Pendidikan

Absensi Digital Hingga Kantin smart, Antar Jhonson Hutapea Jadi Kepala Sekolah Terbaik Deli Serdang

×

Absensi Digital Hingga Kantin smart, Antar Jhonson Hutapea Jadi Kepala Sekolah Terbaik Deli Serdang

Sebarkan artikel ini
Kepala SMPN 7 Percut Sei Tuan Jhonson Roy Hutapea menunjukkan perangkat absensi digital program unggulan ‘Toga Ombak Tujuh’ di sekolahnya, Jumat (30/10/2026). [Foto: Dok. Junaedi Daulay/TubinNews]

Deli Serdang | TubinNews.com – Inovasi di dunia pendidikan tidak selalu harus dimulai dengan teknologi canggih dan anggaran besar. Dengan kreativitas, kepedulian, serta kolaborasi, sebuah sekolah bisa menghadirkan perubahan yang manfaatnya langsung dirasakan oleh siswa maupun orang tua.

Hal inilah yang dilakukan Kepala SMP Negeri 7 Percut Sei Tuan, Jhonson Roy Hutapea. Baru tujuh bulan menjabat, ia berhasil menghadirkan berbagai terobosan melalui program unggulan bertajuk ‘Toga Ombak Tujuh’.

Salah satu inovasi yang paling menarik perhatian adalah sistem absensi digital yang terhubung langsung dengan media sosial WhatsApp orang tua atau wali murid.

Melalui sistem ini, setiap siswa cukup melakukan tap pada perangkat komputer yang disediakan sekolah saat tiba maupun ketika hendak pulang.

Sekejap kemudian, notifikasi otomatis dikirimkan melalui WhatsApp kepada orang tua. Dengan demikian, orang tua dapat mengetahui kapan anaknya tiba di sekolah dan kapan meninggalkan lingkungan sekolah.

“Jadi orang tua tidak khawatir lagi. Walaupun sedang bekerja, di ladang, sedang pesta di kampung, bahkan berada di luar kota, mereka tetap tahu anaknya sudah sampai di sekolah atau sudah pulang,” ujar Jhonson kepada TubinNews.com, Jumat (30/10/2026).

Inovasi tersebut memberikan kemudahan bagi orang tua dalam memantau aktivitas kehadiran anak. Sistem ini juga diharapkan dapat membantu meningkatkan kedisiplinan siswa serta meminimalkan risiko ketidakhadiran tanpa sepengetahuan orang tua.

Menariknya, ‘Toga Ombak Tujuh’ bukan sekadar nama program. Inovasi tersebut merupakan payung besar organisasi yang menaungi berbagai kegiatan pengembangan dan pembaruan di SMPN 7 Percut Sei Tuan.

Bahkan, inovasi ‘Toga Ombak Tujuh’ telah memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang terbit pada Agustus lalu.

Atas inovasi tersebut, Jhonson berhasil terpilih sebagai Kepala Sekolah Terbaik tingkat SMP se-Kabupaten Deli Serdang dalam ajang lomba inovasi kepala sekolah dan guru.

Baca Juga :  Kampus STAIN Meulaboh Buka Pendaftaran Untuk Mahasiswa Baru Dan Kuota Beasiswa

“Saat itu saya mengikuti lomba inovasi kepala sekolah dan guru se-Kabupaten Deli Serdang. Puji Tuhan, saya terpilih menjadi kepala sekolah terbaik dengan inovasi TOGA OMBAK TUJUH,” ungkapnya.

Jhonson menjelaskan, terdapat lima pilar utama yang menjadi fokus pengembangan sekolah melalui program tersebut.

Pertama, absensi digital, yakni sistem kehadiran siswa berbasis teknologi yang terintegrasi dengan WhatsApp orang tua.

Kedua, UKS dan kesehatan sekolah. Pihak sekolah secara konsisten mendukung kegiatan pemeriksaan kesehatan, termasuk program Cek Kesehatan Gratis (CKG), demi menjaga kondisi kesehatan peserta didik.

Ketiga, ekstrakurikuler dan pengembangan bakat siswa. SMPN 7 terus mendorong siswa mengembangkan potensi melalui kegiatan olahraga, seni bela diri, kepramukaan, dan kegiatan positif lainnya.

Keempat, kegiatan keagamaan, dengan mendukung program Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, yakni Gerakan Deli Serdang Mengaji.

Kelima, literasi dan numerasi. Salah satu hasilnya terlihat dalam pelaksanaan upacara setiap Senin. Para siswa yang bertugas kini sudah mampu menghafal dan melafalkan teks Pembukaan UUD 1945 tanpa harus membaca dari kertas.

Berbagai inovasi tersebut mulai diikuti dengan capaian prestasi yang membanggakan.

Ekstrakurikuler pencak silat SMPN 7 berhasil mengikuti tiga kejuaraan tingkat kabupaten, kota, hingga provinsi. Dalam berbagai kompetisi tersebut, para siswa berhasil membawa pulang medali emas, perak, dan perunggu.

Tidak hanya itu, regu Pramuka SMPN 7 juga mendapat kepercayaan menjadi petugas pengibar bendera Merah Putih pada upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI 17 Agustus di Desa Tanjung Rejo atas permintaan langsung kepala desa.

Prestasi lainnya datang dari seorang siswi bernama Asyifa. Ia berhasil melewati seleksi berjenjang dari tingkat daerah hingga provinsi untuk mewakili daerah dalam kegiatan Jambore Nasional (Jamnas).

Di bidang pengembangan profesional, sejumlah guru SMPN 7 juga mulai mendapat kepercayaan untuk terlibat dalam kegiatan Dinas Pendidikan, di antaranya Dokter Siti dan Hamzah yang dilibatkan sebagai panitia penilai inovasi pendidikan.

Baca Juga :  Diduga Abaikan K3, Pembangunan Kantor Damkar Deliserdang Dipertanyakan

Tidak berhenti pada absensi digital, Jhonson juga telah menyiapkan pengembangan teknologi di lingkungan sekolah.

Ke depan, sistem digital tersebut direncanakan terintegrasi dengan perpustakaan, Unit Kesehatan Sekolah (UKS), hingga Kantin Smart.

Khusus Kantin Smart, siswa nantinya diharapkan tidak perlu lagi membawa uang tunai untuk berbelanja.

“Cukup tap, saldo akan terlihat berkurang dan langsung terhubung ke orang tuanya. Konsepnya seperti GoPay,” jelasnya.

Jika terealisasi, sistem ini diharapkan dapat mendukung transaksi yang lebih praktis sekaligus memudahkan orang tua dalam memantau pengeluaran anak di sekolah.

Di balik berbagai inovasi tersebut, Jhonson mengaku memiliki strategi tersendiri dalam membangun sekolah.

Ia mengandalkan tiga kekuatan utama, yakni sumber daya guru dan tenaga kependidikan, sumber daya orang tua atau wali murid, serta sumber daya peserta didik.

“Strategi kita ada tiga. Pertama sumber daya guru dan tenaga pendidik. Kedua sumber daya orang tua atau wali. Ketiga sumber daya peserta didik. Kita ajak semuanya bekerja sama,” katanya.

Ia juga ingin SMPN 7 memiliki identitas dan nilai jual tersendiri dengan mengangkat kearifan lokal masyarakat pesisir.

Menurutnya, sekolah yang berada di kawasan pesisir tidak boleh merasa tertinggal dibandingkan sekolah yang berada di pusat kota.

Filosofi ombak menjadi semangat yang diusung dalam membangun sekolah tersebut. Ombak harus kuat dan mampu menerjang berbagai tantangan. Begitu pula siswa dan seluruh warga sekolah harus memiliki semangat untuk terus berkembang.

Jhonson berharap seluruh elemen sekolah terus menjaga sinergi demi meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya dalam membangun sumber daya manusia di kawasan pesisir.

Kepada para guru, ia berpesan agar senantiasa mengedepankan pendekatan humanis dalam mendidik siswa.

“Lakukan segala sesuatu dengan cinta dan kasih karena itu kuncinya. Yang kedua, saya berharap seluruh guru harus tetap berkarya dan berinovasi,” tuturnya.

Baca Juga :  FTK UIN Ar-Raniry dan Kemenag Aceh Tengah Jalin Kerja Sama Pengabdian Masyarakat

Sementara kepada orang tua, ia mengajak agar terus membangun komunikasi dan kerja sama dengan pihak sekolah.

Baginya, kemajuan pendidikan bukan hanya tanggung jawab kepala sekolah dan guru, melainkan hasil kolaborasi seluruh pihak.

Melalui ‘Toga Ombak Tujuh’, Jhonson Roy Hutapea berupaya menunjukkan bahwa keterbatasan geografis bukan penghalang untuk melahirkan inovasi dan prestasi.

Dari absensi digital yang membuat orang tua lebih tenang, pengembangan karakter, prestasi ekstrakurikuler, hingga rencana Kantin Smart, SMPN 7 Percut Sei Tuan kini terus berupaya membangun wajah pendidikan yang lebih modern, humanis, dan berkarakter lokal.

Pantauan dilokasi, ratusan siswa siswi juga mendapatkan cek kesehatan gratis rutin dari puskesmas Tanjung Rejo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *