Scroll untuk baca artikel
Serba-Serbi

Istana Kirim Doa untuk Kesembuhan Wali Nanggroe Aceh

×

Istana Kirim Doa untuk Kesembuhan Wali Nanggroe Aceh

Sebarkan artikel ini
Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Safrizal Zakaria Ali berfoto bersama Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar (Dok.Ist)
Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Safrizal Zakaria Ali berfoto bersama Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar (Dok.Ist)

Jakarta | TubinNews.com – Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Safrizal Zakaria Ali, menilai kunjungan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian ke Penang, Malaysia, untuk menjenguk Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar, mencerminkan perhatian pemerintah pusat terhadap Aceh.

Dalam kunjungan tersebut, Mendagri juga menyampaikan salam dan doa dari Presiden Prabowo Subianto kepada Wali Nanggroe yang tengah menjalani pemulihan kesehatan.

Safrizal mengatakan perhatian Presiden tersebut menjadi bukti bahwa hubungan dan ikatan antara pemerintah pusat dengan Aceh tetap terjaga.

“Doa Presiden yang disampaikan Mendagri bukan sekadar simbol, melainkan tanda kasih negara bagi Aceh. Kehadiran ini menunjukkan bahwa pemerintah pusat selalu hadir dalam suka dan duka masyarakat,” ujar Safrizal, Kamis (27/8).

Kepala Poskowil Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh itu menambahkan, kunjungan Mendagri juga memiliki makna penting dalam menjaga kebersamaan dan mempererat persaudaraan.

Menurutnya, hubungan pemerintah pusat dengan para tokoh Aceh tidak hanya memiliki nilai kebangsaan, tetapi juga berkaitan dengan sejarah dan tanggung jawab moral dalam menjaga perdamaian Aceh yang telah terbangun pasca-MoU Helsinki.

“Negara hadir bukan hanya melalui kebijakan, tetapi juga lewat doa dan kepedulian. Inilah makna silaturahmi yang harus kita rawat bersama,” katanya.

Safrizal menegaskan, salam dan doa Presiden yang dibawa Mendagri dalam kunjungannya menjadi pesan bahwa Aceh tetap memiliki posisi penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kehadiran Mendagri membawa doa Presiden adalah pesan bahwa Aceh tetap menjadi bagian penting dalam hati bangsa,” tegasnya.

Ia berharap perhatian dari Presiden dan pemerintah pusat dapat memberikan dorongan moral kepada Wali Nanggroe Aceh selama menjalani proses pemulihan kesehatan.

Baca Juga :  Mendagri Pastikan Muallem ke Malaysia untuk Berobat

Selain itu, kata Safrizal, kunjungan tersebut juga diharapkan menjadi penguat semangat dan kebersamaan bagi masyarakat Aceh.

“Doa adalah energi moral yang menguatkan. Semoga Wali Nanggroe segera pulih, dan silaturahmi ini menjadi pengikat kebersamaan kita,” pungkas Safrizal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *