Scroll untuk baca artikel
Serba-Serbi

PT PIM Luncurkan Kampung Mangga di Aceh Utara

×

PT PIM Luncurkan Kampung Mangga di Aceh Utara

Sebarkan artikel ini
Prosesi penanaman perdana dilakukan secara simbolis oleh Pimpinan Dayah Babul Huda Glee Madat, Abi Gade. (Dok. PT PIM)
Prosesi penanaman perdana dilakukan secara simbolis oleh Pimpinan Dayah Babul Huda Glee Madat, Abi Gade. (Dok. PT PIM)

Aceh Utara | TubinNews.com – Sebanyak 600 bibit mangga kiojay mulai ditanam di Dusun Madat, Gampong Paloh Lada, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara. PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) membagikan bibit tersebut melalui Program Kampung Mangga untuk mendorong masyarakat mengembangkan sumber pendapatan baru.

PT PIM secara resmi meluncurkan program tersebut pada Kamis (3/9/2026). Perusahaan juga melakukan penanaman perdana sebagai tanda dimulainya pengembangan tanaman mangga di kawasan tersebut.

Program Kampung Mangga merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PIM. Perusahaan memilih mangga kiojay sebagai tanaman produktif yang diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu komoditas unggulan masyarakat.

Kegiatan peresmian berlangsung sejak pukul 08.30 WIB. Acara tersebut dihadiri Geuchik Gampong Paloh Lada Razali, Kepala Dusun Madat Marzuki, Pimpinan Dayah Babul Huda Glee Madat Abi Gade, Babinsa, perangkat desa, dan masyarakat.

Sebelum membagikan bibit, PT PIM terlebih dahulu memberikan sosialisasi kepada masyarakat pada 31 Agustus 2026. Kegiatan itu melibatkan Kepala Dusun Madat sebagai penghubung antara masyarakat, perusahaan, dan penyuluh lapangan.

Penyuluh dari KPH 5 Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Aceh, Zuraida, memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang cara menanam dan merawat mangga kiojay.

Ia menjelaskan teknik penanaman, pemeliharaan bibit, serta langkah-langkah perawatan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan buah secara optimal.

Geuchik Gampong Paloh Lada, Razali, mengapresiasi PT PIM yang telah menjalankan program pemberdayaan masyarakat di wilayahnya.

Menurut Razali, Program Kampung Mangga membuka peluang baru bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi lokal. Ia berharap warga dapat merawat seluruh bibit yang telah dibagikan hingga menghasilkan.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada PT PIM atas program ini. Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan bantuan 600 bibit mangga ini dengan sebaik-baiknya,” kata Razali.

Baca Juga :  Geger! Penemuan Mayat dalam Karung, Diduga Pelaku Oknum Anggota TNI AL

Ia mengingatkan warga agar mengikuti prosedur penanaman dan perawatan yang telah disampaikan oleh penyuluh. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada bantuan bibit, tetapi juga pada kesungguhan masyarakat dalam merawat tanaman.

Sementara itu, Koordinator Bagian TJSL PT PIM, Jufri, mengatakan perusahaan merancang Program Kampung Mangga untuk menghadirkan manfaat ekonomi sekaligus lingkungan bagi masyarakat.

PT PIM memilih Dusun Madat sebagai lokasi pilot project karena kondisi tanah dan iklim di kawasan tersebut dinilai sesuai untuk pengembangan tanaman mangga.

“Program ini kami rancang bukan sekadar memberikan bibit, tetapi bagaimana tanaman tersebut nantinya dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Mangga kiojay dipilih karena relatif mudah dalam perawatan dan memiliki potensi ekonomi yang baik,” ujar Jufri.

Menurutnya, tanaman mangga tersebut diproyeksikan mulai menghasilkan dalam sekitar tiga tahun. Karena itu, masyarakat diharapkan dapat melihat program tersebut sebagai investasi jangka panjang yang berpotensi menambah pendapatan keluarga.

“Selain manfaat ekonomi, ada manfaat lain dari Program Kampung Mangga yaitu penghijauan lingkungan,” ucap Jufri.

Program ini menjadi bagian dari upaya PT PIM memperkuat pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan. Perusahaan berharap ratusan bibit yang ditanam dapat tumbuh dan memberi manfaat ekonomi bagi warga Dusun Madat pada tahun-tahun mendatang.

PT PIM juga berharap pengembangan tanaman mangga dapat meluas ke desa-desa lain di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Mangga kiojay sendiri merupakan varietas yang dikembangkan di Thailand. Buahnya berukuran besar dengan bobot sekitar 1,2 hingga 2,4 kilogram per buah.

Varietas ini memiliki biji yang relatif tipis sehingga menghasilkan daging buah yang lebih tebal. Mangga kiojay juga dikenal memiliki rasa manis dan legit, serta memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai komoditas bernilai ekonomi.

Baca Juga :  Plt Sekda Aceh Dampingi Menteri Pertanian Kunjungan Kerja di Aceh Utara 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *