan (PST), Kodim 0201/Medan, dengan inisial Sertu AMN.
Persoalan tersebut berkaitan dengan pemberitaan dugaan korupsi dana BOS di SMK PAB 12 Saentis di media Tubinnews.com yang saat ini disebut tengah dalam proses penyelidikan oleh aparat penegak hukum, melalui Kejaksaan Negeri (Kejari) Deli Serdang dan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.
Wartawan Tubinnews.com sebelumnya disebut telah menunggu di salah satu kafe di kawasan Saentis untuk bertemu dengan pihak sekolah guna meminta klarifikasi terkait pemberitaan tersebut.
Namun, setelah menunggu cukup lama, kepala sekolah disebut tidak dapat hadir dengan alasan sedang mengikuti kegiatan bimbingan teknis (Bimtek).
Selanjutnya, Sertu AMN disebut menghubungi wartawan dan menyampaikan bahwa dirinya mendapat perintah dari kepala sekolah untuk menemui wartawan.
“Aku tunggu di Pos Polisi ini lae, kesinilah,” ujar Sertu AMN sebagaimana disampaikan kepada wartawan senin 7 September 2026
Pertemuan tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan karena persoalan yang dibahas berkaitan dengan pemberitaan jurnalistik dan dugaan pengelolaan dana BOS di lingkungan sekolah.
Wartawan unit Pendam I/Bukit Barisan, Richard, menyayangkan apabila benar terdapat keterlibatan personel TNI untuk menghadapi atau melakukan pendekatan terhadap wartawan berkaitan dengan pemberitaan.
“Kalau benar anggota TNI dilibatkan untuk menemui wartawan terkait pemberitaan dugaan korupsi dana BOS, tentunya ini perlu menjadi perhatian. Persoalan pemberitaan seharusnya diselesaikan melalui mekanisme yang semestinya, bukan dengan menghadirkan aparat,” ujarnya.
Meski demikian, dugaan adanya perintah dari pihak sekolah kepada personel TNI tersebut masih memerlukan klarifikasi dari pihak-pihak terkait.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala SMK PAB 12 Saentis belum memberikan keterangan resmi mengenai dugaan keterlibatan personel TNI tersebut maupun terkait dugaan penyimpangan dana BOS yang diberitakan.






