Medan | Tubinnews.com — Ratusan warga Kabupaten Asahan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara, Selasa (23/6/2026). Mereka mendesak Pemerintah Provinsi segera merealisasikan perbaikan Jalan Lintas Provinsi yang berada di wilayah Desa Silau Baru, Kecamatan Silau Laut, hingga Kecamatan Air Joman, Kabupaten Asahan.
Dalam aksi tersebut, massa membawa sejumlah spanduk berisi kritik terhadap kondisi jalan yang dinilai telah lama rusak tanpa penanganan. Salah satu spanduk bertuliskan, “Jalan Hancur, Kesejahteraan Rakyat Terkubur.”
Warga menilai kerusakan jalan itu telah menghambat berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari distribusi hasil pertanian, mobilitas harian, hingga akses layanan dasar.
Salah seorang peserta aksi, Ali Usman Sitorus, mengaku kondisi jalan rusak telah berdampak serius bagi masyarakat, bahkan disebut memicu insiden kecelakaan.
“Keluarga kami meninggal akibat jalan rusak. Siapa yang bertanggung jawab? Kami menuntut janji Gubernur Sumut Bobby Surya,” ujarnya dalam orasi.
Massa juga menyinggung janji perbaikan infrastruktur yang pernah disampaikan pemerintah saat masa kampanye. Namun hingga kini, warga mengaku belum melihat realisasi konkret atas janji tersebut.
Aksi ini turut menjadi perhatian publik mengingat Wakil Gubernur Sumatera Utara diketahui pernah menjabat sebagai Bupati Asahan. Warga berharap kedekatan historis itu dapat mendorong percepatan penanganan infrastruktur di daerah mereka.
Dalam tuntutannya, masyarakat meminta kepastian dan langkah nyata dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara agar perbaikan jalan segera dilakukan. Mereka menilai akses tersebut sangat vital bagi aktivitas ekonomi dan kehidupan sosial masyarakat di dua kecamatan itu.
Hingga aksi berakhir, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terkait tuntutan warga tersebut.














