Medan | TubinNews.com – Dinamika internal Partai Buruh kembali mencuat. Bendahara Partai Buruh Sumatera Utara, Sri Astuti, bersama sejumlah pengurus lainnya secara resmi menyatakan mengundurkan diri dari partai.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Sekretariat Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI AGN) di Jalan Stadion, Medan, Senin (29/6/2026).
Dalam keterangannya, Sri Astuti menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil secara sadar tanpa adanya tekanan maupun paksaan dari pihak mana pun.
“Keputusan ini merupakan sikap pribadi yang diambil dengan penuh kesadaran dan pertimbangan yang matang. Tidak ada tekanan dari pihak mana pun,” ujar Sri Astuti kepada wartawan.
Pengunduran diri Sri Astuti yang dikenal sebagai salah satu tokoh buruh di Kota Medan dinilai menjadi perhatian dalam struktur organisasi Partai Buruh di Sumatera Utara. Langkah itu juga diikuti oleh sejumlah pengurus lain yang memilih mundur secara bersamaan.
Konferensi pers tersebut memunculkan berbagai spekulasi mengenai kondisi internal partai. Namun, para pengurus yang mundur belum mengungkapkan secara rinci alasan di balik keputusan kolektif tersebut.
Mereka hanya menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari sikap organisasi yang telah melalui pertimbangan matang.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Buruh pusat, Ferri Nuzarli, juga menyampaikan bahwa keputusan mundur bukan hal mudah.
“Keputusan ini bukan hal yang mudah. Namun setelah berbagai pertimbangan dan evaluasi, kami melihat sudah ada perbedaan pandangan, sikap, serta arah perjuangan yang semakin mendasar,” ujar Ferri.
Ferri mengungkapkan dirinya mundur bersama sekitar 1,3 juta anggota dan pengurus Organisasi Rakyat Indonesia (ORI) karena adanya perbedaan pandangan terkait arah perjuangan partai.
Peristiwa ini diperkirakan akan menjadi perhatian publik, khususnya kalangan aktivis buruh, mengingat sejumlah figur yang mundur selama ini dikenal aktif memperjuangkan isu-isu ketenagakerjaan dan memiliki posisi strategis di dalam partai.
Hingga berita ini diturunkan, pimpinan pusat Partai Buruh belum memberikan keterangan resmi terkait pengunduran diri tersebut.

















