Banda Aceh | TubinNews.com – Aceh Ramadhan Festival 2026 resmi ditutup dengan rangkaian kegiatan buka puasa bersama yang diikuti ribuan masyarakat di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Jumat (6/3/2026). Penutupan festival berlangsung meriah sekaligus penuh nuansa religius, bertepatan dengan peringatan malam Nuzulul Qur’an.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, serta Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Dedy Yuswadi bersama sejumlah pejabat lainnya.
Penutupan secara resmi ditandai dengan pemukulan beduk menjelang waktu berbuka puasa. Ribuan warga yang hadir tampak menikmati suasana kebersamaan dengan hidangan berbuka yang disediakan.
Setiap Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) turut berpartisipasi dengan membawa hidangan masing-masing untuk disantap bersama. Selain itu, masyarakat juga mendapatkan kuah beulangong yang telah disiapkan dalam wadah khusus serta minuman air tebu gratis dari panitia.
Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa sebanyak sekitar 5.000 porsi makanan disiapkan untuk masyarakat.
“Hari ini kami menghadirkan hidangan buka puasa lebih kurang 5.000 porsi makanan untuk buka bersama masyarakat yang berbuka di masjid raya ini,” kata Dek Fadh.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur juga menerima piagam penghargaan “Aceh Ramadhan Festival” sebagai bagian dari 125 event Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026. Penghargaan diserahkan oleh Asisten Deputi Event Daerah Kementerian Pariwisata RI, Reza Fahlevi.
Selain itu, turut dilakukan penyerahan sertifikat penetapan Masjid Raya Baiturrahman sebagai Cagar Budaya Nasional kepada perwakilan pengurus masjid.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengungkapkan kebanggaannya terhadap Masjid Raya Baiturrahman yang kini diakui sebagai situs cagar budaya nasional.
“Tadi dengan adanya penyerahan sertifikat situs cagar budaya Indonesia itu membuktikan bahwa ini sebagai sebuah kebanggaan. Ini kebanggaan bangsa Indonesia dan pemerintah secara resmi mengakui ini situs pariwisata Indonesia,” ujar Tito.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Dedy Yuswadi, menjelaskan bahwa Aceh Ramadhan Festival 2026 berlangsung pada 1–7 Maret dengan mengusung tema “The Truly Spiritual Journey in Serambi Mekkah.”
Festival ini kembali terpilih sebagai bagian dari KEN 2026 yang merupakan program strategis Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, menghadirkan 125 event terbaik dari 38 provinsi di Indonesia.
Aceh juga mencatat prestasi dengan tiga agenda wisata masuk KEN 2026, yakni Aceh Ramadhan Festival, Aceh Culinary Festival yang berhasil menembus Top 10 KEN 2026, serta Banda Aceh Colossal Coffee Experience.
“Melalui festival ini, pemerintah berharap Aceh Ramadhan Festival tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi menjadi ruang spiritual, ruang kebersamaan umat, penguatan ekonomi syariah, sekaligus momentum memperkenalkan Aceh sebagai destinasi religi dunia yang damai, ramah, dan penuh keberkahan,” kata Dedy.(*)
















