Politik

Agung Baskoro: Gabung PSI, Jokowi Ubah Pola Manuver Politik

×

Agung Baskoro: Gabung PSI, Jokowi Ubah Pola Manuver Politik

Sebarkan artikel ini
Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro. (Dok. Ist)
Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro. (Dok. Ist)

Jakarta | TubinNews.com – Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro, melihat keputusan Joko Widodo (Jokowi) bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sebagai langkah politik yang memiliki sejumlah pesan.

Jokowi sebelumnya menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) PSI saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD PSI Kota Bandung di Grand Pasundan, Sabtu (26/9/2026). Dalam kesempatan itu, Jokowi menegaskan dirinya telah menjadi anggota PSI sejak 14 Oktober 2025 yang dikutip dari Antara.

Menurut Agung, Jokowi sengaja menjaga unsur kejutan dalam komunikasi politiknya. Cara tersebut dinilai membuat langkah politik Jokowi dan PSI tetap menarik perhatian publik.

“Mungkin itu untuk menjaga war factor-nya. Supaya element of surprise dalam berpolitiknya Pak Jokowi dan PSI terus menjadi perhatian dan membuat orang banyak penasaran,” kata Agung dalam tayangan YouTube Kompas TV, dikutip Senin (28/9).

Agung juga menyoroti gaya komunikasi politik Jokowi. Ia menyebut Jokowi selama ini kerap menyampaikan pesan secara tidak langsung.

Namun, Agung melihat pola tersebut mulai berubah setelah Jokowi tidak lagi menjabat sebagai presiden. Menurutnya, sejumlah pernyataan Jokowi kini semakin terbuka dalam menunjukkan maksud politiknya.

Ia mencontohkan keputusan Jokowi untuk menunjukkan KTA PSI secara langsung. Langkah itu sekaligus menjawab berbagai spekulasi mengenai arah politik Jokowi setelah meninggalkan PDIP.

“Ternyata beneran sen kanan. Beneran belok kanan. Ini yang sekarang sedang diraba-raba oleh publik,” ujar Agung.

Meski begitu, Agung menilai publik masih mencermati apakah pernyataan Jokowi saat ini benar-benar disampaikan secara lugas atau tetap menyimpan pesan simbolis.

Selain soal komunikasi politik, Agung menyinggung tekanan yang masih dihadapi Jokowi. Ia menyebut polemik ijazah dan isu pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebagai bagian dari dinamika politik yang turut mengiringi langkah Jokowi.

Baca Juga :  Pedagang Pasar MMTC Teriak Bupati Deli Serdang "Coblos Nomor Urut 02" Kunjungan Asri Ludin Calon Bupati Deli Serdang

Dalam konteks tersebut, Agung menilai keberadaan PSI dapat menjadi wadah baru bagi basis dukungan politik Jokowi. Ia melihat dukungan terhadap Jokowi tidak lagi hanya bergerak melalui kelompok relawan.

“Bukan hanya sekadar relawan lagi, tapi ini sudah menginstitusi secara elektoral lewat sebuah partai yang punya napas bisa memastikan kekuatan Jokowi effect itu tetap berefek kemudian keluarga Solo bisa terlindungi sekaligus seperti itu,” katanya.

Agung juga menyebut berbagai tekanan politik terhadap Jokowi dapat dibaca dalam konteks persaingan dan strategi politik. Ia menilai PSI kini menjadi salah satu ruang yang digunakan untuk mengonsolidasikan dukungan terhadap Jokowi.

“Saya kira serangan-serangan ini juga bagian dari dalam tanda petik psywar politik selain kepada partai-partai parlemen tadi bahwa beliau punya benteng yang kokoh namanya PSI,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *