ACEH BARAT||TUBINNEWS.COM|Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Aceh Barat bergerak cepat menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait dugaan pencemaran di Sungai Krueng Tujoh Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat. Tim teknis DLH diterjunkan langsung ke lapangan untuk melakukan peninjauan sekaligus menginventarisasi berbagai aktivitas yang berada di sepanjang aliran sungai.
Langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas instruksi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Aceh Barat Dr.Ir. Kurdi sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam merespons keresahan masyarakat yang selama ini mengeluhkan perubahan kondisi air sungai yang diduga berkaitan dengan aktivitas perusahaan pertambangan batu bara di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Aceh Barat melalui Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup, Ratna Eka Wati, menyampaikan, bahwa kegiatan yang dilakukan saat ini merupakan hari kedua peninjauan lapangan.
“Dimana sebelumnya hari pertama kami melakukan observasi awal terhadap kondisi sungai. Hari ini tim yang berjumlah lima orang turun langsung untuk melakukan identifikasi lebih rinci terhadap titik-titik yang akan menjadi fokus kajian, peninjauan sampai bulok titik aktivitas penambangan yang mana tempat yang gak bisa di lalui lagi,” ujar Ratna.
Menurutnya, peninjauan lapangan tidak hanya bertujuan melihat kondisi fisik sungai, tetapi juga memetakan berbagai aktivitas yang berpotensi memberikan pengaruh terhadap kualitas Aliran Sungai (DAS) Krueng Tujoh.
Usai kegiatan lapangan, seluruh hasil temuan akan dibahas dalam rapat internal dengan kepala DLH Aceh Barat. Selanjutnya, DLH akan mengundang seluruh pemangku kepentingan untuk membahas langkah lanjutan, termasuk mekanisme pengambilan sampel air Sungai kreung tujoh.
“Dan salanjunya juga Kami akan menggelar rapat bersama seluruh stakeholder, mulai dari instansi terkait, masyarakat, hingga LSM. Dalam forum tersebut akan disepakati titik pengambilan sampel air serta laboratorium yang akan digunakan untuk melakukan pengujian,” jelasnya.
Ratna menegaskan, proses pengujian kualitas air kreung tujoh ini akan dilakukan secara objektif dan transparan,mengingat panjang aliran Sungai Krueng Tujoh tidak mungkin dilakukan di seluruh titik sehingga diperlukan kesepakatan bersama mengenai lokasi yang dianggap paling representatif.
Kami membuka ruang bagi masyarakat dan LSM untuk memberikan masukan mengenai titik-titik yang dinilai perlu diuji. Dengan demikian, seluruh proses berjalan terbuka dan hasil pengujian nantinya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah,tutupnya.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Aceh Barat bergerak cepat menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait dugaan pencemaran di Sungai Krueng Tujoh Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat. Tim teknis DLH diterjunkan langsung ke lapangan untuk melakukan peninjauan sekaligus menginventarisasi berbagai aktivitas yang berada di sepanjang aliran sungai.
Langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas instruksi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Aceh Barat Dr.Ir. Kurdi sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam merespons keresahan masyarakat yang selama ini mengeluhkan perubahan kondisi air sungai yang diduga berkaitan dengan aktivitas perusahaan pertambangan batu bara di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Aceh Barat melalui Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup, Ratna Eka Wati, menyampaikan, bahwa kegiatan yang dilakukan saat ini merupakan hari kedua peninjauan lapangan.
“Dimana sebelumnya hari pertama kami melakukan observasi awal terhadap kondisi sungai. Hari ini tim yang berjumlah lima orang turun langsung untuk melakukan identifikasi lebih rinci terhadap titik-titik yang akan menjadi fokus kajian, peninjauan sampai bulok titik aktivitas penambangan yang mana tempat yang gak bisa di lalui lagi,” ujar Ratna.
Menurutnya, peninjauan lapangan tidak hanya bertujuan melihat kondisi fisik sungai, tetapi juga memetakan berbagai aktivitas yang berpotensi memberikan pengaruh terhadap kualitas Aliran Sungai (DAS) Krueng Tujoh.
Usai kegiatan lapangan, seluruh hasil temuan akan dibahas dalam rapat internal dengan kepala DLH Aceh Barat. Selanjutnya, DLH akan mengundang seluruh pemangku kepentingan untuk membahas langkah lanjutan, termasuk mekanisme pengambilan sampel air Sungai kreung tujoh.
“Dan salanjunya juga Kami akan menggelar rapat bersama seluruh stakeholder, mulai dari instansi terkait, masyarakat, hingga LSM. Dalam forum tersebut akan disepakati titik pengambilan sampel air serta laboratorium yang akan digunakan untuk melakukan pengujian,” jelasnya.
Ratna menegaskan, proses pengujian kualitas air kreung tujoh ini akan dilakukan secara objektif dan transparan,mengingat panjang aliran Sungai Krueng Tujoh tidak mungkin dilakukan di seluruh titik sehingga diperlukan kesepakatan bersama mengenai lokasi yang dianggap paling representatif.
Kami membuka ruang bagi masyarakat dan LSM untuk memberikan masukan mengenai titik-titik yang dinilai perlu diuji. Dengan demikian, seluruh proses berjalan terbuka dan hasil pengujian nantinya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah,tutupnya.















