Simeulue | TubinNews.com – Pentingnya fungsi pengawasan dalam pelaksanaan program Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Kabupaten Simeulue mendapat perhatian dari tokoh muda setempat. Pengawasan dinilai bukan bentuk kecurigaan, melainkan dukungan nyata agar program strategis nasional tersebut berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Tokoh muda Simeulue, Marwan, mengatakan program CSR merupakan salah satu program strategis nasional yang sejalan dengan agenda pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional, termasuk di Kabupaten Simeulue.
Menurutnya, pengawasan secara komprehensif diperlukan sebagai instrumen untuk memastikan program yang berbasis pada sektor pertanian tersebut terlaksana secara transparan, tepat sasaran dan sesuai ketentuan.
“Program ini harus kita awasi bersama sebagai bentuk dukungan untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional yang digalakkan pemerintah pusat, khususnya di Kabupaten Simeulue,” ujar Marwan, Selasa (18/8/2026).
Ia berharap program Cetak Sawah Rakyat di Simeulue dapat dilaksanakan dengan baik dan terbebas dari praktik penyalahgunaan wewenang maupun tindakan yang mengarah pada tindak pidana korupsi.
Terlebih, kata Marwan, program tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Karena itu, masyarakat dinilai memiliki hak untuk mengetahui informasi mengenai pelaksanaan dan penggunaan anggaran program tersebut.
“Karena ini menggunakan uang negara, tentu publik berhak mengetahui bagaimana program ini dilaksanakan. Prinsip transparansi harus menjadi bagian penting dalam pelaksanaannya,” tegasnya.
Marwan juga menyatakan siap membawa persoalan tersebut ke aparat penegak hukum apabila nantinya ditemukan indikasi penyimpangan dalam pelaksanaan program Cetak Sawah Rakyat di Simeulue.
Ia menyebut laporan dapat disampaikan kepada aparat penegak hukum sesuai kewenangannya, baik kepolisian, kejaksaan maupun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Bukan sekadar gertak sambal. Saat ini saya sedang mengumpulkan berbagai data, mulai dari luasan lahan, total anggaran hingga biaya per hektare, ungkapnya.
Ia menegaskan dukungannya terhadap program tersebut tidak perlu diragukan. Namun, dukungan terhadap program strategis nasional harus berjalan beriringan dengan pengawasan agar setiap tahapan pelaksanaannya dapat dipertanggungjawabkan.
“Sekali lagi, program strategis nasional ini tentu kita dukung. Namun, dalam pelaksanaannya harus seiring dengan pengawasan. Kalau ditemukan ada penyimpangan atau praktik korupsi, kita siap mengantarkan laporan kepada penegak hukum,” tandas Marwan.
Program Cetak Sawah Rakyat merupakan salah satu kebijakan pemerintah untuk membuka dan mencetak lahan pertanian baru guna menambah luas baku sawah. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan produksi pangan dan mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional.
Dalam pelaksanaannya, program tersebut berada dalam lingkup Kementerian Pertanian Republik Indonesia termasuk melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) serta unit yang menangani lahan dan irigasi pertanian.
Karena menggunakan anggaran negara dan menyangkut kepentingan masyarakat luas, pelaksanaan program di daerah, termasuk Simeulue, diharapkan berjalan sesuai dokumen perencanaan, tepat sasaran, transparan dan bebas dari praktik korupsi.
Pengawasan dari berbagai pihak pun dinilai menjadi bagian penting untuk memastikan program tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi petani serta mendukung target ketahanan pangan nasional.
















