Deli Serdang | TubinNews.com — Sebuah rekaman CCTV yang memperlihatkan aksi kejar-kejaran pada dini hari di Jalan Purwo, Kecamatan Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang, viral di media sosial dan memicu keresahan warga. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (26/1/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.
Dalam video yang beredar luas, tampak seorang pria diduga sebagai korban berlari panik sambil berteriak meminta pertolongan. Ia terlihat dikejar oleh sekelompok orang yang disebut-sebut membawa senjata tajam. Dalam situasi mencekam itu, korban terpaksa meninggalkan sepeda motornya dan berlari menyelamatkan diri ke kawasan permukiman warga di tengah kondisi jalan yang sepi.
Rekaman tersebut sontak memunculkan dugaan adanya aksi pembegalan, terlebih kejadian berlangsung pada jam rawan dan terekam jelas oleh kamera pengawas. Kekhawatiran pun menyebar di tengah masyarakat sekitar.
Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Deli Tua Kompol P.S. Simbolon, S.H. memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa peristiwa yang terekam CCTV tersebut bukan murni aksi begal, melainkan tawuran yang terjadi pada dini hari.
“Oh iya, itu tawuran tadi pagi. Setelah dicek, salah satu pelaku ternyata ada LP kasus 365 di wilayah Helvetia. Karena terkait senjata tajamnya tidak duduk perkaranya di sini, makanya kami kirim ke Polsek Helvetia,” ujar Kapolsek Deli Tua.
Lebih lanjut, Kapolsek menyampaikan bahwa pihaknya telah mengamankan satu orang yang terlibat dalam insiden tersebut.
“Itu geng motor yang tawuran, jadi yang kita amankan satu orang,” tambahnya.
Meski sempat memicu kepanikan, Kapolsek memastikan bahwa tidak ada korban yang mengalami luka bacok dalam peristiwa tersebut. Ia juga menyebutkan bahwa penanganan kejadian ini menjadi bagian dari tindak lanjut aparat kepolisian terhadap laporan sebelumnya.
Namun demikian, beredarnya rekaman CCTV yang memperlihatkan seorang pria berlari ketakutan tetap menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Warga berharap pihak kepolisian dapat meningkatkan patroli dan pengamanan, khususnya pada jam-jam rawan di wilayah Deli Tua dan sekitarnya, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

















