Scroll untuk baca artikel
Lingkungan

BNPB Ungkap Karhutla di Tiga Daerah, Puluhan Hektare Terbakar

×

BNPB Ungkap Karhutla di Tiga Daerah, Puluhan Hektare Terbakar

Sebarkan artikel ini
Kondisi lahan yang terbakar di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur pada Jumat (11/9). (Dok. BPBD Kabupaten Ponorogo.)
Kondisi lahan yang terbakar di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur pada Jumat (11/9). (Dok. BPBD Kabupaten Ponorogo.)

Jakarta | TubinNews.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda tiga wilayah di Indonesia dalam beberapa hari terakhir. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total lahan yang terbakar sedikitnya mencapai 37,84 hektare di Kabupaten Ponorogo, Kota Pasuruan, Jawa Timur, dan Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan petugas telah melakukan penanganan di seluruh lokasi kebakaran.

“Petugas bersama unsur terkait langsung melakukan pemadaman, pembasahan, dan pemantauan untuk mencegah api kembali muncul,” kata Berton dalam keterangannya, Minggu (13/9).

Kebakaran pertama terjadi di kawasan Gunung Gede, Desa Koripan, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Kamis (10/9) sekitar pukul 12.00 WIB.

Api membakar vegetasi berupa daun jati dan rumput ilalang. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.

BPBD Provinsi Jawa Timur bersama BPBD Kabupaten Ponorogo melakukan asesmen dan koordinasi dengan sejumlah pihak. Hingga Sabtu (12/9), api telah padam dan kondisi di lokasi dinyatakan kondusif.

Petugas juga tidak menemukan titik api maupun kepulan asap. Tidak ada korban jiwa atau warga yang terdampak akibat kebakaran tersebut.

“Untuk kejadian di Ponorogo, kondisi sudah kondusif. Api telah padam dan tidak ditemukan lagi titik api maupun kepulan asap,” ujar Berton.

Penyebab kebakaran di kawasan Gunung Gede masih dalam penyelidikan.

Lahan Alang-Alang Terbakar di Pasuruan

Karhutla berikutnya terjadi di Jalan Patiunus, Kelurahan Krampyangan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan, Jumat (11/9) sekitar pukul 09.20 WIB.

Kebakaran melanda lahan yang ditumbuhi alang-alang. Api diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah dan kemudian merambat ke area tersebut.

Luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 2,84 hektare.

Baca Juga :  Bhabinkamtibmas Polsek Sosa Pasang Spanduk Bahaya Karhutla di Desa Siborna Bunut

Petugas pemadam kebakaran Kota Pasuruan berhasil memadamkan api sekitar pukul 15.00 WIB. Setelah itu, petugas melakukan pembasahan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.

“Pembasahan dilakukan setelah pemadaman untuk memastikan api tidak kembali menyala,” kata Berton.

Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Hingga Sabtu (12/9), kondisi di lokasi juga telah kondusif.

Karhutla Bulungan Capai 30 Hektare

Sementara itu, karhutla dengan luasan lebih besar terjadi di Desa Gunung Sari, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, Jumat (11/9).

Luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai 30 hektare. Namun, BNPB menyebut angka tersebut masih dalam proses pendataan.

Tim gabungan langsung menuju lokasi untuk memadamkan dan melokalisasi api agar tidak meluas. Petugas kemudian melakukan pembasahan pada area yang telah terbakar.

Hingga Sabtu (12/9), tim masih memantau sisa asap dan melakukan pembasahan di sejumlah titik.

“Pemantauan terus dilakukan untuk memastikan kondisi tetap terkendali dan mencegah munculnya kembali titik api,” tutur Berton.

Penanganan karhutla di Bulungan melibatkan BPBD Provinsi Kalimantan Utara, BPBD Kabupaten Bulungan, Manggala Agni Kementerian Kehutanan, BPBPK, KPH Kabupaten Bulungan, unsur Kementerian Pekerjaan Umum, Balai Wilayah Sungai Kalimantan V, TNI AD, serta Polda Kalimantan Utara.

Petugas mengerahkan sejumlah peralatan untuk mendukung pemadaman. Di antaranya satu mobil tangki air berkapasitas 5.000 liter, dua mobil tangki berkapasitas 4.000 liter, satu mobil slip on KPH Bulungan, satu kendaraan angkut personel, mesin pemadam Manggala Agni, satu mesin mini, dan 30 rol selang.

BNPB Ingatkan Bahaya Pembakaran

BNPB mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah atau membuka lahan dengan cara membakar. Aktivitas tersebut berpotensi memicu kebakaran, terutama saat kondisi lingkungan kering.

Baca Juga :  BPK Temukan Sejumlah Persoalan Pengelolaan Pariwisata di Simeulue

Jawa Timur saat ini masih berstatus Siaga Darurat Bencana Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2026. Status tersebut berlaku 26 Mei hingga 6 Oktober 2026.

Sementara Kabupaten Bulungan berada dalam status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi Tahun 2026 yang berlaku sejak 20 Agustus hingga 31 Desember 2026.

“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembakaran, baik untuk sampah maupun pembukaan lahan,” pesan Berton.

BNPB juga meminta masyarakat segera melaporkan kepada petugas atau pemerintah daerah jika menemukan titik api.

“Langkah cepat diperlukan agar kebakaran dapat segera ditangani dan tidak meluas,” pungkasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *