Kota Medan | Tubinnews.com – Keluhan terkait padamnya aliran listrik selama dua hari di kawasan Padang Bulan, Kota Medan, viral di media sosial pada Sabtu (23/5/2026). Seorang pedagang mengaku mengalami kerugian karena aktivitas usaha terganggu akibat listrik yang belum juga normal.
Salah satu unggahan yang ramai diperbincangkan datang dari akun media sosial bernama Midamanullang. Dalam unggahannya, ia meluapkan kekesalan terhadap kondisi listrik yang terus padam.
“Apanya maksud kelen ini hei PLN,” tulisnya.
Ia juga mengaku kesulitan berjualan karena kondisi lokasi yang gelap gulita.
“Pemerintah anjing, Ini hari kedua mati lampu, enggak kelen pikirkanlah kayak mana aku mau jualan di sini. Gelap gulita semua kelen buat,” tulisnya lagi dalam unggahan tersebut.
Menurutnya, para pedagang tetap harus membayar listrik dan pajak meski pelayanan dinilai tidak maksimal.
“Memang bodatnya pejabat ini semua, Ku bayarnya listrik, ku bayarnya pajak, apa sebenarnya tujuan kelen matikan lampu ini,” sambungnya.
Keluhan warga dan pedagang tersebut pun menuai beragam komentar dari netizen yang mengaku mengalami hal serupa di sejumlah wilayah Kota Medan dan Sumatera Utara.
Sementara itu, pihak PT PLN (Persero) UID Sumatera Utara melalui keterangan resminya menjelaskan bahwa gangguan listrik terjadi akibat adanya masalah pada transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai di Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi yang dipicu cuaca buruk.
Dalam informasi kelistrikan Sumatera Utara tertanggal 22 Mei 2026, PLN menyampaikan permohonan maaf atas gangguan yang terjadi di sebagian wilayah Sumatera.
PLN juga menyebutkan bahwa tim teknis telah berhasil mengatasi gangguan tersebut dan saat ini sedang melakukan percepatan pemulihan pasokan listrik secara bertahap agar kondisi kembali normal.
“PLN mengupayakan proses pemulihan berjalan aman. Masyarakat dapat memantau perkembangan informasi pemulihan kelistrikan melalui aplikasi PLN Mobile maupun kanal resmi PLN lainnya,” demikian keterangan resmi yang disampaikan Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Sumatera Utara, Darma Saputra.















