Aceh Barat|Tubinnews.com|Program Studi Perbankan Syariah Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh menggelar seminar dan pelatihan Konsultan Keuangan Mitra Bank Syariah bagi mahasiswa pada Rabu, 14 Oktober 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung Terintegrasi STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh ini diikuti oleh 70 mahasiswa sebagai upaya meningkatkan kompetensi lulusan sekaligus memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah di tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Prof. Dr. H. Syamsuar, M.Ag. Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari kalangan praktisi perbankan syariah, akademisi, serta unsur Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Aceh Barat.
Adapun narasumber yang hadir meliputi Alwin Patra, Pimpinan Kantor Cabang Bank Aceh Syariah Meulaboh; Yuliet Henda Kusumawati, Kepala Seksi Penghimpunan Dana Bank Aceh Syariah Kantor Cabang Meulaboh; Dr. Helmi Noviar, M.Si., dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Teuku Umar; H. Furqan, S.Ag., Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Aceh Barat; serta H. Dedi Kamarlis, M.A., Kasubbag Haji dan Umrah pada kantor tersebut.
Keterlibatan narasumber lintas sektor ini diharapkan memberikan pemahaman komprehensif kepada mahasiswa mengenai praktik perbankan syariah, strategi penghimpunan dana, pengembangan literasi keuangan, serta peluang kolaborasi antara lembaga keuangan dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Prof. Dr. H. Syamsuar, M.Ag., menekankan pentingnya kegiatan akademik yang mampu menjembatani pengetahuan teoritis di bangku kuliah dengan kebutuhan nyata masyarakat.
Menurutnya, pelatihan semacam ini dapat memperluas wawasan mahasiswa, meningkatkan kompetensi praktis, serta mempersiapkan mereka menghadapi tantangan dunia kerja dan dinamika industri keuangan syariah. Penguatan kapasitas mahasiswa juga menjadi bagian penting dari peran perguruan tinggi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, berintegritas, dan mampu berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Ketua Program Studi Perbankan Syariah sekaligus ketua panitia, Muliza, M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi dan pelatihan kepada mahasiswa agar mampu berperan sebagai penghubung antara bank syariah dan masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa mahasiswa tidak cukup hanya menguasai teori mengenai produk dan prinsip perbankan syariah, tetapi juga perlu memiliki keterampilan komunikasi, kemampuan memberikan edukasi keuangan, serta kecakapan membantu masyarakat memahami layanan keuangan yang sesuai dengan prinsip syariah.
“Mahasiswa Perbankan Syariah harus mampu menerjemahkan pengetahuan akademik menjadi kontribusi nyata bagi masyarakat. Mereka diharapkan dapat menjadi penghubung yang membantu masyarakat mengenal, memahami, dan memanfaatkan layanan perbankan syariah secara tepat sesuai kebutuhan dan prinsip-prinsip syariah,” demikian inti pesan yang ingin ditekankan melalui kegiatan pelatihan tersebut.
Melalui peran sebagai Konsultan Keuangan Mitra Bank Syariah, mahasiswa diharapkan dapat membantu memperluas jangkauan informasi mengenai produk dan layanan perbankan syariah, mendorong peningkatan literasi keuangan, serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keuangan syariah.
Pelaksanaan kegiatan ini sekaligus mencerminkan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, perbankan syariah, akademisi, dan lembaga pemerintah dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Aceh. Kolaborasi tersebut diharapkan membuka ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman, sekaligus mendekatkan mahasiswa dengan praktik serta kebutuhan nyata di lapangan.
Bagi Program Studi Perbankan Syariah STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, seminar dan pelatihan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan relevansi pembelajaran dengan perkembangan industri keuangan dan kebutuhan masyarakat. Mahasiswa didorong untuk memiliki kompetensi profesional, keterampilan komunikasi yang baik, serta kepedulian terhadap pengembangan ekonomi yang berlandaskan nilai-nilai syariah.
Dengan melibatkan 70 mahasiswa dan menghadirkan narasumber dari berbagai sektor, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu mendukung penguatan literasi dan inklusi keuangan syariah, khususnya di Kabupaten Aceh Barat dan wilayah Aceh secara lebih luas.






