Pidie | TubinNews.com – Ketegangan yang berujung bentrokan terjadi di Gampong Pulo Keunari, Kecamatan Tiro/Truseb, Kabupaten Pidie, Rabu (4/11/2026), di tengah pelaksanaan Kenduri Maulid Nabi Muhammad SAW dan persoalan pengibaran Bendera Bintang Bulan.
Insiden tersebut menyebabkan satu warga meninggal dunia dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka. Namun, kronologi lengkap serta penyebab pasti kejadian masih belum diketahui.
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Tgk Abdullah Syafi’i (RSUD TAS), Mutiara Timur, Pidie, dr. Kamaruzzaman, M.Si., membenarkan bahwa hingga pukul 17.00 WIB, sekitar empat warga telah dievakuasi ke rumah sakit yang dipimpinnya.
Dari jumlah tersebut, satu orang dilaporkan meninggal dunia, sedangkan warga lainnya mengalami luka-luka. Informasi tersebut dikutip dari Waspada.
Sementara itu, berdasarkan keterangan warga setempat, insiden tersebut turut menyebabkan sejumlah orang mengalami luka-luka. Korban disebut berasal dari kalangan laki-laki dewasa, perempuan, hingga anak-anak yang berada di sekitar lokasi kegiatan.
Informasi awal menyebutkan korban meninggal dunia diduga mengalami luka akibat tembakan. Namun, penyebab pasti kematian maupun sumber tembakan belum dapat dipastikan berdasarkan keterangan resmi.
Pascakejadian, sejumlah foto dan video yang memperlihatkan kondisi korban serta situasi setelah insiden beredar di media sosial. Meski demikian, keaslian, waktu pengambilan, dan konteks rekaman tersebut masih memerlukan verifikasi.
Persoalan pengibaran Bendera Bintang Bulan di lokasi Kenduri Maulid dilaporkan turut menimbulkan ketegangan antara warga dan personel TNI. Namun, belum ada keterangan yang memastikan hubungan langsung antara persoalan pengibaran bendera dengan terjadinya bentrokan.
Adapun sejumlah nama warga yang dilaporkan mengalami luka-luka berdasarkan informasi yang dihimpun, yakni:
- Basri Hasan (46), warga Dayah Cot;
- Muhammad (48) dan Musliadi (40), warga Pulo Keunari;
- Darul Kamal (52), warga Paya Cot;
- Juanda Cut Rahman (62), warga Meunasah Mancang;
- Mutia (38), warga Gampong Pulo Keunari.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak TNI maupun Polri mengenai kronologi bentrokan, dugaan penggunaan senjata api, serta penyebab jatuhnya korban.






