Aceh Barat | TubinNews.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Barat segera membangun ulang jembatan gantung yang menghubungkan Desa Canggai dan Desa Jambak, Kecamatan Pante Ceureumen, setelah mengalami kerusakan parah akibat diterjang banjir besar pada November 2025.
Jembatan tersebut menjadi salah satu akses penting bagi warga, termasuk anak-anak yang hendak berangkat ke sekolah. Selama jembatan dalam kondisi rusak, sejumlah anak disebut terpaksa melintasi sungai yang memiliki risiko keselamatan.
Kepala Dinas PUPR Aceh Barat Fadly Octora melalui Kepala Bidang Jalan dan Jembatan, Beni Hardi, mengatakan hasil survei teknis menunjukkan kondisi jembatan sudah mengalami kerusakan berat sehingga tidak memungkinkan hanya dilakukan perbaikan ringan.
“Rencananya awal kami hanya mau melakukan rehabilitasi berat. Tapi setelah melihat kondisi riil di lapangan, jembatan ini harus dibongkar total dan ada beberapa komponen yang memang harus diganti baru, dan nantinya konstruksi jembatan yang kita bongkar ini akan kita rakit dan pasang kembali,” ujar Beni saat dikonfirmasi, Senin (21/7/2026).
Menurut Beni, banjir yang terjadi pada November 2025 menyebabkan konstruksi jembatan mengalami kemiringan cukup parah. Karena itu, proses rehabilitasi dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan jembatan kembali aman dan dapat digunakan masyarakat.
Pekerjaan tersebut meliputi pembongkaran seluruh bentang jembatan yang mengalami kemiringan untuk kemudian ditata dan dipasang kembali. Selain itu, bagian abutment dan blok angkur yang mengalami kerusakan berat juga akan dibangun ulang.
“Untuk bangunan atas seperti kabel dan struktur lantai diupayakan tetap mempergunakan material lama yang masih layak digunakan,” jelasnya.
Saat ini, pekerjaan di lapangan dilaksanakan oleh rekanan CV Melati. Pengerjaan dilakukan dengan target agar jembatan dapat segera kembali berfungsi sebagai akses penghubung antara Desa Canggai dan Desa Jambak.
Keberadaan jembatan tersebut dinilai penting bagi aktivitas masyarakat, baik untuk mobilitas sehari-hari maupun kegiatan ekonomi. Selain itu, jembatan juga menjadi akses bagi anak-anak menuju sekolah, sehingga perbaikan infrastruktur tersebut diharapkan dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan warga.















