MEDAN | TUBINNEWS.COM – Sejumlah pengemudi ojek online (ojol) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Pertamina Sumbagut, Jalan Putri Hijau, Kota Medan, Kamis (18/6/2026). Dalam aksinya, massa tagih janji presiden dan sejumlah keluhan terkait kenaikan harga BBM serta pelayanan di sejumlah SPBU.
Para pengemudi ojol menilai pelayanan SPBU masih menjadi persoalan, mulai dari sulitnya mendapatkan BBM jenis Pertalite, kendala penggunaan aplikasi MyPertamina, hingga adanya dugaan permintaan uang kebersihan di beberapa SPBU.
Perwakilan massa, Syahbudi mengatakan kenaikan harga BBM memberikan dampak besar terhadap pendapatan para pengemudi ojol.
” Dengan kenaikan BBM ini jelas sangat mempengaruhi pendapatan kami sebagai ojol, bahkan itu juga memakan waktu kami karena harus antre di SPBU hingga setengah jam lebih,” ujar Syahbudi.

Ia menegaskan aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian keresahan para pengemudi ojol yang terdampak kebijakan BBM. Massa juga menyoroti pihak yang mengatasnamakan ojol namun dinilai tidak ikut memperjuangkan aspirasi para pengemudi.
“Jadi aksi kami hari ini merupakan adanya keresahan dari kawan-kawan ojol. Walaupun adanya sanksi kepada kami ojol, kami terima sebagai konsekuensi. Kalau mereka benar-benar mewakili ojol, harusnya mereka yang paling terdepan menyuarakan, tapi kenyataannya tidak mereka mau untungnya saja,” keluhnya.
Dalam aksi tersebut, massa membawa spanduk bertuliskan “Tagih Janji Presiden Prabowo Implementasi Perpres Nomor 27 Tahun 2026 Sebesar 8 Persen” serta menyuarakan penolakan terhadap kenaikan BBM.
Massa juga meminta adanya perhatian berupa diskon BBM bagi pengemudi ojol serta perbaikan pelayanan di sejumlah SPBU wilayah Sumbagut.
Perwakilan Pertamina Sumbagut, M Romi Backhtiar selaku Area Manager Communication, Relations, & CSR (COMREL) menerima aspirasi yang disampaikan para pengemudi ojol dan menyatakan akan meneruskan laporan masyarakat terkait pelayanan SPBU.
“Kami sebagai perwakilan Pertamina di Sumbagut dengan adanya keresahan ojol dengan harga Pertamax, itu mengikuti harga minyak dunia juga nilai tukar rupiah,” katanya.
Terkait laporan dugaan permainan atau kecurangan di sejumlah SPBU, Pertamina menyatakan akan melakukan evaluasi dan memberikan tindakan tegas jika ditemukan pelanggaran.
“Akan memberikan sanksi tegas ataupun pengiriman minyak ke wilayah tersebut,” tutupnya.
Aksi ini menjadi aksi pertama dari kalangan ojol di Kota Medan setelah adanya kenaikan BBM, dengan tuntutan agar pemerintah dan Pertamina memperhatikan kondisi para pekerja sektor transportasi online.
















