Selasa, 14 Juli 2026
No Result
View All Result
TubinNews
  • Home
  • Daerah
    • Aceh
    • SUMATERA UTARA
    • Sumatera Selatan
    • Banda Aceh
    • Langsa
    • Aceh Barat
    • Aceh Tenggara
    • SIMEULUE
    • SINGKIL
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Wisata
    • Kuliner
    • Gaming
    • Movie
  • Olahraga
  • Hukrim
    • Hukum
    • Kriminal
  • Ekobis
    • Ekonomi
    • Bisnis
  • Opini
  • Serba-Serbi
  • Home
  • Daerah
    • Aceh
    • SUMATERA UTARA
    • Sumatera Selatan
    • Banda Aceh
    • Langsa
    • Aceh Barat
    • Aceh Tenggara
    • SIMEULUE
    • SINGKIL
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Wisata
    • Kuliner
    • Gaming
    • Movie
  • Olahraga
  • Hukrim
    • Hukum
    • Kriminal
  • Ekobis
    • Ekonomi
    • Bisnis
  • Opini
  • Serba-Serbi
No Result
View All Result
TubinNews
No Result
View All Result
Home FEATURE

Menulis Jalan Pulang untuk Mereka yang Terluka

Nurul Azkia by Nurul Azkia
10 Februari 2026
Buku Sebelum Kita Lupa Pulang. (Dok. Khalid Muntadzar)

Buku Sebelum Kita Lupa Pulang. (Dok. Khalid Muntadzar)

Bagikan ke FBBagikan ke WABagikan ke Twitter

​Di salah satu sudut ruangan itu, sebuah piala berwarna emas berdiri tegak, memantulkan cahaya kebanggaan. Di bawah piala itu tertulis dua kata yang menjadi mimpi banyak penulis “Best Seller”. Bersanding dengannya, tergeletak buku berjudul Sebelum Kita Lupa Pulang, lengkap dengan sertifikat penghargaan.

Siapapun yang melihatnya pasti berpikir bahwa ini adalah puncak kejayaan seorang penulis muda.
​Namun, bagi Khalid Muntadzar, piala itu bukan sekadar benda mati. Itu adalah saksi bisu dari malam-malam panjang yang sunyi di kota tua Fez, Maroko.

BeritaTerkait

690469089708d1761896712-120x86 Menulis Jalan Pulang untuk Mereka yang Terluka

Mengenang Teuku Umar, Menyusuri Wisata Sejarah yang Menjadi Kebanggaan Aceh Barat

28 Juni 2026
1596533644048201-0-120x86 Menulis Jalan Pulang untuk Mereka yang Terluka

Eksotis dan Belum Banyak Diketahui, Pesona Air Terjun Pungki di Tengah Alam Liar

26 Juni 2026
result_68ca2d159ca1d1758080277-120x86 Menulis Jalan Pulang untuk Mereka yang Terluka

Dari Motif Sulu Bayung hingga Kasab, Ini Kekayaan Budaya Aceh Barat

26 Juni 2026

Di tengah hawa dingin yang menusuk tulang dan ribuan kilometer jarak yang memisahkannya dari tanah air, piala itu adalah muara dari sebuah perjuangan sunyi. Di balik kilauannya, tersimpan cerita yang jauh dari kemewahan.

​Buku yang kini digenggam erat oleh banyak pembaca ini tidak lahir di atas meja kerja yang nyaman atau diketik pada laptop canggih.

Naskah yang berisi renungan hati di bawah langit Maghribi yang jingga itu justru lahir dari jemari yang menari di atas layar ponsel kecil, dicicil di sela-sela napas kehidupannya sebagai pelajar rantau berusia 20 tahun.

IMG-20260210-WA0010-scaled Menulis Jalan Pulang untuk Mereka yang Terluka
Potret buku ‘Sebelum Kita Lupa Pulang’ bersama penghargaan Best Seller—sebuah muara manis dari dedikasi Khalid Muntadzar selama menimba ilmu di Maroko. (Dok. Khalid Muntadzar)

​”Saya menulisnya dengan menggunakan HP awalnya,” kenang Khalid, mengingat masa-masa awal proses kreatifnya.

“Di manapun saya lagi ada waktu kosong dan waktu sendirian, ya pasti saya akan menulis di HP langsung.”

Baginya saat itu, gawai adalah satu-satunya alat untuk merekam gejolak batin yang tak tertahankan.

Baca Juga :  Puasa sebagai Terapi Alami Rasulullah dalam Merawat Kebugaran Fisik

​Motivasi Khalid bukanlah piala emas yang kini ia miliki. Ia menulis karena hatinya tidak tega menjadi “rumah” bagi luka teman-temannya yang sendirian. Sebelum namanya tercetak di sampul buku, Khalid adalah tempat pulang bagi banyak keresahan.

Teman-temannya sering datang, membawa beban hidup yang nyaris membuat mereka roboh, menangis tersedu-sedu di hadapannya karena merasa hidup terlalu hampa.

​”Saat-saat ketika orang butuh jawaban, ada yang cerita ke saya sampai nangis-nangis. Ya, hal itu yang membuat saya selalu ingin menulis,” tuturnya lembut.

​Ia menyadari, sekadar mendengarkan dan menjawab satu per satu keluhan tidaklah cukup. Air matanya sering ikut jatuh mendengar kisah mereka, dan dari sanalah tekad itu membaja. Ia ingin jawaban itu abadi. Ia ingin tulisan itu bisa dibaca oleh siapa saja yang sedang terluka, bukan hanya satu orang yang datang mengetuk pintunya hari itu.

​Namun, mengubah air mata menjadi sebuah karya best seller ternyata adalah ujian ketahanan mental yang luar biasa.

Perjalanan naskah itu penuh kerikil tajam. Khalid harus bertarung dengan naskah yang dibongkar-pasang, revisi yang tak kunjung usai, hingga penolakan yang sempat memukul mundur semangatnya. Ada malam-malam di mana ia merasa tidak sanggup lagi melanjutkannya.

​”Berkali-kali pusing karena terlalu banyak editor, dan beberapa kali ditolak. Ya akhirnya sempat ingin berhenti,” akuinya jujur.

​Di titik terendah itu, ia kembali teringat alasannya memulai. Bayangan wajah-wajah yang membutuhkan “peta” untuk kembali bangkit membuatnya bertahan. Ia merasa naskah ini adalah amanah; tugas jiwa yang harus diselesaikan, seberat apapun proses penyuntingannya.

​Kini, kerja keras di tanah rantau itu terbayar lunas. Sebelum Kita Lupa Pulang hadir sebagai penawar bagi jiwa-jiwa yang tersesat di era digital yang bising ini.

Baca Juga :  Menyelamatkan Arsip KUA Terdampak Bencana Aceh

Khalid menyadari bahwa generasinya sedang berlari kencang mengejar dunia, namun tak sadar batin mereka tertinggal jauh di belakang hingga lupa pada sang Pencipta. Lewat bukunya, ia mengajak pembaca untuk kembali.

​”Banyak orang yang memang pergi terlalu jauh dari dirinya. Sehingga mereka sampai lupa pulang. Pulang kepada Tuhan, pulang kepada diri sendiri,” tegasnya.

​Kepada mereka yang kini sedang memegang bukunya, atau siapapun yang merasa hidupnya terlalu berat, Khalid menitipkan pesan penguat layaknya seorang teman yang menepuk bahu.

​”Ingat, dalam setiap ujian yang Allah berikan seberat apapun itu, tentu ada hikmah dan jalan keluar yang pasti akan ketemu apabila kita mencarinya. Maka terus jalanin, terus syukurin, dan terus bersabarlah.”

​Dari kesunyian kamar di Fez, suara hati anak muda Indonesia ini kini menggema lantang. Piala di atas meja itu hanyalah simbol, namun kemenangan sesungguhnya bagi Khalid adalah ketika tulisannya berhasil menemani seseorang untuk menemukan jalan pulang kembali.

Tags: Best SellerinspiratifMarokoPenulis Muda

Berita Lainnya

Mengenang Teuku Umar, Menyusuri Wisata Sejarah yang Menjadi Kebanggaan Aceh Barat
FEATURE

Mengenang Teuku Umar, Menyusuri Wisata Sejarah yang Menjadi Kebanggaan Aceh Barat

28 Juni 2026
Eksotis dan Belum Banyak Diketahui, Pesona Air Terjun Pungki di Tengah Alam Liar
FEATURE

Eksotis dan Belum Banyak Diketahui, Pesona Air Terjun Pungki di Tengah Alam Liar

26 Juni 2026
Dari Motif Sulu Bayung hingga Kasab, Ini Kekayaan Budaya Aceh Barat
Aceh

Dari Motif Sulu Bayung hingga Kasab, Ini Kekayaan Budaya Aceh Barat

26 Juni 2026
Kopi Khop Meulaboh, Sensasi Minum Kopi Terbalik dengan Filosofi Teuku Umar
Aceh

Kopi Khop Meulaboh, Sensasi Minum Kopi Terbalik dengan Filosofi Teuku Umar

25 Juni 2026
Di Halaman Gedung Juang, Sejarah Kemerdekaan Aceh Pernah Dipertaruhkan
Aceh

Di Halaman Gedung Juang, Sejarah Kemerdekaan Aceh Pernah Dipertaruhkan

5 Juni 2026
Camping di Pentago Garden, Menikmati Malam Dingin di Jantung Dataran Tinggi Gayo
Aceh

Camping di Pentago Garden, Menikmati Malam Dingin di Jantung Dataran Tinggi Gayo

2 Juni 2026
  • Trending
BPK Temukan Sejumlah Persoalan Pengelolaan Pariwisata di Simeulue

BPK Temukan Sejumlah Persoalan Pengelolaan Pariwisata di Simeulue

12 Juli 2026
Gugatan PT SCY Berindikasi Kriminalisasi Terhadap Tiga Orang Terlapor, Aliansi Bara Desak Komisi III DPR RI Turun Tangan

Gugatan PT SCY Berindikasi Kriminalisasi Terhadap Tiga Orang Terlapor, Aliansi Bara Desak Komisi III DPR RI Turun Tangan

12 Juli 2026
Usai Aksi di Polda Aceh, Koordinator Demo Sebut Sejumlah Laporan Warga Aceh Barat Mulai Ditindaklanjuti

Usai Aksi di Polda Aceh, Koordinator Demo Sebut Sejumlah Laporan Warga Aceh Barat Mulai Ditindaklanjuti

9 Juli 2026
STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh Buka PMB Pascasarjana Tahun 2026/2027, Tawarkan 3 Program Magister Unggulan

STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh Buka PMB Pascasarjana Tahun 2026/2027, Tawarkan 3 Program Magister Unggulan

8 Juli 2026

Berita Terkini

Bangunan Liar di Desa Regemuk Dirobohkan, Begini Kata Junirwan Kurnia SH

Bangunan Liar di Desa Regemuk Dirobohkan, Begini Kata Junirwan Kurnia SH

14 Juli 2026
Ruang Kelas SDN 1 Jabi-Jabi Memprihatinkan, Aktivis Mahasiswa Desak Pemkot Subulussalam Segera Bertindak

Ruang Kelas SDN 1 Jabi-Jabi Memprihatinkan, Aktivis Mahasiswa Desak Pemkot Subulussalam Segera Bertindak

14 Juli 2026
Bupati Aceh Barat Sidak Kantor Satpol PP

Bupati Aceh Barat Sidak Kantor Satpol PP

13 Juli 2026
Gugatan PT SCY Berindikasi Kriminalisasi Terhadap Tiga Orang Terlapor, Aliansi Bara Desak Komisi III DPR RI Turun Tangan

Gugatan PT SCY Berindikasi Kriminalisasi Terhadap Tiga Orang Terlapor, Aliansi Bara Desak Komisi III DPR RI Turun Tangan

12 Juli 2026
TubinNews

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Copyright © 2023-2026 - Tubinnews.com

No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Daerah
    • Aceh
      • Banda Aceh
      • Aceh Barat
      • Langsa
      • Aceh Tenggara
      • Simeulue
      • Aceh Singkil
    • Sumatera Utara
    • Sumatera Selatan
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Wisata
    • Kuliner
    • Gaming
    • Movie
  • Olahraga
  • Politik
  • Parlemen
  • Hukrim
    • Hukum
    • Kriminal
  • Ekobis
    • Ekonomi
    • Bisnis
  • Opini