Kamis, 23 Juli 2026
No Result
View All Result
TubinNews
  • Home
  • Daerah
    • Aceh
    • SUMATERA UTARA
    • Sumatera Selatan
    • Banda Aceh
    • Langsa
    • Aceh Barat
    • Aceh Tenggara
    • SIMEULUE
    • SINGKIL
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Wisata
    • Kuliner
    • Gaming
    • Movie
  • Olahraga
  • Hukrim
    • Hukum
    • Kriminal
  • Ekobis
    • Ekonomi
    • Bisnis
  • Opini
  • Serba-Serbi
  • Home
  • Daerah
    • Aceh
    • SUMATERA UTARA
    • Sumatera Selatan
    • Banda Aceh
    • Langsa
    • Aceh Barat
    • Aceh Tenggara
    • SIMEULUE
    • SINGKIL
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Wisata
    • Kuliner
    • Gaming
    • Movie
  • Olahraga
  • Hukrim
    • Hukum
    • Kriminal
  • Ekobis
    • Ekonomi
    • Bisnis
  • Opini
  • Serba-Serbi
No Result
View All Result
TubinNews
No Result
View All Result
Home Aceh

3 Bulan Pascabanjir, Desa Kappa Bireuen Masih Terisolasi

Redaksi by Redaksi
16 Februari 2026
3 Bulan Pascabanjir, Desa Kappa Bireuen Masih Terisolasi

Warga antri mengambil bantuan dari relawan. (dok. Ist).

Bagikan ke FBBagikan ke WABagikan ke Twitter

Bireuen | TubinNews.com – Sabtu 14 Februari 2026 menjadi tanggal yang terasa panjang dan berat bagi warga Desa Kappa, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen. Memasuki tiga bulan pascabencana banjir bandang, desa ini masih terisolasi terletak sekitar 15 kilometer dari jalan nasional Medan – Banda Aceh, namun terasa seperti berada di ujung dunia. Listrik belum menyala, jaringan seluler lumpuh total, apalagi internet. Dunia luar seakan benar-benar menjauh, meninggalkan warga bertahan dalam sunyi yang memekakkan.

Bencana akibat jebolnya bendungan karet meluluhlantakkan hampir 90 persen wilayah desa. Rumah-rumah porak poranda, sawah tertutup lumpur yang mengering sampai 3 meter, dan sumber air bersih tak lagi layak konsumsi. Mayoritas warga Desa Kappa adalah petani lokal yang hidup dari tanah dan musim. Ketika ladang rusak dan air tercemar, bukan hanya penghasilan yang hilang, tetapi juga harapan akan masa depan yang pasti.

BeritaTerkait

ChatGPT-Image-Jul-22-2026-10_52_43-PM-120x86 3 Bulan Pascabanjir, Desa Kappa Bireuen Masih Terisolasi

Momentum Hari Anak Nasional Untuk Memperkuat Sistem Perlindungan Anak yang Berkeadilan

22 Juli 2026
WhatsApp-Image-2026-07-22-at-21.58.17-120x86 3 Bulan Pascabanjir, Desa Kappa Bireuen Masih Terisolasi

Jembatan Canggai Dipastikan Akan Selesai Tahun Ini Dengan Anggaran 1 Miliar

22 Juli 2026
WhatsApp-Image-2026-07-22-at-14.32.29-120x86 3 Bulan Pascabanjir, Desa Kappa Bireuen Masih Terisolasi

Pemerintah Aceh Ambil Langkah Strategis Jamin Ketersediaan BBM Bersubsidi dan LPG 3 Kg

21 Juli 2026

Keterisolasian makin parah karena akses fisik terputus. Beberapa jembatan desa yang dibangun seadanya masih roboh dan tak bisa dilalui kendaraan. Jalan berlumpur dan jembatan patah menjadi batas nyata antara Desa Kappa dan dunia luar. Bantuan sulit masuk, warga sulit keluar. Mereka hidup seperti terkurung melihat kehidupan normal hanya sebagai ingatan.

Tanpa sinyal dan internet, jeritan warga nyaris tak terdengar. Mereka tak mampu mengabarkan kondisi, tak bisa meminta pertolongan. Malam hari dilalui dalam gelap total, hanya ditemani suara alam dan rasa takut yang tak terucap. Genset yang dulu menjadi sandaran harapan telah hampir sebulan mati karena BBM tak tersedia di desa mereka. Untuk membeli bahan bakar, warga patungan itulah satu-satunya cara menyalakan lampu sebentar sebelum gelap kembali memeluk desa.

Baca Juga :  Mualem Tegaskan Revisi UUPA untuk Cegah Potensi Konflik dan Perkuat Kewenangan Aceh ‎

Di tengah sunyi yang menyesakkan itu, relawan Garis Depan.org datang dari Jakarta dan menetap selama tiga hari di Bireuen, menuju ke beberapa titik di desa bireun, Mereka menembus jalan rusak dan jembatan darurat untuk mencapai Desa Kappa, membawa bantuan logistik serta menghadirkan trauma healing memberi ruang bagi anak-anak untuk kembali tertawa dan bagi orang dewasa untuk sekadar bercerita, melepaskan beban yang lama dipendam.

Ketua Relawan Garis Depan.org, Inggit Ambar Wulan, tak kuasa menyembunyikan keterkejutannya melihat kondisi lapangan. “Terus terang, bantuan yang kami bawa ini tidak cukup. Apa yang kami temui jauh lebih miris dari bayangan kami. Desa ini gelap, terputus, dan bertahan dalam kondisi yang darurat. Ini tidak boleh ditutup-tutupi,” ujar Inggit dengan suara bergetar, matanya berkaca-kaca.

Ia menegaskan, kondisi Desa Kappa harus dilihat langsung oleh pemerintah pusat dan daerah. “Kami berharap pemerintah datang, melihat sendiri, dan bertindak. Jangan menutupi keadaan yang sebenarnya. Warga di sini bukan angka statistik, mereka manusia anak-anak, lansia, petani yang berhak hidup layak,” tegasnya, disambut anggukan pelan warga yang mendengarkan.

Tangis pecah dari Aminah (70), seorang lansia yang kini hidup di rumah darurat sejak banjir merenggut tempat tinggalnya. “Kamoe manusia sit hay neuk, pu hana hate awak rayeuknyan, rata ureng hino jak u blang ngen jak uglee, hudep syit dari tanoh dum, titi putoh, PLN hana udep sampoe an jino karena lee tiang listrek reubah, tanoh hana get lee, malam sit geulap buta hana terang, adak ta na hudep hape hana pat ta telpon sit hana jaringan sapu, lagee donya lua hana tingat kamoe manteng na, na trouh relawan lagenyo na yabg teuingat keu tanyoe rupajih, (Kami ini manusia juga, Nak. Apa orang besar “pejabat” itu tidak punya hati nurani, Kami petani, hidup dari tanah. Sekarang tanah rusak, jembatan putus, malam gelap. Kami tak bisa hubungi siapa-siapa. Saat relawan datang, rasanya seperti dunia ingat kami lagi,)” ucapnya lirih, air mata jatuh di pipi renta yang tak lagi mampu menyembunyikan lelah.

Baca Juga :  Gawat, Oknum Warga Bireuen Gelapkan Enam Unit Mobil Rental, Begini Modusnya

Hal serupa disampaikan Rahman, warga setempat yang kehilangan sawah dan penghasilan. “Anak-anak kami trauma setiap hujan turun. Kami hanya ingin hidup normal kembali, bisa menanam, bisa bekerja. Jangan biarkan kami terus terisolasi,” katanya dengan suara tertahan, menatap ladang rusak yang dulu menjadi sumber kehidupan.

Saat malam kembali turun, Desa Kappa kembali tenggelam dalam gelap dan sunyi. Jembatan – jembatan terputus berdiri bisu, sawah-sawah rusak terhampar seperti luka yang belum sembuh, dan doa-doa dipanjatkan dalam diam. Bantuan relawan telah menyalakan secercah harapan, namun air mata masih jatuh. Warga Desa Kappa menunggu menunggu pemerintah datang, menunggu cahaya benar-benar menyala, dan menunggu hari ketika mereka tak lagi merasa dilupakan sebagai manusia.

Tags: Banjir bandangBireuenDesa Kappa

Berita Lainnya

Momentum Hari Anak Nasional Untuk Memperkuat Sistem Perlindungan Anak yang Berkeadilan
Aceh

Momentum Hari Anak Nasional Untuk Memperkuat Sistem Perlindungan Anak yang Berkeadilan

22 Juli 2026
Jembatan Canggai Dipastikan Akan Selesai Tahun Ini Dengan Anggaran 1 Miliar
Aceh

Jembatan Canggai Dipastikan Akan Selesai Tahun Ini Dengan Anggaran 1 Miliar

22 Juli 2026
Pemerintah Aceh Ambil Langkah Strategis Jamin Ketersediaan BBM Bersubsidi dan LPG 3 Kg
Aceh

Pemerintah Aceh Ambil Langkah Strategis Jamin Ketersediaan BBM Bersubsidi dan LPG 3 Kg

21 Juli 2026
Peringatan Hari Anak Nasional : Pemkab Aceh Barat Gelar Perlobaan SD dan SMP
Aceh

Peringatan Hari Anak Nasional : Pemkab Aceh Barat Gelar Perlobaan SD dan SMP

21 Juli 2026
Perbaikan Jalan Pelabuhan Kolok sebesar Rp1,3 Miliar, Pemkab Simeulue Akan Laksanakan Tahun Ini
Aceh

Perbaikan Jalan Pelabuhan Kolok sebesar Rp1,3 Miliar, Pemkab Simeulue Akan Laksanakan Tahun Ini

21 Juli 2026
Camat Teupah Barat Pastikan Persiapan Masyarakat Program Humasa Sebbel
Aceh

Camat Teupah Barat Pastikan Persiapan Masyarakat Program Humasa Sebbel

21 Juli 2026
  • Trending
Polres Aceh Barat Bongkar Peredaran Sabu di Arongan Lambalek, Sita 23,7 Gram Dari Dua Pria

Polres Aceh Barat Bongkar Peredaran Sabu di Arongan Lambalek, Sita 23,7 Gram Dari Dua Pria

22 Juli 2026
Polres Simeulue Limpahkan Kasus Pembakaran Rumah di Teluk dalam Ke Kejaksaan

Polres Simeulue Limpahkan Kasus Pembakaran Rumah di Teluk dalam Ke Kejaksaan

16 Juli 2026
Diduga Tewas Usai Diamankan, Keluarga Minta Kasus Daniel Situmeang Diusut Tuntas

Diduga Tewas Usai Diamankan, Keluarga Minta Kasus Daniel Situmeang Diusut Tuntas

14 Juli 2026
Oknum TNI dan Empat Oknum Securiti Diduga Terlibat Tewasnya Burnok Resmi Dilaporkan

Oknum TNI dan Empat Oknum Securiti Diduga Terlibat Tewasnya Burnok Resmi Dilaporkan

20 Juli 2026

Berita Terkini

Momentum Hari Anak Nasional Untuk Memperkuat Sistem Perlindungan Anak yang Berkeadilan

Momentum Hari Anak Nasional Untuk Memperkuat Sistem Perlindungan Anak yang Berkeadilan

22 Juli 2026
Jembatan Canggai Dipastikan Akan Selesai Tahun Ini Dengan Anggaran 1 Miliar

Jembatan Canggai Dipastikan Akan Selesai Tahun Ini Dengan Anggaran 1 Miliar

22 Juli 2026
Wabup Nusar Temui Anggota DPR RI Komisi XIII, Usulkan Lanjutan Pembangunan GOR Simeulue

Wabup Nusar Temui Anggota DPR RI Komisi XIII, Usulkan Lanjutan Pembangunan GOR Simeulue

22 Juli 2026
Polres Aceh Barat Bongkar Peredaran Sabu di Arongan Lambalek, Sita 23,7 Gram Dari Dua Pria

Polres Aceh Barat Bongkar Peredaran Sabu di Arongan Lambalek, Sita 23,7 Gram Dari Dua Pria

22 Juli 2026
TubinNews

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Copyright © 2023-2026 - Tubinnews.com

No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Daerah
    • Aceh
      • Banda Aceh
      • Aceh Barat
      • Langsa
      • Aceh Tenggara
      • Simeulue
      • Aceh Singkil
    • Sumatera Utara
    • Sumatera Selatan
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Wisata
    • Kuliner
    • Gaming
    • Movie
  • Olahraga
  • Politik
  • Parlemen
  • Hukrim
    • Hukum
    • Kriminal
  • Ekobis
    • Ekonomi
    • Bisnis
  • Opini