Langsa | TubinNews.com — Ajang Mabar Community Karang Anyar (Cakra) ke-12 yang dijadwalkan berlangsung pada 18 Oktober 2026 mendatang bakal menjadi momentum istimewa bagi komunitas pemancing. Tak hanya menjadi ajang menyalurkan hobi dan mempererat silaturahmi, kegiatan ini juga diarahkan untuk memperkenalkan potensi wisata mancing Muara Alur Dua, Kota Langsa, kepada komunitas pemancing dari berbagai daerah.
Sejumlah komunitas dijadwalkan turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut, di antaranya Merah Mata Fishing (MMF), Mancing Amatir Langkat (MAL), Family Angler Tamiang, Sahabat Angler Tamiang, KOMMAT Tamiang, serta Seruway Ngel Tamiang.
Kegiatan yang dipusatkan di Muara Alur Dua Langsa itu juga akan dirangkai dengan syukuran enam tahun berdirinya Merah Mata Fishing (MMF), santunan anak yatim, serta agenda silaturahmi lintas komunitas pemancing.
Kehadiran para pemancing dari sejumlah daerah diharapkan turut memberikan dampak positif bagi pengenalan Muara Alur Dua sebagai salah satu kawasan yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata minat khusus, khususnya wisata memancing.
Muara Alur Dua memiliki karakteristik kawasan perairan yang menarik bagi para pemancing. Keberadaan ekosistem muara dan lingkungan pesisir menjadi bagian dari daya tarik tersendiri bagi penggemar aktivitas sport fishing. Potensi tersebut dinilai dapat dikembangkan lebih jauh melalui kegiatan komunitas yang dikemas secara positif, terorganisir, dan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.
Ketua Merah Mata Fishing, Ridho Hamdiki, membenarkan adanya undangan kolaborasi sejumlah komunitas dalam agenda Mabar Cakra ke-12 sekaligus rangkaian syukuran enam tahun MMF.
“Benar, kami mendapat undangan untuk berkolaborasi dalam agenda Mabar Cakra ke-12. Kegiatan ini nantinya berlangsung di Muara Alur Dua Langsa. Selain mabar, kami juga akan menggelar syukuran enam tahun MMF,” ujar Ridho, Selasa (8/9/2026).
Sementara itu, Yuza Oktavianus, selaku panitia penyelenggara mengatakan dipilihnya Muara Alur Dua sebagai lokasi kegiatan menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi kawasan tersebut kepada pemancing dari luar daerah.
“Ini bukan hanya tentang mancing. Kami juga ingin memperkenalkan potensi wisata yang ada di daerah, khususnya wisata mancing. Ketika komunitas dari berbagai daerah datang, mereka bisa melihat langsung potensi Muara Alur Dua,” katanya.
Ia menambahkan, kegiatan komunitas seperti Mabar Cakra dapat menjadi salah satu sarana promosi wisata yang efektif karena para peserta berpotensi membawa pengalaman tersebut ke daerah masing-masing melalui jejaring komunitas maupun media sosial.
Menurutnya, pengembangan wisata mancing tidak semata-mata berbicara mengenai aktivitas menangkap ikan, tetapi juga menyangkut pengalaman menikmati alam, kebersamaan, kuliner lokal, serta interaksi dengan masyarakat sekitar.
“Harapannya, semakin banyak orang mengenal Muara Alur Dua. Bukan hanya sebagai lokasi mancing, tetapi juga sebagai kawasan yang memiliki potensi wisata dan bisa memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar,” ujar Yuza.
Selain agenda mabar, kegiatan tersebut juga membawa misi sosial melalui santunan anak yatim. Bagi penyelenggara, kegiatan sosial tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan komunitas agar keberadaan komunitas pemancing tidak hanya berorientasi pada hobi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kolaborasi lintas komunitas ini sekaligus menunjukkan semakin kuatnya jejaring para pemancing di wilayah Aceh dan Sumatera Utara. Perbedaan daerah dan komunitas tidak menjadi sekat untuk membangun kebersamaan.
Dengan memadukan olahraga rekreasi, silaturahmi, kegiatan sosial, dan promosi potensi wisata, Mabar Cakra ke-12 di Muara Alur Dua Langsa diharapkan menjadi lebih dari sekadar agenda mancing bersama.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkenalkan Muara Alur Dua sebagai salah satu potensi wisata mancing di Kota Langsa, sekaligus mendorong semakin banyak komunitas dan wisatawan untuk mengenal kekayaan alam serta potensi wisata pesisir Aceh.






