Banda Aceh | TubinNews.com — Keluarga pasien mengeluhkan kepastian ketersediaan obat setelah obat yang diresepkan dokter disebut belum tersedia di apotek RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUDZA).
Keluhan tersebut disampaikan Agus, warga Simeulue, yang mengaku mengalami langsung kondisi itu saat mengurus ibunya yang mendapat rujukan rawat jalan di RSUDZA.
“Waktu itu ada obat resep dari dokter diambil ke apotek, setelah ke apotek rumah sakit, petugas bilang ada dua jenis obat lagi kosong, nanti kami hubungi besok,” ujarnya kepada Tubinnews, Sabtu, (19/9/2026).
Agus menuturkan, setelah mendapat informasi tersebut, ia dan keluarganya menunggu kabar dari pihak rumah sakit terkait ketersediaan obat.
Namun, hingga dua hari kemudian, Agus mengaku belum menerima informasi mengenai obat yang dibutuhkan ibunya.
“Kami kembali ke RS untuk tanyakan langsung obat tersebut juga belum tersedia,” tuturnya.
Menurut Agus, kondisi tersebut membuat keluarga pasien harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan kepastian mengenai obat yang diresepkan dokter.
Ia mengatakan, situasi tersebut juga menjadi perhatian bagi keluarga pasien yang datang dari daerah untuk menjalani pengobatan di rumah sakit rujukan utama di Aceh itu.
“Kalau harus menunggu ketersediaan obat berhari-hari tentu kami juga harus menyesuaikan waktu, apalagi kami datang dari daerah,” ujar Agus.
Ia berharap informasi mengenai ketersediaan obat bagi pasien dapat diberikan dengan lebih jelas sehingga keluarga dapat mengetahui perkembangan obat yang dibutuhkan.
“kami berharap masalah ketersediaan obat ini bisa teratasi. Kami yang jauh dari daerah kesini bertambah beban biaya hidup kalau harus menunggu ketersediaan obat berhari-hari,” ungkapnya.






